Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Teknika

SUBSTITUSI AGREGAT BETON MENGGUNAKAN TANAH URUG LIMESTONE DARI KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN Mushthofa Mushthofa; Amanda Pradhani Yanwar
Teknika Vol 16, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.246 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v16i1.2829

Abstract

Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah untuk  memanfaatkan tanah urug limestone sebagai pengganti agregat beton, untuk menghitung kuat tekan beton yang dihasilkan dari pembuatan beton dengan agregat tanah urug limestone dan mengetahui lebih optimal mana pemakaian beton dengan agregat tanah urug limestone dengan beton konfensional      Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari literature-literatur baik buku maupun jurnal dan penelitian-penilitian terdahulu. Selain data sekunder juga menggunakan data primer yaitu dengan melakukan pengujian bahan dan pembuatan benda uji di laboratorium teknik sipil dan kemudian menganalisis hasil pengujian. Alat analisis yang digunakan adalah peralatan-perltan untuk pengujian bahan di laboratorium mekanika tanah dan laboratorium beton, untuk menghitung dengan menggunakan rumus-rumus baku  untuk setiap jenis pengujian bahan yaitu dengan menguji kadar air, kadar lumpur, kadar organik, uji berat jenis dan uji saringan. Pengujian benda uji dilakukan dengan 3 waktu yaitu pada beton dengan usia 7 hari, 14 hari dan 28 hari.      Dari hasil Analisa penggunaan tanah urug limestone sebagai pengganti agregat beton cukup optimal dengan hasil uji kuat tekan  umur 28 hari sebesar 14,181 kg/m3 dan kuat tekan  yang berumur 24 hari sebesar 12,009 kg/m3. Di lihat dari hasil uji tersebut beton Limestone masih belum layak untuk di gunakan untuk struktur namun beton ini setara Beton K175. Beton Mutu K175 merupakan salah satu jenis beton standar pembangunan di Indonesia, dimana beton jenis ini cocok untuk digunakan sebagai pondasi bangunan. Mutu k175 sendiri dinilai mampu menahan beban sebanyak 14,5 Mpa, tentunya kapasitas tersebut beton ini mampu menahan bangunan bertingkat sekalipun. Sedangkan perbandingan hasil uji kuat tekan beton normal dengan beton Limestone lebih optimal beton normal dengan hasil uji diperoleh 33,5 kg/m3 untuk beton norma dan 14,181 kg/m3 untuk beton Limestone.
KOMPARASI BIAYA OPRASIONAL POMPA AIR BAHAN BAKAR LISTRIK PADA LAHAN IRIGASI DESA MULYOREJO BOJONEGORO mohammad zainul ikhwan; Amanda Pradhani Yanwar
Teknika Vol 17, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.511 KB) | DOI: 10.26623/teknika.v17i1.4310

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama mahluk hidup. Kegunaan air yang bersifat universal atau menyeluruh dari setiap aspek kehidupan menjadi semakin berharga baik secara kuantitas maupun kualitas. Pengelolaan sumber daya air untuk penyelenggaraan irigasi berkaitan dengan keberlangsungan sistem irigasi dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan yang terus meningkat. Untuk menjaga keberlangsungan sistem irigasi memerlukan biaya operasional untuk terus menjalankan  pengelolaan sumber daya air irigasi untuk mendukung kegiatan pengelolaan irigasi. Di desa Mulyorejo terdapat pengelolaan jasa irigasi pompa yang mengambil sumber air bengawan solo yang terletak tepat di utara desa Mulyorejo. Di dalam rumah pompa tersebut terdapat 2 pompa sentrifugal dengan merk torishima pump yang berkapasitas besar, saat ini pengguna jasa irigasi pompa hanya areal persawahan masyarakat desa Mulyorejo, Hasil dari penelitian kali ini adalah kebutuhan air areal persawahan 65 Ha desa Mulyorejo sebesar 1.012 m³/h, kapasitas pompa 1.102 m³/h, dan jam operasional pompa dalam satu kali musim panen 1.152 jam. Dan jumlah biaya operasional dalam satu kali musim panen sebesar Rp. 147.043.420 Dengan besarnya kapasitas pompa dan banyaknya ketersediaan air, perlu pengembangan luas areal persawahan yang teraliri jasa irigasi pompa, dengan membuka komunikasi ke petani di samping kiri ataupun kanan desa, guna memanfaatkan kelebihan air dari kapasitas pompa.