Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Management Therapy of ST-Segment Elevation Myocardial Infarction: A Literature Review Novrianti, Irma; Wijaya, Dhani; Mustamin, Faizal; Wijayanti, Sari
Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2020): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v5i2.8989

Abstract

Coronary Heart Disease (CHD) is the cardiovascular disease due to plaque build-up in the coronary artery, reducing the blood follow to the heart. STEMI (ST-segment elevation myocardial infarction) is the CHD due to the ST-segment elevation in 12 and the cardiac marker elevation as Troponin I. The elevation is due to a blockage in the coronary artery, causing the blood perfusion and oxygen supply for the heart to decrease. The objective of the article review is to describe the correct STEMI therapy based on the research findings and references listed in the literary review. This review was made with the study of literature published in 1993-2019. Conclusion: STEMI therapy management is discomfort management and reperfusion therapy. The reperfusion therapy is aimed to recover the myocardial blood flow, to heal the heart, and to reduce the mortality level. The primary coronary artery reperfusion can be administered with the primary percutaneous coronary intervention (PCI). PCI can open a blockage in the coronary artery and has a good effect on the short-term and long-term clinical results. Besides, it reduces the death risk, myocardial infarction, or repetitive stroke. Meanwhile, reperfusion using fibrinolytics is conducted when PCI is unavailable. Moreover, anticoagulant, antithrombotic, and vasodilators are supporting therapies for STEMI patients to reduce chest pain and prevent reinfarction
PENYIMPANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI (IFRS) RSUD DR.H. JUSUF SK PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA KOTA TARAKAN Regita Rahman, Dian; Wijayanti, Sari; Novrianti, Irma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43437

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas kesehatan yang bertanggung jawab dalam menyediakan layanan kefarmasian, termasuk pengelolaannarkotika dan psikotropika. Pengelolaan Narkotika dan Psikotropika memerlukan penanganan khusus sesuai dengan standar yang telah detetapkan agar memastikan kualitas dan kemanan obat tetap terjaga. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penyimpanan obat psikotropika dan narkotika di IFRS RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan (depo rawat jalan, depo rawat inap, dan gudang) berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016 dan Permenkes No. 5 Tahun 2023. Metode penelitian meliputi observasi langsung terhadap penataan ruangan, tempat penyimpanan, kebersihan, suhu, dan kelembaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan telah sesuai standar, seperti penggunaan lemari khusus dengan pengamanan ketat. Namun, masih terdapat aspek yang perlu diperbaiki, seperti penguatan struktur fisik ruang penyimpanan dan pengelolaan suhu serta kelembaban. Secara keseluruhan, penyimpanan psikotropika dan narkotika di IFRS  RSUD Dr. H. Jusuf SK telah memenuhi sebagian yang ditetapkan.
POLA PENGGUNAAN OBAT RHEUMATOID ARTHRITIS PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DI POLI PENYAKIT DALAM RSUD DR. H. JUSUF SK KOTA TARAKAN PERIODE JANUARI–NOVEMBER 2024 suparman, anisa; Wijayanti, Sari; Novrianti, Irma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.43438

Abstract

Dalam pengobatan RA, pemilihan terapi yang tepat sangat penting. Setiap penggunaan obat harus didasarkan pada prinsip terapi yang rasional. WHO mendefinisikan penggunaaan obat secara bijak dan tepat sebagai pengobatan yang diberikan disesuaikan dengan keperluan klinis, dalam dosis yang tepat bagi masing-masing individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat RA pada pasien Rheumatoid Arthritis yang menjalani perawatan di poli penyakit dalam RSUD Dr. H. Jusuf SK, Kota Tarakan. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan resep yang terdapat di Instalasi Poli Penyakit Dalam RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Variabel bebas yaitu Jenis obat RA yang digunakan pada pasien rheumatoid arthritis (RA). Variabel terikat yaitu pola penggunaan obat RA. Dalam penelitian ini, data diolah dan dievaluasi menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jumlah pasien rheumatoid arthritis dengan jenis kelamin perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki dengan persentase Laki-laki 15,2% dan Perempuan 84,8% dengan usia 41-60 tahun dengan persentase 63,6%. Penggunaan obat pada pasien RA berdasarkan jenis obat yaitu natrium diclofenac dan kombinasi metotreksat dengan natrium diclofenac dengan persentase masing-masing 15,15%. Dosis obat metotreksat 2,5 mg dengan frekuensi 1 x seminggu 7,5 mg dengan persentase terbanyak yaitu 33,90%. Golongan dan jenis obat Rheumatoid Arthritis pada pasien Rheumatoid Arthritis di poli penyakit dalam di RSUD Dr. H. Jusuf SK kota Tarakan yaitu DMARD (Metotreksat), AINS (meloxicam, asam mefenamat, paracetamol, natrium diklofenak, ibuprofen), dan kortikosteroid (metil prednisolone), dan peresepan obat Rheumatoid Arthritis secara kombinasi dalam bentuk kapsul yaitu Thiamin (Vitamin B1), Natrium Diklofenak, dan Diazepam.