Sri Wahyuni, Yanti
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Keterampilan Komunikasi Siswa Melalui Metode Diskusi Kelompok Di Kelas XI IPS 2 Taruna SMA N 1 Sungai Rumbai Kabupaten Ramanda, Jeli; Sri Wahyuni, Yanti; Erningsih
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i1.3428

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan komunikasi siswa walaupun guru sudah menjelaskan materi pembelajaran baik dari awal pembelajaran maupun diakhir pembelajaran, disebabkan oleh metode pembelajaran yang digunakan membuat siswa cendrung fasif. Hal ini terjadi pada siswa di Kelas XI IPS 2 Taruna SMA N 1 Sungai Rumbai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola keterampilan komunikasi siswa melalui metode diskusi kelompok di kelas XI IPS 2 Taruna SMA N 1 Sungai Rumbai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori belajar sosial Albert Bandura. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Jenis data penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang. Metode pengumpulan data digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ketika pembelajaran tidak menggunakan metode diskusi kelompok, maka belm terlihat adanya pola keterampilan komunikasi siswa kelas XI Taruna SMA N 1 Sungai Rumbai, sedangkan pembelajaran telah menggunakan metode diskusi kelompok, maka adanya terlihat pola keterampilan komunikasi siswa, berarti keterampilan komunikasi siswa melalui metode diskusi kelompok memperlihatkan timbulnya pola berkomunikasi siswa saat pembelajaran.
Hubungan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPS di Kelas VII di SMP N 01 Sungai Rumbai Dharmasraya Fidia Sari, Sinta; Sri Wahyuni, Yanti; Hefni, Hefni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3762

Abstract

Komunikasi interpersonal guru di SMP N 1 Sungai Rumbai belum dapat berjalan dengan baik, karena masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh guru sehingga hal ini juga akan menjadi pengaruh bagi minat belajar siswa di SMP N 01 Sungai Rambai. Berdasrkan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan Hubungan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Minat Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Ips Di Kelas VII DI SMP N 01 Sungai Rumbai Dharmasraya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah behavioristik yang dikemungkakan oleh Watson. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitaif dengan menggunakan metode korelasi. Metode pengumpulan data adalah melalui angket yang dibagikan kpada siswa, dnegan jumlah sampel sebanyak 27 orang siswa kelas VIII. Tekniks analisis data dalam penelitian ini yaitu dnegan menggunakan uji Rxy untuk mengetahui hubungan antara Kemampuan Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Minat Belajar Siswa. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa adanya hubungan Kemampuan Komunikasi Interpersonal Guru Terhadap Minat Belajar Siswa. Hal ini terlihat melalui uji hipotesis yang menggunakan uji t. Dari hasil analisis diperoleh thitung = 2,41 dan ttabel = 1,70 berarti hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu H1 karena 2,41 > 1,70. Hal ini. Setelah dilakukan uji hipotesis diperoleh bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Komunikasi Interpersonal Guru terhadap Minat Belajar Siswa Dalam Pelajaran Sosoilogi Siswa Kelas VII Di SMP N 01 Sungai Rumbai Dharmasraya.
PERAN EKSTRAKURIKULER KETARUNAAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK FASE-E DI SMA NEGERI 1 SUNGAI RUMBAI Fingki, Dolly Rahma; Sarbaitinil; Sri Wahyuni, Yanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64232

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan penting dalam penyelenggaraan pendidikan untuk membentuk peserta didik yang memiliki sikap dan perilaku positif. Salah satu upaya yang dilakukan sekolah adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler ketarunaan yang berperan dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler ketarunaan dalam membentuk karakter peserta didik Fase E di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai.. Penelitian ini berlandaskan pada teori karakter Thomas Lickona yang menjelaskan bahwa pembentukan karakter mencakup tiga unsur utama, yaitu moral knowing (pengetahuan moral), moral feeling (perasaan moral), dan moral action (tindakan moral). Ketiga unsur tersebut menjadi dasar dalam menganalisis pembentukan karakter peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler ketarunaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Pembina Ketarunaan, dan peserta didik Fase E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler ketarunaan memberikan peran yang positif terhadap pembentukan karakter peserta didik Fase E di SMA Negeri 1 Sungai Rumbai. Nilai karakter yang berkembang meliputi disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Pembentukan karakter tersebut dilakukan melalui proses pembiasaan dalam berbagai kegiatan ketarunaan yang mendorong peserta didik untuk menaati peraturan, melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam kelompok. Dengan demikian, ekstrakurikuler ketarunaan menjadi salah satu program sekolah yang efektif dalam mendukung pelaksanaan pendidikan karakter melalui pengalaman langsung dan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SOSIOLOGI DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI KELAS X 3 SMAN 12 BUNGO Ningsih, Indri Septi; Nurdin, Buchari; Sri Wahyuni, Yanti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.65041

Abstract

This research is motivated by the low learning activity of students in Sociology learning in class X 3 of SMAN 12 Bungo which is characterized by the lack of student participation in discussions, courage to express opinions, the ability to ask questions, and involvement in the learning process. The Deep Learning approach is seen as one of the learning alternatives that is able to create a meaningful learning process (meaningful learning), full of awareness (mindful learning), and joyful learning, so that it can increase the active involvement of students. This study aims to describe the implementation of Sociology learning with a Deep Learning approach which includes the planning, implementation, and evaluation stages, as well as identify the advantages and disadvantages of its application in increasing the learning activity of students in class X 3 SMAN 12 Bungo. The theory used in this study is Lev Vygotsky's Social Constructivism Theory as the main basis for analyzing the implementation of Sociology learning with a Deep Learning approach in increasing student activity. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. The research informants were selected using the purposive sampling technique consisting of Sociology teachers and 6 students of class X 3 of SMAN 12 Bungo. Data were collected through observations, in-depth interviews, and documentation studies. Furthermore, data analysis was carried out using the Miles and Huberman model which included data collection, data reduction, data presentation, as well as inference withdrawal and verification. The results of the research conducted in class X 3 of SMAN 12 Bungo show that the implementation of Sociology learning with the Deep Learning approach has been carried out through the stages of planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, teachers develop learning tools that internalize the principles of meaningful learning, mindful learning, and joyful learning. The implementation places teachers as facilitators through discussions, analysis of social phenomena, presentations, and contextual learning, while the evaluation includes cognitive aspects and student activity. The application of the Deep Learning approach has been proven to increase students' activeness in visual, oral, listening, motor, mental, and emotional aspects. However, its implementation still faces obstacles in the form of limited facilities, time management, teacher readiness, and differences in student characteristics.