Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KESANTUNAN BERBAHASA PADA CRITA CÊKAK DALAM MAJALAH JAYA BAYA SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA JAWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Nirbito Hanggoro Pribadi; Sumarwati Sumarwati; Favorita Kurwidaria
Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 2, No 1 (2018): Sabdasastra : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sabpbj.v2i1.48018

Abstract

The aims of this research was to identify the language politeness on short story in Crita Taman Putra rubric of Jaya Baya magazine as subject matters of Javanese in Junior High School at writing dialog involving parent’s basic competence. The result of this research concluded as follows: (1) the being maxim of language politeness of short story in Crita Taman Putra rubric of Jaya Baya magazine covering six maxims such as used maxim of wisdom, maxim of generosity, maxim of appreciation, maxim of simplicity, maxim of consensuality, and maxim of sympathy; (2) the background of the language politeness behaviour that was used in short story in Crita Taman Putra rubric of Jaya Baya magazine caused by four factors. Those were respect older people, respect people in the same age, teach and respect younger people, and match perception with other people; (3) short story in Crita Taman Putra rubric of Jaya Baya magazine relevance as subject matters with some supporting factors such as the used of language were understandable, the use of vocabulary that suitable with Javanese, and contain character education values.
PRAKTIK PENDIDIKAN BILINGUAL DAN ETNOPEDAGOGI DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN DI KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Talan, Maria Rosalinda; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Wabang, Rince Jalla; Nino, Septoriana Maria
Jurnal Semantik Vol 14 No 1 (2025): Volume 14 Number 1, February 2025
Publisher : STKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/semantik.v14i1.p31-46

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena penggunaan bahasa daerah oleh peserta didik kelas rendah sekolah dasar. Penggunaan bahasa daerah ini selalu dikaitkan dengan bentuk pelestarian identitas budaya suatu etnik. Studi ini bertujuan mendeskripsikan wujud praktik pendidikan bilingual dan kecenderungan penggunaan bahasa, bentuk bahasa bermuatan kearifan lokal, dan keefektifan pembelajaran membaca dan menulis permulaan bahasa Indonesia berpendekatan pendidikan bilingual dan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan mixed approach yakni pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data berupa 1) kata, frasa, dan kalimat bahasa Indonesia dan bahasa Dawan serta kecenderungan penggunaan bahasa, 2) kata, frasa, kalimat yang menunjukkan kearifan lokal suku Dawan dan kata, frasa, kalimat dalam pembelajaran yang bermuatan kearifan lokal suku Dawan, serta 3) tingkat keefektifan pembelajaran dengan pendekatan bilingual dan etnopedagofi yang meliputi presentase pengelolaan pelaksanaan pembelajaran, presentase respon peserta didik, presentase aktivitas belajar, dan rata-rata hasil belajar peserta didik. Data ini bersumber dari pendidik dan peserta didik di SD Negeri Lanaus, serta tokoh adat. Teknik pengumpulan data berupa teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses pembelajaran di SD Negeri Lanaus, tampak adanya praktik pendidikan bilingual yang ditunjukan dari penggunaan bahasa pendidik maupun peserta didik di awal, pertengahan, dan akhir pembelajaran. Bahasa yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah bahasa Indonesia dan bahasa Dawan. Dalam proses pembelajaran tersebut, baik pendidik maupun peserta didik lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa Dawan. Presentase penggunaan bahasa Indonesia adalah 71% sedangkan bahasa Dawan 29%. Selain itu, dalam pembelajaran tampak adanya integrasi kearifan lokal masyarakat Dawan yang menggambarkan implementasi pendekatan etnopedagogi. Praktik pendidikan bilingual dan etnopedagogi ini dinilai efektif karena presentase pengelolaan pelaksanaan pembelajaran 77% yang tergolong dalam kategori baik, presentase respon peserta didik 100% yang tergolong dalam kategori sangat baik, presentase aktivitas belajar 75% yang tergolong dalam kategori baik, dan rata-rata hasil belajar peserta didik adalah 77,17 yang tergolong dalam kategori baik dan tuntas.
Campur Kode dalam Naskah Sandiwara Jawa Kamit Karya Gusmel Riyadh Pribadi, Nirbito Hanggoro; Rahmat; Hamdiah, Magfirotul
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 13 No. 4 (2024): Kode: Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i4.65863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis campuran kode dalam naskah drama Kamit karya Gusmel Riyadh. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan cara mendeskripsikan data yang telah ditemukan secara rinci. Sumber data penelitian yaitu naskah drama Kamit karya Gusmel Riyadh. Data dikumpulkan dengan teknik catat. Data dianalisis dengan mereduksi data yang ditemukan dan dilanjutkan dengan mendeskripsikan data yang telah disusun dan dikelompokkan. Hasil penelitian menyatakan adanya 7 fenomena campur kode yang berujud kata, ditemukan juga adanya 2 campur kode frasa. Selain itu, ditemukan juga adanya fungsi campur kode sebagai penyisip kalimat, fungsi campur kode sebagai spesifikasi lawan tutur. Adapun faktor yang menjadi penyebab lahirnya fenomena campur kode yaitu penutur serta situasi. Penggunaan campur kode dalam peristiwa tutur menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat terbuka dan penghargaan terhadap kekayaan bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.
Identitas Profesional Guru Bahasa Indonesia: Studi Kasus Guru Bahasa Indonesia di SMA Jati Agung Taman Sidoarjo Jayanti, Anny Wahyu Dwi; Pribadi, Nirbito Hanggoro
Kode : Jurnal Bahasa Vol. 14 No. 3 (2025): Kode: Edisi September 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identitas profesional guru merupakan hal yang penting yang harus dimiliki oleh setiap guru. Identitas profesional guru Indonesia dapat diartikan sebagai seperangkat nilai, keyakinan, dan perilaku yang diyakini dan dipraktikkan oleh guru Indonesia dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan identitas profesional guru Indonesia di SMA Jati Agung Taman Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian ini adalah 3 guru Indonesia di SMA Jati Agung Taman Sidoarjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Identitas profesional guru Indonesia di SMA Jati Agung Taman Sidoarjo terdiri dari empat dimensi, yaitu dimensi kompetensi pedagogis, dimensi kompetensi kepribadian, dimensi kompetensi sosial, dan dimensi kompetensi profesional. Kata Kunci: Identitas Profesional, Guru Bahasa Indonesia, Sekolah Menengah Atas Jati Agung Taman Sidoarjo
Javanese Script Reading and Writing Training with Ular Tangga Media for Elementary School-Age Children at Sanggar Pelangi Surakarta Pribadi, Nirbito Hanggoro; Kurwidaria, Favorita; Wijayanti, Kenfitria Diah; Rahadini, Astiana Ajeng; Said, Dewi Pangestu; Veronika, Prima
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): 2025 October Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v4i2.9734

Abstract

The use of Javanese script in Javanese communication is increasingly experiencing an alarming degradation. Appropriate preservation strategies need to be implemented so that Javanese characters can be preserved and widely used again. The right effort is to carry out training in reading and writing Javanese script to the younger generation. The training activities are adapted to the cognitive level of the subject, namely learning while playing. This training was conducted at Sanggar Pelangi Surakarta with elementary school-age children as the subjects. The purpose of the training is to introduce and educate the younger generation to be able to read and write Javanese characters properly and correctly. The training was conducted with the help of ular tangga media which is recognized as accurate in optimizing the absorption of material for elementary school-age children. The training was carried out with the stages of preparation, delivery of material, playing ular tangga modified by including Javanese script elements, working on LKDP, and filling out questionnaires. The result was a significant increase in the trainees' understanding of how to read and write Javanese characters properly and correctly.
Contrastive Analysis of Javanese and Japanese Speech Levels as a Form of Politeness Learning Among the Younger Generation Rahadini, Astiana Ajeng; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita; Said, Dewi Pangestu; Veronika, Prima
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 13 No. 2 (2025): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v13i2.34748

Abstract

The purpose of our research is: (1) to provide and add references related to the contrastive levels of speech in Javanese and Japanese, (2) to explain the differences in the levels of speech in Javanese and Japanese, (3) to introduce politeness to the younger generation through the use of good and correct language. The research method we used was a literature study by prioritizing the results of the analysis of a reference as a reference for the writing data from the research we conducted. The results of the study show that: 1) Javanese and Japanese both have levels of speech in their use as daily communication tools as a form and parameter of politeness. 2) Javanese recognizes the level of speech in Javanese which is divided into four language varieties, namely, Ngoko lugu (Nl), Ngoko alus (Na), Krama lugu (Kl) and Krama alus (Ka). The level of speech in Japanese is classified into three parts and is used by considering the age or social strata of the interlocutor, how close or familiar the speaker is with the interlocutor, and paying attention to Uchi and Soto. Keego is divided into three parts, namely, Sonkeego (Sk), Kenjoogo (Kj), Teeneego (Tn). 3) Speech levels are introduced and passed down through examples of everyday life and through learning.
Javanese Script Reading and Writing Training with Ular Tangga Media for Elementary School-Age Children at Sanggar Pelangi Surakarta Pribadi, Nirbito Hanggoro; Kurwidaria, Favorita; Wijayanti, Kenfitria Diah; Rahadini, Astiana Ajeng; Said, Dewi Pangestu; Veronika, Prima
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): October 2025 Edition
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.v4i2.9734

Abstract

The use of Javanese script in Javanese communication is increasingly experiencing an alarming degradation. Appropriate preservation strategies need to be implemented so that Javanese characters can be preserved and widely used again. The right effort is to carry out training in reading and writing Javanese script to the younger generation. The training activities are adapted to the cognitive level of the subject, namely learning while playing. This training was conducted at Sanggar Pelangi Surakarta with elementary school-age children as the subjects. The purpose of the training is to introduce and educate the younger generation to be able to read and write Javanese characters properly and correctly. The training was conducted with the help of ular tangga media which is recognized as accurate in optimizing the absorption of material for elementary school-age children. The training was carried out with the stages of preparation, delivery of material, playing ular tangga modified by including Javanese script elements, working on LKDP, and filling out questionnaires. The result was a significant increase in the trainees' understanding of how to read and write Javanese characters properly and correctly.
ANALISIS KONTRASTIF PENGGUNAAN KONSEP NAMA HEWAN DALAM PERIBAHASA JEPANG DAN PERIBAHASA JAWA Veronika, Prima; Wijayanti, Kenfitria Diah; Kurwidaria, Favorita; Rahadini, Astiana Ajeng; Said, Dewi Pangestu; Pribadi, Nirbito Hanggoro; Lestari, Eni Sri Budi
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7635

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis atau membandingkan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa serta pemanfaatannya dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa peribahasa Jepang dan Jawa. Data tersebut dikumpulkan menggunakan metode studi literatur. Peneliti menggunakan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan penelitian serupa. Peneliti kemudian menguji keabsahan data yang telah terkumpul menggunakan teknik triangulasi sumber data. Setelah diuji keabsahannya, data dianalisis dengan teknik analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, yang berupa kegiatan kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat kontras atau perbedaan penggunaan konsep nama hewan dalam peribahasa Jepang dan Jawa. Konsep nama hewan yang digunakan antara lain monyet, anjing, serangga, ayam, ular, kuda, burung, katak, ikan, dan harimau. Perbedaan penggunaan konsep nama hewan tersebut tampak dari sudut pandang pemaknaan hewan sebagai pengkonotasian sifat atau perilaku yang perlu ditiru atau yang tidak layak ditiru. Akan tetapi, peribahasa-peribahasa tersebut memiliki kesamaan, yakni sebagai ungkapan tidak langsung yang digunakan dalam berkomunikasi.
Strategies For Forming Actions to Determine The Next Speaker in Informal Conversations: a Comparative Study in Javanese And Japanese Pribadi, Nirbito Hanggoro; Wijayanti, Kenfitria Diah; Rahadini, Astiana Ajeng; Kurwidaria, Favorita; Said, Dewi Pangestu; Veronika, Prima; Lestari, Eni Sri Budi
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores techniques for determining the next speaker in informal conversations involving Javanese and Japanese-speaking adolescents. The focus of the study is on the techniques used by these speakers to determine the next speaker. The dataset was obtained through observation of informal conversations between Javanese and Japanese-speaking adolescents. The collected data was then analysed using conversation analysis by looking at the practice of using strategies to determine the next speaker, both verbal and non-verbal. The results show that name greetings and eye contact gestures are used as effective techniques to deal with the issue of orientation regarding who will be the next speaker. These findings offer a dimension for describing similarities and specific techniques in the diversity and commonalities of cross-linguistic and cross-cultural conversations.