Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS BUANGAN LIMBAH CAIR DOMESTIK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KAHAYAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT DI KOTA PALANGKA RAYA Firmanto, Andris; Gumiri, Sulmin; Elvince, Rosana; Darung, Untung; Sinaga, Soaloon; Kembarawati, Kembarawati
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 17 No. 2 (2023): Journal Agrienvi
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/aev.v17i2.12664

Abstract

The management of domestic liquid waste disposal in Palangka Raya City which has not been carried out properly and flowed directly to the drainage has resulted in the flow becoming polluted. The polluted drainage around the Sakan - Mendawai road will have an impact on the water quality of the Kahayan River because it is directly connected to the drainage estuary without prior management. The decline in water quality will of course also have an impact on the quality of the health of the surrounding community who use water from the stream. This research was conducted to determine the quality of domestic wastewater in the drainage flow and how it relates to the water quality of the Kahayan River and the quality of public health around the City of Palangka Raya. The research method was carried out by testing the quality of wastewater and water quality of the Kahayan River. The test parameters consisted of pH, BOD, COD, TSS, Oil-Fat, Ammonia and total Coliform. The test results are compared with the applicable quality standards, and further analysis is carried out. The results showed that the domestic wastewater discharged from the drainage stream could not be channeled directly into the Kahayan River without any management because the BOD, COD, TSS and Ammonia parameters had exceeded the threshold for domestic wastewater quality standards. In terms of public health quality, poor water quality has the potential to become a breeding ground for disease germs that can infect the people who live nearby.
Lingkungan Hidup Dan Permasalahannya Dalam Interpretasi Tokoh Agama Buddha: Studi Kasus Kebakaran Hutan Dan Lahan Santoso, Joko; Gumiri, Sulmin; Yulianti, Nina; Masliani, Masliani
Jurnal Sains Sosio Humaniora Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jssh.v4i2.11549

Abstract

Kehidupan manusia dan isinya tidak lepas dari lingkungan yang berhubungan erat saling memberikan sumbang sih dalam proses berkelanjutan hidup, banyak permasalahan lingkungan yang timbul seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, longsor. Faktor utama permasalahan ini dilakukan oleh manusia. Masalah lingkungan yang sangat penting terutama di era abad 21 di Indonesia yaitu efek rumah kaca dan pemanasan global, penipisan lapisan ozon, hujan asam, pencemaran lingkungan, degradasi hutan dan berkurangnya luas hutan dan penurunan kualitas sumber daya alam. Banyak upaya yang dilakukan oleh semua pihak dalam menangani permasalah lingkungan agar terjaga dan tidak terus terjadi sepert kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dibeberapa wilayah Indonesia, seperti di kalimantan Tengah kejadian kebakaran hutan dan lahan setiap tahun terjadi baik sekala kecil maupun besar hal ini menjadi perhatian semua pihak tak terkecuali para tokoh umat Buddha yang menjadi kuci pokok dalam pembinaan untuk mengarahkan umat Buddha dalam upaya menjaga lingkungan dengan berbagai cara. Penelitian ini dilakukan di tiga wilayah Kota Palangka Raya. Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penelitian ini adalah wawancara kepada tokoh Agama Buddha. Penelitian kualitatif berhubungan dengan ide, persepsi, pendapat, atau kepercayaan orang yang diteliti; kesemuanya tidak dapat diukur dengan angka (Sulistyo-Basuki, 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interpretasi umat Buddha dalam menangani permasalahan lingkungan dalan studi kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya peran nyata para umat Buddha dan tokoh agama Buddha dalam menangani permasalahan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan memalui penyiaran ajaran Buddha dan kegiatan pelestarian lingkungan dengan cara fangshen (pelepasan makluk hidup), membersikhkan lingkungan dari sampah dan melakukan reboisasi.
Analisis dan Prediksi Pemanfaatan DAS Sebangau Secara Berkelanjutan di Desa Garung Provinsi Kalimantan Tengah : Analysis and Prediction of Sustainable Sebangau River Basin Use in Garung Village, Central Kalimantan Province Perkasa, Petrisly; Gumiri, Sulmin; Wahyudi, Wahyudi; Permana, Indrawan
HUTAN TROPIKA Vol 18 No 2 (2023): Volume 18 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v18i2.11883

Abstract

People who have lived in watersheds for a long time rely on fish and wood for their livelihoods, but these resources are still getting worse because of people. On the one hand, growth keeps going, and the population keeps growing yearly without anyone stopping it. This means that market demand keeps increasing, which makes people using the watershed do too much fishing and logging. Along the Sebangau watershed, social and environmental problems are now, such as the loss of peat swamp forest land cover and fewer fish. There are also social and cultural problems, such as the incomes of the people who really do sustainable fishing are still decreasing. To solve these complicated and interconnected problems, we need methods from different fields that work together. The system dynamics methodology is one way to figure out policy scenarios for how watersheds will be used in the future in a complicated, dynamic way that involves many parts and pieces. System dynamics can make the behaviour of the environmental management system easier to understand and model. This helps area managers and the government devise other ways to make decisions about the future. Palangka Raya University's academics did this study to give TNS managers and local governments information about climate change and the global environment and to predict symptoms or events that are bad for the people, nation, and state of RI. This study is about the University of Palangka Raya's Principal Scientific Pattern (PIP), the Development of Science and Technology in Tropical Peat Swamp Areas and River Streams, also known as Science and Technology Innovation.
Pemberdayaan kelompok wanita tani Kanamit Barat melalui pembuatan mochi isi aneka buah Sustiyah, S.; Gumiri, Sulmin; Ernawati N C C, Hastin; Kusumadati, Wijantri; Elia, Andrie
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu wilayah sentra buah-buahan di Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah adalah Desa Kanamit Barat yang berada di Kecamatan Maliku. Potensi buah yang cukup berlimpah dan sangat menopang perekonomian masyarakat desa adalah buah pisang, nanas, waluh, pepaya dan cempedak. Harga buah segar di Desa Kanamit Barat sangat murah,  apalagi pada saat musim panen raya, hasil panen buah sangat berlimpah, pengolahan hasil buah tidak maksimum, pasar tidak dapat menyerap seluruh hasil buah segar dan petani cenderung membiarkan buah yang dipanen membusuk. Kondisi seperti ini mempengaruhi tingkat pendapatan petani buah di Desa Kanamit Barat. Tujuan kegiatan ini adalah memberdayakan Kelompok Wanita Tani Kanamit Barat  melalui transfer teknologi pembuatan mochi aneka buah, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah buah dan mengurangi kehilangan hasil selama musim panen buah. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan , dan pendampingan dalam proses pembuatan mochi aneka buah dengan mutu yang baik, dan teknologi kemasan yang menarik, pengurusan ijin edar produk, dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan nilai jual produk mochi aneka buah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mampu membuat mochi dengan empat varian buah, pengetahuan dan keterampilannya dalam mengolah mochi meningkat,  dan mendapatkan sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan dari Dinas Kesehatan untuk mengurus ijin edar produk mochi aneka buah.