Istiani, Alit
Department Of Chemical Engineering, Faculty Of Industrial Engineering, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Enhancing Biodiesel Yield from Castor Seed Oil through Co-Solvent-Assisted Transesterification Using n-Hexane Yasyifa, Annisa; Atin, Ro; Istiani, Alit; Anggorowati, Heni
Eksergi Vol 22 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/eksergi.v22i2.14658

Abstract

The growing demand for sustainable energy sources has increased interest in biodiesel as a renewable alternative to petroleum-based fuels. This study explored the effect of reaction time, molar ratio of methanol to oil, and catalyst concentration with the addition of co-solvent on the transesterification of castor seed oil, aiming to increase methyl ester yield. n-Hexane was chosen as the co-solvent due to its physical compatibility with methanol, thus facilitating reactant solubility and product separation. Using response surface methodology (RSM) with Minitab software, process parameters such as co-solvent ratio, reaction duration, and temperature were optimized. The optimized conditions (1:5 co-solvent ratio, 55°C, 20 min) resulted in a biodiesel yield of 98.86%, with GC-MS confirming a methyl ester content of 99.79%. The resulting biodiesel yield met the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) as well as viscosity but had a heating value that was slightly below the standard range. These findings highlight the effectiveness of co-solvent integration in improving biodiesel production from vegetable oil feedstocks.
Studi Isoterm Adsorbsi dan Termodinamika Pada Proses Penyisihan Ion Fe (III) Menggunakan Pektin dari Kulit Pisang Lestari, Indriana; Ristianingsih, Yuli; Istiani, Alit; Anasstasia, Titi Tiara
Eksergi Vol 20 No 3 (2023)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v20i3.10033

Abstract

Adsorben berupa pektin berhasil diekstraksi dari kulit pisang menggunakan larutan asam kuat dan telah digunakan untuk menyisihkan ion Fe3+ dalam air. Pengaruh berbagai parameter terhadap proses adsorbsi, seperti waktu kontak, pH larutan, dosis adsorben, dan temperatur adsorbsi diinvestigasi dalam suatu sistem batch. Konsentrasi ion Fe3+ dalam larutan air diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrometry . Efisiensi adsorbsi terbaik diperoleh pada waktu kontak selama 4 jam, pH larutan 2, dosis adsorben sebesar 3 g, dan temperatur 20oC. Mekanisme proses adsorbsi dan perubahan energi bebas Gibbs, entalpi, serta entropi telah dievalusi. Model isoterm Freundlich dan Temkin paling sesuai untuk menggambarkan mekanisme adsorbsi ion Fe3+ pada pektin dengan R2 berturut-turut 0,9871 dan 0,9591. Data parameter termodinamika membuktikan bahwa adsorpsi ion Fe3+ bersifat eksotermis dan berlangsung secara tidak spontan pada rentang temperatur 20 hingga 60ᵒC. Penelitian ini menunjukkan bahwa kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben murah yang menjanjikan untuk menghilangkan ion Fe3+ dalam air.
Karakterisasi Edible Film dari Pektin Kulit Durian, Pati Singkong, dan Gliserol istiani, Alit; Wardani, Nina Anggita; Kafiya, Maftuh; Hanifah, Nada Alya; Nukhia, Zulfatun
Eksergi Vol 21 No 1 (2024)
Publisher : Prodi Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri, UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/e.v21i1.10949

Abstract

Kulit durian merupakan biomassa yang mempunyai potensial sebagai sumber pektin. Salah satu pemanfaatan pektin adalah digunakan dalam pembuatan edible film yang merupakan lapisan tipis dan memiliki fungsi sebagai pengemas atau pelapis makanan, sertadapat dimakan sekaligus dengan produk yang dikemasnya. Untuk memanfaatkan kulit durian tersebut dalam penelitian ini dibuat edible film dengan bahan pati singkong, gliserol dan pektin kulit durian. Pengaruh konsentrasi pektin dan pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakteristik edible film yang dihasilkan akan dikaji dengan melihat ketebalan, uji kuat tarik, persen elongasi, dan daya serap air nya. Hasil menunjukkan bahwa pada variasi perbandingan massa pektin diperoleh bahwa peningkatan konsentrasi pektin dapat menambah kuat tarik dan elongasi edible film, namun peningkatan konsentrasi pektin tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap ketebalan dan daya serap edible film. Adapun pada variasi perbandingan massa gliserol diperoleh bahwa peningkatan konsentrasi gliserol dapat meningkatkan persen elongasi, kuat tarik, dan daya serap air edible film. Namun penambahan gliserol yang berlebih akan mengurangi nilai kuat tarik dan daya serap air edible film. Pada variasi penambahan pektin didapatkan hasil karakteristik yang terbaik adalah pada perbandingan massa pati:gliserol:pektin 3:1:1,25 dengan nilai ketebalan edible film sebesar 0,112 mm, nilai kuat tarik sebesar 9,32 N, dan nilai persen elongasi sebesar 79,59%.