Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisa Kandungan Vanadium dalam Larutan Benfield Menggunakan Metode Sspektrofotometer UV-VIS indah syafitri; Leni Legasari; Mariyamah
Sains: Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia Vol. 13 No. 1 (2024): EDISI JUNI 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Kimia FKIP Universitas Halu Oleo, Jl. HEA. Mokodompit Kampus Hijau Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Gedung MIPA FKIP UHO Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan vanadium dalam larutan Benfield menggunakan metode spektrofotometer UV-VIS di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Vanadium berperan penting dalam proses pemisahan gas karbon dioksida dari gas alam karena sifatnya yang anti korosi. Hasil penelitian dari 202-E 0,42%, 1102-E 0,63%, dan SL 0,60, hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan vanadium dalam larutan Benfield di PT Pupuk Sriwidjaja Palembang berada di atas nilai minimum yaitu 0,2% yang ditetapkan perusahaan, sehingga efektif dalam mengurangi tingkat korosi pada alat-alat.
Mini Review: Potensi Bio-Nanokomposit Elektroda Ni/N Berbasis Limbah Ampas Tahu Untuk Microbial Fuel Cell (MFC) Ibnu, Nur Aisyah; Khairunnisa, Salsabila; Karimah, Udlmatul; Salsabillah, Shara Suci; Hafizhoh, Nabillah Bilqis; Mariyamah
Journal of Engineering Environtmental Energy and Science Vol. 4 No. 2 (2025): June 2025
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/ndbgxy65

Abstract

Kebutuhan energi bersih yang terus meningkat mendorong pengembangan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) sebagai solusi berkelanjutan. Artikel ini mengulas potensi penggunaan bio-nanokomposit berbasis limbah ampas tahu sebagai material elektroda dalam sistem MFC. Ampas tahu kaya akan lignoselulosa yang dapat dikonversi menjadi karbon aktif berpori, dan didoping nitrogen untuk meningkatkan konduktivitas serta aktivitas elektrokatalitik. Dengan pendekatan pelapisan pada substrat nikel menggunakan metode dip coating dan pirolisis, diperoleh elektroda Ni/N yang efisien dan berkelanjutan. Review ini menegaskan bahwa penggunaan ampas tahu tidak hanya meningkatkan performa MFC, tetapi juga berkontribusi terhadap pengelolaan limbah organik dan energi terbarukan.
Pengawasan Partisipatif dan Literasi Demokrasi Digital dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu: Studi pada Pemilih Muda di Kota Batam Linayati Lestari; Ridwan Afandi; Alwan Hadiyanto; Mubik Ihtajuddin Hammas; Fitria Zahra; Mariyamah
Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau Vol 8 No 01 (2026): Jurnal Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau
Publisher : Bawaslu Provinsi Kepulauan Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55108/6nbn5j03

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola komunikasi politik dan penyelenggaraan demokrasi di Indonesia. Media sosial tidak hanya menjadi sarana kampanye politik, tetapi juga menjadi ruang penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk pelanggaran pemilu. Dalam konteks tersebut, pengawasan partisipatif menjadi instrumen penting untuk menjaga integritas pemilu. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara literasi demokrasi digital dan pengawasan partisipatif dalam upaya pencegahan pelanggaran pemilu pada kalangan pemilih muda di Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap pemilih muda usia 17–30 tahun, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilih muda, akademisi, dan penyelenggara pemilu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi demokrasi digital berpengaruh positif terhadap partisipasi pengawasan pemilu. Pemilih muda yang memiliki kemampuan memverifikasi informasi politik, memahami regulasi pemilu, dan mengenali disinformasi cenderung lebih aktif terlibat dalam pengawasan partisipatif. Penelitian ini juga menemukan bahwa media sosial memiliki dua sisi sekaligus, yakni sebagai ruang penyebaran pelanggaran pemilu dan sebagai sarana pengawasan warga negara. Oleh karena itu, penguatan literasi demokrasi digital perlu menjadi strategi preventif untuk meningkatkan kualitas pengawasan partisipatif dan mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu di era digital.