Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil, Input dan Output Sistem Peternakan Pada Kawasan Agro-Ekologi Tambrauw Provinsi Papua Barat Iyai, Deny; Mustaqim, Aldino Ikhwanul; Sagrim, Meky
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i1.230

Abstract

Sistem-Sistem usahatani ternak yang telah eksis dan dapat dikembangkan di masyarakat dapat beragam. Namun dalam pengembangannya Sistem-Sistem usahatani ternak ini relatif belum dipetakan dan diketahui dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi dan dinamika Sistem sumberdaya peternakan pada kawasan Agroekologi Pesisir kabupaten Tambrauw. Metode penelitian deskriptif dengan teknik FGD dan observasi dilakukan pada kampung target. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan gambar dengan menggunakan Microsoft Visio. Hasil penelitian menunjukan Sistem usahatani peternakan rakyat meliputi komoditas ternak ruminansia berupa ternak sapi, dan kambing; non-ruminansia meliputi ternak babi, dan ayam kampung. Terdapat komoditas ternak yang dapat dikategorikan menjadi komoditas yang dapat dipelihara dalam jangka waktu singkat dan dapat menghasilkan pendapatan bagi peternak dan dipelihara dalam waktu yang lama dan komoditas ternak yang lambat memberikan pendapatan bagi peternak. Komponen input yang digunakan adalah air, bibit ternak, bahan bakar, bibit tanaman. Komponen yang berlangsung dalam proses Sistem usahatani meliputi peternak, hutan, lahan umbaran, kelompok ternak, residu dari tanaman pertanian dan perkebunan serta limbah rumah tangga, lahan kebun, tabungan dan rumah tangga sebagai tenaga kerja. Komponen output yang dihasilkan adalah hasil buruan, ternak hidup/daging, dan hasil panen pertanian dan perkebunan. Simpulan kajian ini adalah sistem usahatani peternakan rakyat yang eksis meliputi komoditas ternak sapi, kambing; ternak babi, dan ternak ayam kampung. Terdapat komoditi ternak yang dapat menghasilkan pendapatan (high return) dalam waktu cepat dan yang lambat memberikan pendapatan bagi peternak (slow return). Komponen “Input” didominasi oleh air, bibit ternak, bahan bakar, bibit tanaman. Komponen “Proses” yaitu peternak, hutan, lahan umbaran, komoditas ternak, residu (by-product) dari tanaman pertanian dan perkebunan serta limbah rumah tangga, lahan kebun, tabungan dan rumah tangga sebagai tenaga kerja. Komponen output yang dihasilkan adalah hasil buruan, ternak hidup/daging, dan hasil panen pertanian serta perkebunan.
Stochastic frontier modelling of technical efficiency and input elasticities in independent broiler production systems in Sorong Regency, Indonesia Lokden, Salmon; Pakage, Stepanus; Pattiselanno, Fredy; Wajo, Mohammad; Baaka, Alnita; Iyai, Deny; Manik, Hotlan; Suawa, Elfira K.; Rahayu, Bernadetta W. I.
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v15i4.541

Abstract

This study assessed the production performance and technical efficiency of independent broiler farmers in Sorong Regency, Indonesia, using a stochastic frontier framework. The objective of the research is to quantify the influence of major production inputs on output, estimate technical efficiency levels, and evaluate the extent to which inefficiency contributes to variations in broiler performance under open-house production conditions. Primary data were collected from active broiler farmers and analyzed using a Cobb–Douglas stochastic frontier production function estimated through maximum likelihood procedures to obtain input elasticities and individual efficiency scores. The results indicated that broiler production performed competitively, with a performance index of 456, low mortality, and an efficient feed conversion ratio. The production frontier estimation showed that day-old chicks and feed were the dominant determinants of output, while medication, electricity, and fuel inputs did not exert statistically significant effects. Average technical efficiency reached 0.89, with 86.6 percent of farmers operating at high-efficiency levels. The gamma parameter of 0.83 indicated that most output variation stemmed from technical inefficiency rather than random disturbances, underscoring the relevance of managerial capacity in shaping production outcomes. The study concludes that improving the quality of biological inputs and strengthening managerial practices is essential for sustaining productivity among independent broiler farmers. The findings provide empirical guidance for technical training programs, input quality improvement, and targeted interventions to enhance production efficiency in eastern Indonesia.