Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Perbandingan Pemanfaatan Media Buku Teks dengan Media Digital untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Materi Drama Putri Mahrizki; Muhammad Darwis; Ezmar
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2025): SEPTEMBER
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9ff5xs30

Abstract

"A Comparison of the Use of Textbooks and Digital Media to Improve Understanding of Drama Material." This research was conducted at SMP Negeri 15 Takengon with eighth-grade students. The aim of this study is to identify the comparison between the use of textbooks and digital media in teaching drama material, as well as to determine the effectiveness of each media type. This research employed a quantitative method with an experimental approach. The research design used was a pretest-posttest experimental design with two groups: experimental group 1 and experimental group 2. Based on data description and t-test analysis, both classes showed significant differences, indicating a variance in the effectiveness of using textbooks versus digital media for drama material. The results showed that digital media was more effective than textbooks in enhancing students’ understanding of drama. Through questionnaires and written tests, it was revealed that students found digital media to be more effective than textbooks in improving their comprehension of drama material.
Analysis of Elementary School Students’ Scientific Literacy Skills on the Topic of Animal Life Cycles Evendi; Arviani, Venni; Ezmar; Rizki Aria
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 7 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v7i2.151

Abstract

The mastery of scientific literacy is a critical competency in 21st-century education, enabling students to apply scientific knowledge in solving real-world problems. However, evidence shows that elementary school students in Indonesia generally achieve low levels of scientific literacy, particularly in conceptual reasoning and the application of scientific evidence. This study aimed to analyze the scientific literacy skills of Grade IV students at UPTD SD Negeri 2 Peusangan Siblah Krueng, focusing on three key indicators: identifying scientific evidence, explaining scientific phenomena, and applying scientific evidence in daily life. Employing a descriptive qualitative approach with an intrinsic case study design, data were collected from 25 students through a 15-item test developed based on the Programme for International Student Assessment framework. The responses were analyzed using content analysis to categorize ability levels. The results indicated that 44% of students were in the low category, 40% in the high category, and 16% in the moderate category. Students performed best in identifying scientific evidence, followed by applying evidence in real-life contexts, while the lowest achievement was in explaining phenomena, reflecting limited conceptual understanding and reasoning ability. These findings highlight the need for transforming science instruction from content delivery to experiential, inquiry-based, and problem-based learning integrated with real-life contexts and technology. Such pedagogical reforms are expected to foster deeper conceptual mastery, critical thinking, and practical application of scientific knowledge, thereby contributing to both the theoretical development of science education and practical efforts to enhance 21st-century competencies at the primary school level.
Analisis Semiotika Dan Pesan Moral Pada Film Imperfect INTAN; Muhammad Darwis; Ezmar
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 4 No. 02 (2024): Vol. 4 No. 02 (2024): Maret | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Indonesia|
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh teori semiotika munurut Roland Barthes mengenai pesan moralitas di film Imperfect perihal Body Shaming yang mengkomplain tubuh individu secara negatif. Tujuan dari riset ini untuk melihat proses penganalisis semiotika serta pesan moralitas di Film Imperfect. Metode riset diterapkan berupa riset kualitatif. Teknik mengumpulkan data di riset ini dengan mengobservasi dan dokumeter. Hasil riset diperoleh dari 3 pesan yakni pertama, Denotasi saat cuplikan kejadian memperlihatkan wujud sikap body shaming dilakukan beberapa individu terdekat Rara misalnya ibu, rekan kerja serta teman lain dengen mendorongkan diri terus berdiet supaya tubuhnya ideal. Kedua, Konotasi saat cuplikan kejadian Ibu Rara beserta partner kerjanya mewajibkan Rara punya tubuh normal tidak gemuk. Ini condong ke stereotip halayak ramai yang tertanam pondasi ideologi ”cantik”, yakni cantik wajib langsing, kulit putih, rambut lurus, penampilan menarik dengan perhiasan sesuai trend, dan lainnya. ketiga, Mitos akan perbandingan fisik di waktu kecil berdampak akan konseptual individu serta citraa anak, mitos perihal public figure waib bertubuh ideal berwajah cantik atau tampan, dan mitos perihal kejadian di daerah kerja yakni individu berparas menarik mampu dinilai baik menjalankan tugasnya.
Kemampuan Anak Penyandang Tunagrahita Dalam Mendeskripsikan Teks Menggunakan Media Flashcard Pada Siswa SLB Negeri Terpadu Bireuen Defri Abdullah; Ezmar; Isnani, Wirdatul
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 5 No. 01 (2024): Vol. 5 No. 01 (2024): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang Kemampuan anak penyandang tunagrahita dalam mendeskripsikan teks menggunakan media flashcard pada siswa SLB Negeri terpadu bireuen. Pemahaman pada anak tunagrahita dalam melihat bagaimanakah kemampuan mereka dalam mendeskripsikan teks menggunakan media flashcard dan untuk melihat bagaimanakah respon mereka terhadap pembelajaran menggunakan media tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti sebagaimana sebuah kemampuan dari anak tunagrahita dalam mendeskripsikan teks menggunakan media  flashcard. Dalam penelitian ini menggunakan populasi dari beberapa siswa SLB Negeri Terpadu Bireuen. Dalam melihat hasil kemampuan mereka, pada penelitian ini menggunakan uji T sebagai penilaian. Dari hasil penelitian ini, menunjukkan bahwa kemampuan mereka lebih maksimal mendeskripsikan teks dengan melihat media yang digunakan. Adapun nilai akhir mereka berkisaran antara 80 dan 90 dengan hasil maksimal sesudah melakukan metode media flashcard jika di bandingkan dengan sebelum menggunakan metode tersebut. Jadi artinya, terdapat perubahan untuk mereka dengan penggunaan media flashcard dan bisa digunakan untuk melanjutkan untuk meningkatkan hasil pembelajaran.
Keefektifan Model Pembelajaran Picture and Picture Pada Anak Penyandang Tunagrahita Dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran di SLB Negeri Terpadu Bireuen Ullia Safarina; Ezmar; Isnani, Wirdatul
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 5 No. 01 (2024): Vol. 5 No. 01 (2024): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan model pembelajaran dapat membantu dalam peningkatan hasl belajar. Pemilihan model pembelajaran dan strategi pembelajaran yang baik akan membuat peserta didik lebih mudah memahami dan cepat merespon pada saat proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini meneliti tentang keefektifan model pembelajaran picture and picture bagi anak penyandang tunagrahita dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan model pembelajaran picture and picture bagi anak penyandang tunagrahita pada saat proses pembelajaran berlangsung dalam meningkatkan hasil belajarnya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa SLB Negeri Terpadu Bireuen kelas 2. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-test dan post-test Dari hasil penelitian menunjukkan terdapat keefektifan penggunaan model pembelajaran picture and picture dengan nilai korelasi 0,0945 dengan korelasi sempurna dan nilai hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh nilai t-hitung 2,887>t-tabel 2,353. Artinya penggunaan model pembelajaran picture and picture efektif dalam meningkatkan hasil pembelajaran.
Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP IT Muhammadiyah Gandapura Dalam Menulis Teks Eksplanasi Dengan Menggunakan Media Gambar dan Metode Discovery Learning Fitria; Ezmar; Yuhafliza
Aliterasi (Jurnal Pendidikan, Bahasa, dan sastra) Vol. 5 No. 01 (2024): Vol. 5 No. 01 (2024): September | Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Sastra Indones
Publisher : Publisher: Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul ” Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP IT Muhammadiyah Gandapura dalam Menulis Teks Eksplanasi dengan Menggunakan Media Gambar dan Metode Discovery Learning.” Tujuan penelitian ini untuk memperoleh informasi dan mendeskripsikan data tentang Kemampuan Siswa Kelas VIII SMP IT Muhammadiyah Gandapura dalam Menulis Teks Eksplanasi dengan Menggunakan Media Gambar dan Metode Discovery Learning Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitafif dan pendekatan deskriptif. Adapun sumber data peneltian ini adalah siswa kelas VIII SMP IT Muhammadiyah Gandapura yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan dilakukan dengan teknik tes. Teknik analisis data dilakukan dengan menghitungkan nilai rata-rata (mean). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perolehan nilai rata-rata yaitu 72. Hal ini menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP IT Muhammadiyah Gandapura menulis belum mampu menulis teks eksplanasi. Siswa yang memperoleh nilai pada rentang nilai rata-rata adalah 9 orang atau 28,12%, siswa yang memperoleh nilai di atas nilai rata-rata adalah 10 orang atau 31,25%, siswa yang memperoleh nilai di bawah nilai rata-rata adalah 13 orang atau 40,63%. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah nilai rata-rata dibandingkan dengan siswa yang memperoleh nilai di atas nilai rata-rata dengan persentasenya adalah 40,63%:28,12%.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF NEARPOD TERHADAP MINAT BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 SAMALANGA Nadila, Sarah Ulfa; Astuti, Nia; Ezmar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Posted
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62812

Abstract

This study was motivated by students' low interest in learning Indonesian. One effort to improve students' interest in learning is through the use of the Nearpod interactive learning media. This study aimed to determine the effect of using the Nearpod interactive learning media on the interest in learning Indonesian among tenth-grade students at SMA Negeri 1 Samalanga. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group design. The population consisted of 180 tenth-grade students at SMA Negeri 1 Samalanga. The sample comprised 30 students in the experimental class and 30 students in the control class. Data were collected through tests, questionnaires, and documentation. The data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, homogeneity tests, the Independent Sample t-Test, and the N-Gain test. The results showed that the mean posttest score of the experimental class was 83.33, which was higher than that of the control class (73.50). The results of the Independent Sample t-Test yielded a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.001 < 0.05, indicating that the use of the Nearpod interactive learning media had a significant effect on students' interest in learning. Furthermore, the N-Gain score of 0.75 was categorized as high. Based on these findings, it can be concluded that the Nearpod interactive learning media has a significant effect on students' interest in learning Indonesian among tenth-grade students at SMA Negeri 1 Samalanga. In addition, the N-Gain results indicate that the media is also effective in improving students' interest in learning.
BAHASA TABU DALAM MASYARAKAT GAYO DI KABUPATEN ACEH TENGAH Rahmawati; Alfi Syahrin; Ezmar
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomer 03, September 2026 Publication
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.62927

Abstract

Taboo language is a linguistic phenomenon reflecting the close relationship between language, culture, and social norms within a society. This study aims to describe the forms and classifications of taboo language and to explain the social contexts of its use among the Gayo people in Central Aceh Regency. A descriptive qualitative approach was employed. Data were gathered through listening, participatory observation, recording, and note-taking involving three native Gayo speakers from the Kute Panang, Ketol, and Kebayakan districts. Data analysis involved data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results identified 39 instances of taboo language, classified into six categories: taboos regarding personal names, animal names, body parts, disease names, specific words, and profanity. The use of taboo language is influenced by fear, politeness, comfort, and religious teachings. Furthermore, its usage is heavily influenced by social contexts, including age, kinship ties, social status, location, and the communicative situation. The Gayo community also employs euphemisms—a form of linguistic softening—to avoid uttering words considered taboo. The study demonstrates that taboo language continues to function as a mechanism for upholding social norms, linguistic politeness, and the cultural identity of the Gayo people, even though it is undergoing shifts due to social change and the evolution of the times.