Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) DALAM PEMBELAJARAN KONSEP DASAR IPA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN SIKAP ILMIAH MAHASISWA CALON GURU IPA SD Wawan Eka Setiawan; Neri Egi Rusmana
Jurnal Pesona Dasar Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Pesona Dasar Volume 6 Nomor 2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v%vi%i.12198

Abstract

One of the problems encountered in science learning in school today that the learning process is less develop the skills and scientific attitude. Where science process skills and scientific attitudes are activities that must be developed at every level of education in science subjects. In this study, problems were developed about how the influence of CLIS learning models on the improvement of science process skills and scientific attitudes of PGSD students, other than that, the problem of how much improvement in science process skills and scientific attitudes of students when learning is carried out by applying the CLIS learning model. The research methodology used in this study is Pre-Experimental Designs, by using a research design One Group Pretest Posttest Design, wherein the implementation compares the pretest of science process skills and students' scientific attitudes with the posttest of science process skills and student scientific attitudes. Based on the data analysis that has been carried out the implementation of the CLIS learning model has a strong influence on student science process skills, also has a strong influence on the increasing scientific attitude of students, and improvement of science process skills using the CLIS model is included in the medium category, as well as the improvement of the scientific attitude of students included in the medium category. Based on the results of the analysis the researcher recommends to the dossiers, to the teacher, to the principal to make the CLIS learning model an alternative learning process in the classroom, as well as to the next researcher this research can be used as a reference in subsequent research.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING AND MATHEMATICS (STEM) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DAN SIKAP KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA MATERI PERMASALAHAN LINGKUNGAN Melisa Anggraeni; Wawan Eka Setiawan; Ai Hayati Rahayu
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 9 No 2 (2025): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam menunjukkan kemampuan berpikir kreatif dan partisipasi siswa yang cenderung pasif sehingga berdampak pada kurangnya sikap kreatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan skor rata-rata kemampuan berpikir dan sikap kreatif siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) dalam pembelajaran IPA materi masalah lingkungan di kelas V SDN Pakemitan II. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen dan desain One-Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian adalah 28 siswa kelas V. Instrumen yang digunakan adalah tes dan angket, penggunaan model sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, uji-t dan uji gain ternormalisasi (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tes kemampuan berpikir kreatif memperoleh skor rata-rata posttest sebesar 83,17, lebih tinggi dari skor rata-rata pretest sebesar 68,82. Pada angket sikap kreatif, nilai rata-rata data akhir sebesar 88,00 lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata data awal sebesar 82,78. Uji normalitas dan angket menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi uji normalitas sehingga dilanjutkan dengan uji-t. Hasil uji-t sampel berpasangan (paired sample t-test) memperoleh nilai p-value (p) sebesar 0,00 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima, dimana H1 = terdapat perbedaan skor rata-rata kemampuan berpikir dan sikap kreatif siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran STEM. Berdasarkan data uji gain ternormalisasi (N-Gain), peningkatan kemampuan berpikir dan sikap kreatif siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran STEM termasuk kriteria sedang dengan skor 0,47 dan 0,31. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir dan sikap kreatif siswa sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) pada pembelajaran IPA masalah lingkungan di kelas V SDN Pakemitan II Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang tahun ajaran 2023/2024.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI ZAT TUNGGAL DAN CAMPURAN DI SEKOLAH DASAR Phya Perwiati Yuseviani; Tasya Ramandha; Dadang Gunadi; Wawan Eka Setiawan
JESA-Jurnal Edukasi Sebelas April Vol 9 No 1 (2025): JESA - Jurnal Edukasi Sebelas April
Publisher : LPPM UNSAP & Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan proses sains dan sikap ilmiah rasa ingin tahu siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan sikap ilmiah rasa ingin tahu siswa pada materi zat tunggal dan campuran. Metode penelitian pra eksperimen dengan one group pretest-posttest design . Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata keterampilan proses sains dan sikap ilmiah rasa ingin tahu siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran inkuiri terbimbing. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil analisis menggunakan uji t pada taraf signifikasi 5% diperoleh sig.(2- tailed ) sebesar 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil tersebut diperkuat dengan pengujian effect size , diperoleh nilai sebesar 1,92 untuk keterampilan proses sains dan 2,44 untuk sikap ilmiah rasa ingin tahu siswa dengan klasifikasi pengaruh yang sangat besar. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan sikap ilmiah rasa ingin tahu siswa kelas V SDN Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang Tahun Pelajaran 2023/2024. Namun, meskipun terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri, namun pembelajaran belum menggunakan media pembelajaran, sehingga perlu pengembangan lebih menggunakan media pembelajaran.