Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepemimpinan Kiai dalam Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Santri Pondok Pesantren Al Hasan Bekasi Sugiarto; Izzat, Muhammad; Matin
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.3869

Abstract

Penelitian ini akan menjawab permasalahan strategi kepemimpinan kiai dan implikasinya terhadap penanaman jiwa kewirausahaan di pondok pesantren Al-Hassan Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Teknik mengumpulkan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa; strategi kepemimpinan yang dipakai menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman, dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan santri adalah dengan penanaman Panca Jiwa pondok pesantren Al-Hassan yaitu keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah islamiyah (persaudaraan), dan tholabul ilmi (menuntut ilmu). Selanjutnya peningkatan sarana dan prasarana yang sesuai dengan penanaman jiwa kewirausahaan melalui kerjasama dengan Bank Indonesia di bidang peternakan lele, dan pembangunan kantin, minimarket, dan laundry. Program kunjungan tempat usaha dan pemberian amanah kepada santri dalam bertanggung jawab mengelola usaha dalam pesantren, Serta program lainnya dalam menguatkan visi dan misi pondok pesantren Al-Hassan. Adapun implikasi strategi kepemimpinan yang dipimpin langsung oleh kiai melibatkan banyak orang, bukan hanya guru dan karyawan, tetapi pihak lain untuk melakukan kerjasama dengan tujuan yang sama yaitu meningkatkan jiwa kewirausahaan pada santri, sehingga lulusan memiliki jiwa kewirausahaan serta memiliki semangat dalam membuat sebuah lapangan kerja.
Kritik Ibn Khaldun terhadap Budaya dan Kekuasaan: Analisis Konsep Ashabiyyah' dalam Muqaddimah Matin; Masykur; Ahmad Gufron , Iffan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1179

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ashabiyyah dalam pemikiran Ibn Khaldun sebagaimana tertuang dalam karya monumentalnya, Muqaddimah, dengan fokus pada hubungan antara solidaritas sosial, budaya, dan kekuasaan. Dalam kerangka filsafat politik Islam klasik, ashabiyyah dipahami sebagai kekuatan kolektif yang menjadi fondasi pembentukan dan keberlangsungan kekuasaan politik serta stabilitas budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dan studi kasus lokal di Provinsi Banten, dengan menyoroti keluarga besar H. Chasan Shohib sebagai representasi aktualisasi ashabiyyah dalam konteks kekuasaan kontemporer. Hasil analisis menunjukkan bahwa ashabiyyah yang bersifat inklusif dan etis dapat menjadi sumber kekuatan sosial-politik yang stabil dan berkeadilan, sementara ashabiyyah yang eksklusif dan tidak adaptif cenderung mendorong disintegrasi dan kemunduran kekuasaan. Temuan ini menegaskan relevansi pemikiran Ibn Khaldun dalam membaca dinamika kekuasaan modern, serta pentingnya revitalisasi nilai solidaritas sosial berbasis budaya dan moralitas untuk membangun kekuasaan yang berkelanjutan.