Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH KONSTRUKSI MENJADI SOUVENIR TULISAN TIMBUL BETON UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI KELOMPOK KELUARGA HARAPAN Jusmawandi, Jusmawandi; Muhlisah, Nurul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28628

Abstract

Abstrak: Limbah merupakan barang yang sudah tidak terpakai atau buangan dari suatu produk dan bisa diolah kembali menjadi barang berguna. Wujudnya bisa berupa padat, cair, dan gas. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, jumlah industri dan jasa di Kabupaten Fakfak, sampah plastik menjadi ancaman dalam kehidupan bermasyarakat. Sampah plastik umumnya dibuang begitu saja tanpa melalui proses olahan yang kreatif, agar dapat menjadi sebuah kreasi yang menarik bagi konsumen. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk melatih masyarakat dalam pengelolaan sampah yang kreatif dan inovatif agar mampu berdampak pada lingkungan dan ekonomi. Kegiatan ini juga melatih kemampuan softkill dan hardskill melalui metode Praktik, serta pendekatan yang digunakan yaitu Partisipasi aktif, yaitu masyarakat dilibatkan secara penuh dalam kegiatan pengabdian. Dengan Bermitra dengan kelompok keluarga harapan, kegiatan ini berhasil dilaksanakan. Masyarakat mendapatkan materi pengolahan sampah dan bimbingan dalam mengolah sampah plastik menjadi barang bermanfaat bagi kebutuhan sehari-hari, serta pembuatan huruf timbul berbahan dasar semen. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memanfaatkan limbah domestik seperti ijuk, karung bekas, serta limbah konstruksi untuk membuat tulisan timbul. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa 86% peserta berhasil melakukan praktikum dari tahap persiapan hingga proses finishing produk.Abstract: Waste is an item that is no longer used or discarded from a product and can be reprocessed into useful items. Its form can be solid, liquid, and gas. Along with the increasing population, the number of industries and services in Fakfak Regency, plastic waste has become a threat to community life. Plastic waste is generally thrown away without going through a creative processing process, so that it can become an attractive creation for consumers. This Community Service aims to train the community in creative and innovative waste management so that it can have an impact on the environment and economy. This activity also trains soft skills and hard skills through the Practice method, and the approach used is Active Participation, namely the community being fully involved in the service activities. By partnering with the family hope group, this activity was successfully implemented. The community received waste processing material and guidance in processing plastic waste into useful items for daily needs, as well as making embossed letters from cement. The results of the activity showed that participants were able to utilize domestic waste such as coconut fiber, used sacks, and construction waste to make embossed writing. The results of the activity evaluation showed that 86% of participants succeeded in carrying out the practicum from the preparation stage to the product finishing process.
Analisis Perilaku Pekerja Terhadap Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Proyek Konstruksi Di Kabupaten Fakfak Jusmawandi, Jusmawandi; Muhlisah, Nurul
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 1 (2026): November - Februari
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i1.8520

Abstract

Sektor konstruksi merupakan salah satu bidang pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi, sehingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi aspek yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku pekerja terhadap penerapan K3 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku tersebut pada proyek konstruksi di Kabupaten Fakfak. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan wawancara. Responden dalam penelitian ini berjumlah 25 orang yang terdiri dari pekerja lapangan dan staf proyek. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan skala Likert untuk mengukur perilaku pekerja terhadap berbagai indikator K3, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD), kepatuhan terhadap prosedur, kesadaran risiko, budaya keselamatan, serta pengaruh kelelahan dan tekanan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pekerja dalam penerapan K3 secara umum berada pada kategori cukup baik, namun belum konsisten pada seluruh aspek. Beberapa permasalahan yang masih ditemukan antara lain ketidakpatuhan dalam penggunaan APD, rendahnya budaya saling mengingatkan, serta belum optimalnya pengawasan di lapangan. Selain itu, faktor kelelahan kerja dan tekanan pekerjaan juga terbukti memengaruhi perilaku pekerja dalam menerapkan K3. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan K3 tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh perilaku pekerja. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui penguatan budaya keselamatan, peningkatan pengawasan, serta pelatihan berbasis perilaku untuk meningkatkan efektivitas penerapan K3 di proyek konstruksi.