Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Diagnosis and epidemiology of Corona Virus (COVID-19) outbreak in Indonesia Sutaryono, Sutaryono; Andasari, Sholikhah Deti; Kasjono, Heru Subaris
Jurnal Teknologi Laboratorium Vol 9 No 1 (2020): 2020 (1): Special Edition "COVID-19"
Publisher : POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.514 KB) | DOI: 10.29238/teknolabjournal.v9i1.222

Abstract

COVID-19 has experienced an increase in 2,995,758 positive cases and 204,987 deaths, in distribution areas of more than 213 countries. This research using a systematic literature review, policy brief, and internet-based questionnaire with the aim of finding out the diagnosis and epidemiology of Coronavirus (COVID-19) outbreak in Indonesia. The cases in Indonesia have reached 9,771 and killed 784 people, possibly as many as 19 cases are asymptomatic but can be carriers of the virus. The diagnosis is carried out by rapid testing and using a polymerase chain reaction (PCR). Most of the patients diagnosed were aged 30-49 years (38.91%), the highest accompanying diseases were hypertension (34.85%), diabetes mellitus (25.76%), and cardiac disease (17.05%). The most signs and symptoms are that the patient has a cough, shortness of breath, and has a history of internal medicine and fever. Based on sex mostly experienced by men (58.94%) compared to women (41.06%), 60.4% of the community is still active outside the home. The Government of Indonesia is making efforts to reduce the COVID 19 outbreak by implementing a health protocol and a Large-scale Social Restrictions or “Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)” policy.
Penetapan Kadar Protein pada Belut Sawah (Monopterus albus Zuieuw) Liar dan Budidaya Andasari, Sholikhah Deti; Zukhri, Saifudin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belut merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik dalam jumlah maupun mutunya. Protein adalah bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh sesudah air. Protein mempunyai fungsi khas yaitu membangun serta memelihara sel-sel jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini memberikan gambaran tentang kadar protein pada belut liar dan belut budidaya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah belut yang dibudidaya masyarakat di daerah Polanharjo sebanyak 3 ekor dan belut sawah dari pencari belut yang diperoleh di sawah di daerah Wedi sebanyak 3 ekor. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu yang dibuat peneliti. Masing-masing sampel diekstraksi terlebih dahulu dengan metode sentrifugasi. Setelah ekstrak protein diperoleh kemudian dihitung kadar proteinnya dengan Spektrofotometri Visibel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kadar protein yang terkandung pada belut budidaya adalah 0,124% sedangkan kadar protein pada belut liar adalah 0,109%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kadar protein pada belut budidaya lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan belut liar.
Standarisasi Ekstrak Etil Asetat Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia S) Andasari, Sholikhah Deti; Indriyastuti, I; Arrosyid, Muchson
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S) secara empiris berkhasiat sebagai obat batuk, disentri, mencret, ambeien dan jerawat.Sehingga daun jeruk nipis berpotensi dikembangkan menjadi obattradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukanstandarisasi ekstrak daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia S) denganparameter spesifik dan non spesifik. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah eksperimental laboratorium. Ekstrak daun jeruknipis dibuat dengan proses maserasi selama 5 hari dengan etilasetat. Uji parameter standar umum ekstrak yaitu parameter spesifikyang meliputi organoleptik ekstrak, senyawa larut dalam air dansenyawa larut dalam etanol. Parameter non spesifik yang meliputisusut pengeringan, kadar air dan bobot jenis. Skrining fitokimiaterhadap ekstrak etil asetat daun Citrus aurantifolia S meliputipemeriksaan tanin, fenol, triterpen, minyak atsiri, saponin danflavonoid. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etilasetat daun Citrus aurantifolia S mengandung senyawa golongantanin, flavonoid, fenol, dan steroid.