Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Seleksi Tingkat Kecocokan Gambar pada MDID Multimedia Database Dengan Menggunakan Metode ImageDNA Jimmy Moedjahedy; Hamada Zein; Isdayani B; Erfan Tongalu; Kusrini Kusrini; M. Syukri Mustafa
CogITo Smart Journal Vol 6, No 1 (2020): Cogito Smart Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.177 KB) | DOI: 10.31154/cogito.v6i1.223.50-59

Abstract

Dengan semakin tersedianya pilihan informasi digital saat ini, definisi multimedia yang umum diterima adalah kombinasi dari berbagai media seperti teks, gambar, suara, video, animasi. Dalam teoris basisdata, multimedia basisdata mulai dikenalkan yaitu kumpulan data multimedia terkait. Basisdata yang dipilih untuk optimasi dalam penelitian ini adalah MDID (Multiply Distorted Image Database) yang terdiri dari 20 gambar referensi dan 1600 gambar yang sudah diberikan distorsi. Basidata 1600 gambar tersebut akan diuji kecocokan dengan 20 gambar referensi dengan menggunakan metode ImageDNA. Nilai ImageDNA kemudian dilakukan uji data pencilan, sehingga gambar yang nilai ImageDNAnya ekstrim akan dikeluarkan dari basisdata MDID. Hasil dari penelitian ini adalah ada 100 gambar yang dikeluarkan
Implementasi Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Sistem Pendidikan dan Analisis Pembelajaran di Indonesia B, Isdayani; Thamrin, Andi Nurlinda; Milani, Agus
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.4512

Abstract

Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan merupakan bidang yang kompleks dan terus berkembang pesat. Perkembangan ini membawa potensi besar untuk mentransformasi proses belajar-mengajar, namun juga menimbulkan berbagai tantangan etis dan praktis yang perlu diatasi. Implementasi AI dalam pendidikan membutuhkan pertimbangan yang cermat dan menyeluruh terhadap berbagai aspek kritis, termasuk privasi data peserta didik, keadilan dan inklusivitas dalam akses serta penggunaan teknologi, transparansi algoritma dan pengambilan keputusan, tingkat dan bentuk kontrol manusia yang tepat, aksesibilitas bagi semua kelompok peserta didik termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, serta potensi dampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional peserta didik. Mengingat kompleksitas isu-isu tersebut, pendekatan etis terhadap integrasi AI dalam pendidikan harus melibatkan dialog berkelanjutan dan kolaborasi erat antara berbagai pemangku kepentingan. Hal ini mencakup pendidik di berbagai tingkatan, pengembang teknologi AI, pembuat kebijakan pendidikan, siswa sebagai pengguna utama, serta masyarakat luas yang memiliki kepentingan dalam sistem pendidikan. Tujuan utama dari dialog dan kolaborasi ini adalah untuk memastikan bahwa teknologi AI diimplementasikan dan digunakan dengan cara yang tidak hanya bermanfaat dari segi edukasi, tetapi juga adil, etis, dan menghormati hak-hak serta kepentingan semua pihak yang terlibat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi secara mendalam berbagai aspek penggunaan AI dalam pendidikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis manfaat potensial dari integrasi kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan.
Implementasi Etika Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Sistem Pendidikan dan Analisis Pembelajaran di Indonesia B, Isdayani; Thamrin, Andi Nurlinda; Milani, Agus
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.4512

Abstract

Penggunaan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan merupakan bidang yang kompleks dan terus berkembang pesat. Perkembangan ini membawa potensi besar untuk mentransformasi proses belajar-mengajar, namun juga menimbulkan berbagai tantangan etis dan praktis yang perlu diatasi. Implementasi AI dalam pendidikan membutuhkan pertimbangan yang cermat dan menyeluruh terhadap berbagai aspek kritis, termasuk privasi data peserta didik, keadilan dan inklusivitas dalam akses serta penggunaan teknologi, transparansi algoritma dan pengambilan keputusan, tingkat dan bentuk kontrol manusia yang tepat, aksesibilitas bagi semua kelompok peserta didik termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, serta potensi dampak jangka panjang terhadap perkembangan kognitif, sosial, dan emosional peserta didik. Mengingat kompleksitas isu-isu tersebut, pendekatan etis terhadap integrasi AI dalam pendidikan harus melibatkan dialog berkelanjutan dan kolaborasi erat antara berbagai pemangku kepentingan. Hal ini mencakup pendidik di berbagai tingkatan, pengembang teknologi AI, pembuat kebijakan pendidikan, siswa sebagai pengguna utama, serta masyarakat luas yang memiliki kepentingan dalam sistem pendidikan. Tujuan utama dari dialog dan kolaborasi ini adalah untuk memastikan bahwa teknologi AI diimplementasikan dan digunakan dengan cara yang tidak hanya bermanfaat dari segi edukasi, tetapi juga adil, etis, dan menghormati hak-hak serta kepentingan semua pihak yang terlibat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk mengeksplorasi secara mendalam berbagai aspek penggunaan AI dalam pendidikan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis manfaat potensial dari integrasi kecerdasan buatan dalam bidang pendidikan.