Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SANCTIONS AGAINST CHILDREN WHO COMMIT CRIMINAL OFFENSE IN INDONESIA Haeranah, Haeranah; Azisa, Nur; Soewondo, Slamet Sampurno; Nur, Rafika; Bakhtiar, Handina Sulastrina
Tadulako Law Review Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In Indonesia the regulation of the age limit of children is very much regulated in various kinds of existing laws and regulations. related to the imposition of sanctions against children who commit a crime is regulated in detail in law no 11 of 2012 the Criminal Justice System for Children which regulates the age limit of children who can be sanctioned are children who have aged 12 (twelve) years, but have not yet age 18 (eighteen) years and for the types of sanctions imposed on children are divided into 2 types namely criminal sanctions and sanctions of actions.
Tantangan Hukum dan Etika dalam Transplantasi Organ Manusia di Indonesia Bakhtiar, Handina Sulastrina; Bakhtiar, Handar Subhandi
Jurnal Hukum dan Etika Kesehatan VOLUME 5 NO 2
Publisher : Magister Ilmu Hukum - Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jhek.v5i2.269

Abstract

Human organ transplantation has become a prominent topic alongside the advancement of law and technology. Through the transplantation process, an individual may obtain an organ from another person. This study aims to examine the debate between humanitarian principles and economic considerations in the practice of organ transplantation, as well as the legal framework governing organ transplantation in Indonesia. This study is a doctrinal legal study employing conceptual and statutory approaches, and using secondary legal materials analysed qualitatively to address the central issues concerning the discourse on organ transplantation in Indonesia. The findings indicate that human organ transplantation remains ethically complex, as economic pressures and poverty often influence consent, leading to exploitation and commercialisation. Despite existing legal prohibitions, the tension between humanitarian objectives and economic necessity persists, revealing gaps in ensuring voluntary donation, fairness, and the protection of human dignity. The Government of Indonesia, through Law Number 17 of 2023 on Health (Articles 124 to 134) and Government Regulation Number 28 of 2024 (Articles 325 to 381), stipulates the procedures, medical requirements, and ethical and legal aspects of organ transplantation for humanitarian and health recovery purposes, while explicitly prohibiting any form of commercialisation.
PERLINDUNGAN HUKUM TENAGA KERJA MIGRAN INDONESIA DI MALAYSIA Mardiyati, Nursanti; Putri, Aisyah Nikita Permata; Rahayu, Monica Hermala; Romadoni, Rahayu Mulia; Bakhtiar, Handina Sulastrina; Yusup, Ahmad
Jurnal Kreatif : Karya Pengabdian untuk Masyarakat Aktif dan Inovatif Vol 3 No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Zhata Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64578/jkreatif.v3i1.193

Abstract

Migrasi tenaga kerja Indonesia ke luar negeri merupakan fenomena sosio-ekonomi yang berkontribusi signifikan terhadap devisa negara, namun di sisi lain menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial, terutama terkait kerentanan calon pekerja migran terhadap eksploitasi. Rendahnya literasi hukum, lemahnya pengawasan lembaga pelatihan kerja (LPK), serta praktik perekrutan non-prosedural menjadi faktor utama yang memperburuk kondisi ini. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, negara berkewajiban memberikan perlindungan menyeluruh, baik preventif maupun represif, terhadap seluruh warga negara yang bekerja di luar negeri. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dirancang untuk memperkuat perlindungan preventif melalui strategi edukasi hukum interaktif yang ditujukan kepada calon pekerja migran (CPM). Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman CPM terhadap hak dan kewajiban mereka sesuai regulasi, serta mendorong partisipasi aktif dalam pemanfaatan mekanisme pengaduan yang difasilitasi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan. Melalui pendekatan ini, diharapkan terjadi transformasi CPM dari subjek yang pasif dan rentan menjadi subjek hukum yang sadar, aktif, dan berdaya. Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh peserta secara langsung melalui peningkatan literasi hukum, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat sistem perlindungan hukum preventif dan menekan kasus pelanggaran hak pekerja migran