Pardede, Zulkisar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Visitasi Pastoral Sebagai Model Pendampingan Teologis untuk Formasi Iman Jemaat Pardede, Zulkisar
Sabda: Jurnal Teologi Kristen Vol 6, No 2 (2025): NOVEMBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55097/sabda.v6i2.296

Abstract

This article discusses pastoral visitation as a model of theological accompaniment that plays an important role in the formation of church members' faith. The background for this writing is based on the reality that the practice of visitation is often marginalized amidst the busyness of church service and social change, despite having a strong biblical and theological foundation. The method used is qualitative with a practical theological approach. Research findings indicate that pastoral visits significantly contribute to strengthening personal spirituality, community solidarity, and holistic faith formation, despite facing challenges such as time constraints, congregational resistance, and digital developments. In conclusion, pastoral visitation remains relevant as a strategy for faith accompaniment. Suggestions for further research include exploring digital and intercultural forms of visitation to meet the needs of today'scongregation.Abstrak:Artikel ini membahas visitasi pastoral sebagai model pendampingan teologis yang berperan penting dalam formasi iman jemaat. Latar belakang penulisan didasari oleh kenyataan bahwa praktik visitasi sering kali terpinggirkan di tengah kesibukan pelayanan gereja dan perubahan sosial, padahal memiliki dasar biblika dan teologis yang kuat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan teologi praktis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa visitasi pastoral berkontribusi signifikan dalam memperkuat spiritualitas pribadi, solidaritas komunitas, serta pembentukan iman yang holistik, meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan waktu, resistensi jemaat, dan perkembangan digital. Kesimpulannya, visitasi pastoral tetap relevan sebagai strategi pendampingan iman. Saran penelitian lanjutan adalah mengeksplorasi bentuk visitasi digital dan interkultural untuk menjawab kebutuhan jemaat masa kini.Kata Kunci: Visitasi, Pastoral, Iman Jemaat.
Pembinaan Warga Gereja bagi Jemaat Korban KDRT: Perspektif Teologi Pastoral Simon, Simon; Pardede, Zulkisar; Tandiongan, Fianus
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.441

Abstract

Abstract: The author of this study, Dasariah, starts from the increasing prevalence of domestic violence in Christian families. The result of this domestic violence is a high divorce rate. The writing of this topic is also based on the church's seeming tendency to still rely on normative advice and prioritise textual interpretation to create Christian family wholeness, without addressing the problems of congregants who are victims of domestic violence. The main research question formulated in this study is: How can the development of church members be framed as a pastoral practice that supports the recovery of victims of domestic violence? In elaborating on this topic, the researcher applied a qualitative method with a pastoral theological approach. The findings of this study indicate that domestic violence experienced by the congregation often takes various forms. Often, the church responds to congregants experiencing domestic violence in a normative manner, and the victim's issues are treated as secondary. That's why the church guides by creating a safe space for the congregation to speak honestly without fear, and by collaborating with counselling institutions to heal the wounds of congregants who have experienced domestic violence. Abstrak: Dasariah penulis kajian ini berangkat dari semakin maraknya kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi dalam keluarga Kristen. Akibat dari KDRT ini menyebabkan tingginya angka perceraian. Penulisan topik ini juga didasarkan pada gereja yang seakan masih cenderung bertumpu pada pemberian nasihat bersifat normatif dan mengutamakan tafsir teks demi menciptakan keutuhan keluarga Kristen, tanpa penyelesaian problem jemaat yang menjadi korban KDRT. Rumusan pertanyaan penelitian utama yang diajukan dari kajian ini bagaimana pembinaan warga gereja dapat dirumuskan sebagai praksis pastoral yang berpihak pada pemulihan korban KDRT? Di dalam menguraikan topik ini, peneliti menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan teologi pastoral. Hasil temuan kajian ini mengemukakan bahwa kekerasan dalam rumah tangga yang dialami oleh jemaat sering kali hadir dalam berbagai bentuk. Acap kali gereja merespons jemaat yang mengalami KDRT bersikap normatif dan masalah korban ditempatkan bersifat sekunder. Itu sebabnya gereja melakukan pembinaan dengan memberikan ruang aman bagi jemaat tanpa takut bersuara secara jujur, serta berkolaborasi dengan lembaga pendampingan guna penyembuhan luka jemaat yang mengalami KDRT.