Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Pengaruh Komposisi Unsur Gadolinium (Gd) terhadap Magnesium (Mg) Melalui Casting sebagai Bahan Dasar Implan: Kajian Literatur Susanti, Oknovia; Affi, Jon; Asrilia, Yuni
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 24 No 2 (2020)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jpe.112020.12

Abstract

Magnesium has potential as an implant base material because of its properties required by human bones, such as biocompatibility, non-toxic and easily dissolved (degradability). This element is needed by the human body as much as 375 Mg / day which is stored in bone and blood tissue. Magnesium is the lightest metal which has a mass type of 1.738 gr / cm3 with a modulus of elasticity of 42 GPa which is very close to the modulus of elasticity of natural human bones 10-40 GPa and can be degraded through corrosion that occurs in body fluids containing 0.9 wt% chloride. . Pure magnesium has a high corrosion rate, so there is no need to add alloying elements which can reduce the corrosion rate and at the same time improve its mechanical properties. One of them is through the addition of rare earth alloy elements, namely gadolinium. Currently, magnesium and gadolinium alloys as biodegradable materials are mostly made by casting methods. Therefore, it is necessary to make a literature review on alloys of magnesium and gadolinium by casting methods to see the effect of adding the element gadolinium to magnesium alloys suitable for bone implants in the human body. Based on the results of a literature review of the composition of the effect of the element gadolinium (Gd) on magnesium (Mg) alloys in the casting process for implant base materials, it can be seen that the addition of Gd more than 10% will increase the mechanical properties of the Mg-Gd alloy and a composition suitable for biodegradable implants can be adjusted depending on the needs and health standards as an implant. This Mg-Gd alloy has a wide range of TYS and UTS with TYS 33 MPa-200 MPa and UTS 78 MPa-250 MPa. And the more the element gadolinium is added to magnesium, the smaller the grain size. The smaller the grain size will increase the strength and hardness of the Mg-Gd alloy. Key Words: Biodegradable implants, Pengecoran, Magnesium alloy, Unsur tanah jarang
Inovasi Mesin Penghalus Rempah-Rempah di Koto Anau Kabupaten Solok untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Mujaahid, Muhammad Khalid Al; Susanti, Oknovia; Alhadid, Muhammad Alif; Gasni , Dedison
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1: BATOBO: Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.3.1.67-76

Abstract

Rempah-rempah dan herbal telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, digunakan sebagai bahan kuliner, obat-obatan tradisional, dan produk kosmetik. Indonesia, khususnya di kawasan Asia Tenggara, dikenal sebagai pusat penghasil rempah-rempah berkualitas tinggi di dunia. Nagari Koto Anau di Kabupaten Solok merupakan salah satu daerah penghasil rempah-rempah yang melimpah, seperti cengkeh dan kayu manis. Namun, meskipun kaya akan sumber daya alam, para petani setempat masih menjual rempah-rempah mentah karena keterbatasan teknologi pengolahan, seperti mesin penggiling. Keterbatasan ini menyebabkan nilai produk yang rendah, sehingga mengurangi pendapatan petani. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdian masyarakat menginisiasi merancang mesin penggiling rempah yang dapat diakses oleh petani. Desain alat penghalus rempah-rempah ini memiliki tinggi 1422 mm, panjang 500 mm, dan lebar 200 mm. Sedangkan untuk corong masuk bagian atasnya memiliki panjang 400 mm, lebar 250 mm, pada bagian bawahnya memiliki panjang 160 mm, dan lebar 60 mm. Pada corong keluar memiliki panjang di bagian atasnya 500 mm, dan lebar 180 mm, sedangkan pada panjang bagian bawahnya 500 mm. Alat ini ditenagai motor bakar bertenaga 7,5 HP dan kecepatan putar 3600 rpm. Hasil penggunaan alat penghalus rempah-rempah adalah rempah menjadi halus, merata, dan kapasitas hasil produksi diperoleh sebanyak 20 kg. Alat ini dirancang untuk mempermudah, mempercepat pengolahan, meningkatkan efisiensi, menghemat waktu, mengurangi tenaga, serta mendukung pengembangan usaha pengolahan rempah di tingkat lokal.
Identifikasi Potensi Pengembangan Tanah Dasar (Subgrade) dengan Metode Korelasi Sifat-Sifat Indeks dan Mineralogi Yuliet, Rina; Putra, Rizki Satria; Susanti, Oknovia
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2025): Siklus: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/rxh59031

Abstract

Potensi pengembangan adalah cara untuk menggambarkan sifat tanah ekspansif. Fenomena tanah ekspansif memiliki dampak terhadap kerusakan pada struktur dan infrastruktur. Retak yang terjadi pada perkerasan kaku adalah salah satu kerusakan pada infrastuktur jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan pada tanah dasar (subgrade) untuk jalan dengan metode korelasi sifat-sifat indeks dan mineralogi. Berdasarkan sistem klasifikasi unifikasi, tanah di kawasan Universitas Andalas dapat diklasifikasikan sebagai tanah lempung plastisitas rendah dengan pasir (CL) dan nilai kuat geser tanah rata-rata yang cukup tinggi 0,685 kg/cm2. Hasil identifikasi potensi pengembangan menggunakan korelasi batas-batas atterberg menunjukkan bahwa subgrade jalan bersifat tidak ekspansif. Berdasarkan korelasi pengembangan dengan aktivitas (A) dengan nilai antara 0,02 hingga 0,25. Identifikasi meneralogi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan X-Ray Difraction (XRD) didapatkan kandungan mineral gibbsite yang memiliki potensi mengembang yang rendah dan illite yang memiliki potensi mengembang ketika terpapar air. Hasil potensi pengembangan (S) didapatkan nilai yang bervariasi antara 6,35×10-8 % hingga 0,29 %, nilai ini memiliki derajat pengembangan yang rendah. Dari hasil identifikasi menggunakan korelasi sifat-sifat indeks dan korelasi mineralogi dapat diketahui bahwa subgrade jalan di kawasan Universitas Andalas memiliki potensi pengembangan yang rendah, sehingga retak yang terjadi pada perkerasan kaku di ruas jalan tersebut bukanlah disebabkan oleh sifat subgrade yang ekspansif. Retak yang terjadi kemungkinan disebabkan oleh penyusutan beton, kelebihan beban, kualitas beton yang tidak sesuai dan sebagainya. Untuk perbaikan keretakan pada perkerasan kaku dapat menggunakan bahan yang sesuai, seperti epoxy atau grouting khusus untuk beton, agar keretakan tidak berkembang lebih lanjut.
Design and Performance Testing of Vacuum Induction Furnaces for the Development of Magnesium-Based Biodegradable Implant Materials Susanti, Oknovia; Alhadid, Muhammad Alif; Rispandi, Rispandi; Ikhsan, Alfikri
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.13203

Abstract

Magnesium (Mg) has emerged as a promising biomaterial for implants due to its similarity in physical and mechanical properties to human bone, as well as its ability to degrade safely in the body. However, the main challenges with magnesium are its relatively low mechanical strength and its high tendency to oxidize during the casting process. The use of the Vacuum Induction Casting (VIC) method is crucial to overcome oxidation and porosity issues, resulting in cast products with better integrity. This study aims to design and test the performance of a laboratory-scale vacuum induction furnace for the development of magnesium-based biodegradable implant materials. The furnace was designed using Autodesk Inventor, using a 3.000 W induction module, a water-cooled copper coil, an HA-1 refractory chamber, and a graphite crucible (±52 mL/90 g Mg). Tests showed that the furnace was able to reach an operating temperature of approximately 1.020°C in 2 minutes and 15 seconds, and successfully melted 60 grams of Mg–Gd alloy while the lowest vacuum pressure achieved by the equipment was 0.473 Atm. Rockwell A scale hardness tests yielded average values ​​of 67.1 HRA for Mg–3%Gd and 74.9 HRA for Mg–4%Gd, indicating an increase in hardness with increasing gadolinium content