Santoso, Fransiskus Gatot Iman
Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : JIEM

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI SISWA Widodo, Albert; Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan (model pembelajaran langsung dan model pembelajaran Accelerated Learning) dengan tingkat kecerdasan emosi siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SMPN 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII G dan VII H sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung serta kelas VII I dan VII J sebagai kelas eksperimen dengan Accelerated Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kecerdasan emosi siswa. Instrumen tes divalidasi untuk mengetahui kevaliditasannya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan Accelerated Learning lebih baik dibandingkan prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan tingkat kecerdasan emosi yang sama atau antar tingkat kecerdasan emosi pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA KELAS XII Yunita, Yunita; Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi Active Knowledge Sharing lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XII IPS semester ganjil pada tahun Ajaran 2018/2019 di SMAK St. Bonaventura Madiun dengan populasi kelas XII IPS. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas XII IPS 2 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan strategi Active Knowledge Sharingdan kelas XII IPS 1 sebagai kelas kontrol diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes, yaitu tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Sebelum instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa digunakan terlebih dahulu divalidasi isi dengan meminta pertimbangan pada validator ahli (dosen program studi pendidikan matematika) dan validator praktisi (guru mata pelajaran matematika) untuk mengetahui validitasnya.Hasil penelitian diperoleh Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi active knowledge sharing mempunyai banyak  siswa = 24 siswa dengan nilai rata-rata  = 28,646, dan mempunyai varians  =  155,967 sedangkan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran ekspsitori mempunyai banyak siswa   = 24 siswa dengan nilai rata-rata  = 3,125, dan mempunyai varians  = 387,228. Pengujian hipotesis menggunakan uji  dengan taraf nyata 0,05. Disimpulkan, bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar  dengan strategi Active Knowledge Sharing lebih baik dari pada kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Ekspositori.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) DAN MODEL PROJECT BASED LEARNING(PjBL) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 2 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Elizabet Yusnita Putri Astari, Maria; Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes – nilai pretes. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas X IPA. Untuk sampel penelitian ini adalah kelas X A6 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP, kelas X A4 sebagai kelas eksperimen yang diajar dengan menggunakan model PjBL, dan kelas X A5 sebagai kelas kontrol yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku , prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku , dan prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional yang mempunyai banyak siswa dengan nilai rata-rata  dan simpangan baku . Analisis statistik menggunakan uji normalitas data dan uji homogenitas data diperoleh bahwa ketiga data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan ketiga data berasal dari populasi dengan variansi homogen. Sedangkan untuk analisis variansi satu arah disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran MMP, prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model PjBL, dan prestasi belajar matematikakelompok siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERSIKLUS (LEARNING CYCLE) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 MADIUN Oneviane, Christina; Gatot Iman Santoso, Fransiskus
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes  nilai pretes Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan  teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas XI IPA. Untuk s`ampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dengan banyak siswa  = 25, diperoleh nilai rata-rata  = 46,40 dan simpangan baku , dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan banyak siswa  = 29, diperoleh nilai rata-rata  = 31,72 dan simpangan baku . Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung.
PROSES MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) AGAR SISWA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BAIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (SUATU KAJIAN TEORI) Rey Siska, Riza; Fransiskus Gatot Iman, Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali permasalahan dalam proses pembelajaran matematika serta memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan hasil observasi yang dilaksanakan di SMPN 4 Madiun, (2) Menjelaskan proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika, (3) Menjelaskan proses Model Eliciting Activities (MEAs) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari data dari literatur terkait. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan content analisys. Dari kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan obeservasi di kelas VII SMPN 4 Madiun, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga masih kurang melibatkan siswa, prestasi belajar siswa masih belum memenuhi KKM, siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal-soal karena kurangnya pendalaman materi, siswa masih kesulitan membuat model matematika, dan rasa percaya diri siswa masih rendah. (2) Proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) memuat tiga komponen, yaitu Auditory, Intellectually, dan Repetition. Ketiga komponen tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika. (3) Proses pembelajaran yang menggunakan Model Eliciting Activities (MEAs) didasarkan pada situasi kehidupan nyata, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil, dan diminta menyusun model matematika sebagai solusi. Dalam Model Eliciting Activities (MEAs), terdapat tujuh fase yang harus diperhatikan. Ketujuh fase tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Marlena, Marlena; Santoso, Fransiskus Gatot Iman
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aims to find out the differences of the students’ critical thinking ability by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability by using direct learning. Moreover, the research is an apparent experimental quantitative research. The research conducted in the first semester of 2015/2016 at SMP Negeri 4 Madiun. The population is all the students of 7th grade. In this case, the sample of research are all students of 7th – H grade as experimental class that use probing prompting approach and also all students of 7th – I grade as control class taught by using direct learning. Further more, test method was applied as technique of data collecting. To get the sample, cluster random sampling is used in this research. The instrument used in test method was mathematic critical thinking ability test. It was applied to figure out the students’ mathematic critical thinking ability. However, the instrument of research was validated first before being tried out. Hypothesis testing applies t experiment with the real level is 0,05. Besides, hypothesis testing related to students’ critical thinking ability shows that tcounted (=0,285) is lower than ttable (=1,672). As a result, H0 is approved. In other words, there are no differences between the students’ critical thinking ability taught by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability taught by using direct learning. Keywords: Probing Prompting Approach, Mathematic Critical Thinking Ability.
PROSES MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) AGAR SISWA MEMILIKI PEMAHAMAN YANG BAIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA (SUATU KAJIAN TEORI) Riza Rey Siska; Santoso Fransiskus Gatot Iman
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menggali permasalahan dalam proses pembelajaran matematika serta memberikan alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tujuan penelitian ini: (1) Mendeskripsikan hasil observasi yang dilaksanakan di SMPN 4 Madiun, (2) Menjelaskan proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika, (3) Menjelaskan proses Model Eliciting Activities (MEAs) agar siswa memiliki pemahaman yang baik terhadap materi mata pelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari data dari literatur terkait. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan content analisys. Dari kajian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) Berdasarkan obeservasi di kelas VII SMPN 4 Madiun, ditemukan beberapa permasalahan, yaitu proses pembelajaran masih berpusat pada guru sehingga masih kurang melibatkan siswa, prestasi belajar siswa masih belum memenuhi KKM, siswa kurang terlatih dalam mengerjakan soal-soal karena kurangnya pendalaman materi, siswa masih kesulitan membuat model matematika, dan rasa percaya diri siswa masih rendah. (2) Proses Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) memuat tiga komponen, yaitu Auditory, Intellectually, dan Repetition. Ketiga komponen tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika. (3) Proses pembelajaran yang menggunakan Model Eliciting Activities (MEAs) didasarkan pada situasi kehidupan nyata, siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil, dan diminta menyusun model matematika sebagai solusi. Dalam Model Eliciting Activities (MEAs), terdapat tujuh fase yang harus diperhatikan. Ketujuh fase tersebut memuat tujuan pembelajaran matematika sehingga berpotensi membuat siswa memiliki pemahaman yang baik pada mata pelajaran matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSI SISWA Albert Widodo; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning, (2) ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan (model pembelajaran langsung dan model pembelajaran Accelerated Learning) dengan tingkat kecerdasan emosi siswa terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SMPN 4 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII G dan VII H sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung serta kelas VII I dan VII J sebagai kelas eksperimen dengan Accelerated Learning. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes prestasi belajar matematika dan tes kecerdasan emosi siswa. Instrumen tes divalidasi untuk mengetahui kevaliditasannya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran Accelerated Learning. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan Accelerated Learning lebih baik dibandingkan prestasi belajar kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) tidak ada perbedaan antara prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi rendah dengan kelompok siswa yang memiliki tingkat kecerdasan emosi tinggi. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan tingkat kecerdasan emosi yang sama atau antar tingkat kecerdasan emosi pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Marlena Marlena; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aims to find out the differences of the students’ critical thinking ability by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability by using direct learning. Moreover, the research is an apparent experimental quantitative research. The research conducted in the first semester of 2015/2016 at SMP Negeri 4 Madiun. The population is all the students of 7th grade. In this case, the sample of research are all students of 7th – H grade as experimental class that use probing prompting approach and also all students of 7th – I grade as control class taught by using direct learning. Further more, test method was applied as technique of data collecting. To get the sample, cluster random sampling is used in this research. The instrument used in test method was mathematic critical thinking ability test. It was applied to figure out the students’ mathematic critical thinking ability. However, the instrument of research was validated first before being tried out. Hypothesis testing applies t experiment with the real level is 0,05. Besides, hypothesis testing related to students’ critical thinking ability shows that tcounted (=0,285) is lower than ttable (=1,672). As a result, H0 is approved. In other words, there are no differences between the students’ critical thinking ability taught by using probing prompting approach and the students’ critical thinking ability taught by using direct learning. Keywords: Probing Prompting Approach, Mathematic Critical Thinking Ability.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERSIKLUS (LEARNING CYCLE) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 MADIUN Christina Oneviane; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui ada tidaknya perbedaan antara kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes  nilai pretes Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan  teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu pengambilan sampel secara acak (cluster random sampling). Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMA Negeri 2 Madiun dengan populasi kelas XI IPA. Untuk s`ampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 7 sebagai kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran bersiklus dengan banyak siswa  = 25, diperoleh nilai rata-rata  = 46,40 dan simpangan baku , dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan banyak siswa  = 29, diperoleh nilai rata-rata  = 31,72 dan simpangan baku . Berdasarkan analisis statistik dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran bersiklus (Learning Cycle) dengan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran langsung.