Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Ekspresi CD10 dan Bcl6 pada Limfoma Malignum Sel B Jenis Sel Besar Difus dan Hubungannya dengan Skor Indeks Prognostik Internasional Jimmy Hadi Widjaja; Willy Sandhika
Majalah Patologi Indonesia Vol 19 No 2 (2010): MPI
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia (IAPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.986 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang.Limfoma malignum sel B jenis sel besar difus adalah Limfoma malignum non-Hodgkinyang sering dijumpai. Penyakit ini memiliki gambaran klinis, morfologik, perubahangenetik, dan molekular yang heterogen. Sel limfoma dapat memiliki fenotip serupadengan sel sentrum germinativum normal ditandai dengan ekspresi CD10 dan Bcl6 yangdapat berhubungan dengan gejala klinis dan prognosis yang baik. Penelitian ini inginmenilai hubungan imunoekspresi CD10 dan Bcl6 dengan skor Indeks PrognostikInternasional (IPI).CaraPenelitian dilakukan secara retrospektif pada 22 sediaan kasus Limfoma malignum sel Bjenis sel besar difus dari Januari 2007 sampai Juni 2009 di Bagian Patologi AnatomikRumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Semua bahan dilakukan penilaian ulang untukmenentukan diagnosis berdasarkan klasifikasi WHO 2001 berupa pulasan HE danimunohistokimia dengan CD10 dan Bcl6. Uji korelasi kontigensi digunakan untuk analisadata.HasilHasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang bermakna antara ekspresi CD10 danekspresi Bcl6 dengan skor IPI (p< 0,05). Tidak terdapat hubungan bermakna antaraekspresi CD10 dengan Bcl6 (p > 0,05).KesimpulanEkspresi CD10 dan Bcl6 berkaitan dengan prediksi prognosis.
ACE I/D and A2350G Polymorphisms are Correlated with Body Mass Index, but Not with Body Weight and Essential Hypertension: Study in Javanese Postmenopausal Women Utami, Sri Lestari; Simamora, Dorta; Idawati, Ira; Widjaja, Jimmy Hadi
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Cell and BioPharmaceutical Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v8i2.426

Abstract

Background: Genetics was one of the risk factors for essential hypertension (EH). Research on ACE I/D and A2350G polymorphisms associated with risk factors for hypertension in Indonesia has never been done. Therefore, this study was conducted to analyze the relationship between the genotype and alleles of this gene with EH, body weight, and body mass index (BMI) in Javanese postmenopausal women.Materials and methods: This cross-sectional study involved 69 postmenopausal Javanese women according to several criteria related with hypertension risk factors. The data were obtained from the measurement and questionnaire results, along with Towards Health Card Records. The polymerase chain reaction (PCR) genotyping method used was the restriction fragment length polymorphism and allele-specific.Results: The prevalence of hypertension, prehypertension, and normotension in Javanese postmenopausal women were 0.246, 0.13, and 0.623, respectively. The frequency of BMI classification as underweight, normal, overweight, or obese were 0.029, 0.42, 0.261, and 0.29, respectively. The ACE I/D and A2350G polymorphism variant genotypes and frequencies found were II (0.464), ID (0.522), DD (0.014), and AA (1). Meanwhile, the alleles and their frequencies at ACE I/D gene polymorphism were I (0.725) and D (0.275). The II and ID genotype was mostly found in normotension subjects. The DD genotype was only available in hypertension subjects. There was no association between genotypes and alleles of ACE I/D, hypertension, body weight, and BMI classification (p>0.05). There was an association between these genotypes, alleles, and BMI (p<0.05).Conclusion: ACE I/D polymorphism is susceptible for BMI in Javanese postmenopausal women.Keywords: Javanese postmenopausal, essential hypertension, ACE I/D, ACE A2350G
INDIKATOR PEMENDEKAN USUS MENCIT KOLITIS ULSERATIF YANG DIPULIHKAN DENGAN PEMBERIAN SCFA DAN MINYAK BIJI LABU Lestari, Gietri Indah; Ari Tania, Putu Oky; Simamora, Dorta; Widjaja, Jimmy Hadi
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit inflamasi di usus adalah kolitis ulseratif, yang ditandai dengan beberapa gejala termasuk turunnya berat badan, adanya darah pada feces, demam, serta kontraksi pada panjang usus, yang dapat berpotensi menjadi kanker kolorektal. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi efikasi dari suplementasi minyak biji labu dan Short Chain Fatty Acids (SCFA) pada pemulihan pemendekan usus mencit model kolitis ulseratif. Metode penelitian adalah eksperimental laboratorium dengan desain simple random sampling. Empat kelompok mencit yaitu K1 kontrol (aquades), K2 kolitis usleratif (DSS 2% dilanjutkan aquades),  K3 (DSS 2% dilanjutkan dengan SCFA), K4 (DSS 2% dilanjutkan dengan SCFA dan minyak biji labu). Hasil Penelitian ini adalah rerata panjang usus pada K1, K2, K3 dan K4 masing-masing adalah 10,73; 9,6; 9,92; dan 10,32. Perbedaan perlakuan tersebut terhadap panjang kolon menunjukkan tidak ada perbedaan di antara kelompok dengan uji ANOVA (p value 0,391). Pemberian SCFA dan minyak biji lbu dapat memperbaiki ukuran panjang kolon sebagai indikator pemulihan inflamasi.
OSTEOPOROSIS PADA WARGA KELURAHAN SINGOSARI DAN DESA KARANGKIRING (KECAMATAN KEBOMAS, GRESIK) DENGAN QUANTITATIVE ULTRASOUND Widjaja, Jimmy Hadi; Suryawati, Sianny; Utami, Sri Lestari
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 3 (2025): Edisi 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Quantitative Ultrasound (QUS) merupakan alat pengukuran kepadatan massa tulang (BMD), yang mudah digunakan untuk pengukuran massal bagi deteksi dini osteoporosis. Penurunan kepadatan mineral dan massa tulang pada osteoporosis akan meningkatkan risiko patah tulang saat struktur dan kekuatan tulang berubah. Tujuan kegiatan PkM di Kelurahan Singosari dan Desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas (Gresik) adalah memberikan penyuluhan tentang osteoporosis, BMD, dan pengukurannya, yang hasilnya dapat digunakan untuk menganalisis prevalensinya. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan, pemeriksaan tensi, gula darah, BMD dan konsultasi dokter. Usia dan jenis kelamin sesuai dengan kartu indentitas penduduk. Nilai BMD merupakan hasil pengukuran QUS. Interpretasi osteoporosis berdasarkan nilai BMD pada skor-T. Analsis data yang dilakukan adalah deskriptif, distribusi frekuensi, uji korelasi, dan chi-square. Pevalensi osteoporosis di Kelurahan Singosari, Desa Karangkiring, dan total keduanya berturut-turut adalah 4%, 80%, dan 25,9%. Terdapat korelasi antara usia dengan nilai BMD (nilai p < 0,05), tetapi tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan osteoporosis (nilai p > 0,05). Penambahan usia seiring dengan penurunan kepadatan massa dan mineral tulang baik di Kelurahan Singosari, Desa Karangkiring, dan total keduanya. Perempuan dan laki-laki mempunyai risiko yang sama untuk menderita osteoporosis pada data ketiganya. Hasil prevalensi yang berbeda memerlukan penelitian lebih mendalam terkait faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap osteoporosis.
Peningkatan Pengetahuan tentang Osteoporosis dan Faktor Risikonya pada Warga Posyandu Lansia Kelurahan Indro (Kebomas, Gresik) Ngurah Sandy Esa Darmawan, I Gusti; Andini Jayaswari, Luh Kade; Ayudya, Kayla; Shaira Kirana Sentana, Estavania; Rafa Yogina Damayanti, Anasya; Izzaty Putri, Kanzun; Rava Pattiiha, Baiitz; Rashid Bima Susen, Muhammad; Hadi Widjaja, Jimmy; Cahyani Noviana, Ayu; Lestari Utami, Sri; Jayaswari, Andini
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 3 (2025): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kelurahan Indro terletak di Kecamatan Kebomas (Kabupaten Gresik). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang osteoporosis dan faktor risikonya belum pernah dilakukan di kelurahan tersebut. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang osteoporosis dan faktor risikonya sebagai solusi yang ditawarkan pada kegiatan PkM ini. Metode: Kegiatan PkM ini diberikan kepada warga Posyandu Lansia berupa edukasi (penyuluhan dan tanya jawab), pengukuran tensi dan kepadatan massa tulang, pemberian kuesioner (pre dan posttest), konsultasi dokter, dan pemberian konsumsi dan suvenir. Analisis deskriptif dan Uji Wilcoxon Signed Ranks digunakan untuk menganalisis pengetahuan tentang osteoporosis dan faktor risikonya untuk melihat peningkatannya antara pre dan posttest setelah kegiatan PkM.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang osteoporosis dan faktor risikonya. Duapuluh lima pertanyaan yang diajukan menunjukkan 76%nya terdapat peningkatan jumlah jawaban “benar” jika dibandingkan antara pre dengan posttestnya. Selisih nilai persentase diantara keduanya mempunyai rentang 0,3-48,2, sedangkan penurunan nilainya mempunyai rentang -2,2--34,4. Pemahaman baru tentang faktor risiko osteoporosis yang didapatkan karena nilai selisihnya > 13,8% adalah merokok, kopi, minuman beralkohol, makanan olahan, konsumsi vitamin D, dan berjemur di matahari. Terdapat dua responden dari sepuluh responden yang menunjukkan perbedaan nyata antara jawaban pada pre dan posttest (nilai p<0,05). Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan tentang osteoporosis dan faktor risikonya masih didapatkan saat dilakukan edukasinya pada warga Posyandu Lansia Kelurahan Indro.
BONE MINERAL DENSITY, OSTEOPOROSIS, USIA, DAN JENIS KELAMIN PADA LANSIA DI DESA SUKOREJO DAN KELURAHAN INDRO (KABUPATEN GRESIK) Utami, Sri Lestari; Widjaja, Jimmy Hadi; Suryawati, Sianny
Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran Vol 4 (2026): Edisi 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi osteoporosis di Desa Kedanyang dan Karangkiring, serta Kelurahan Singosari (Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik) telah diketahui. Prevalensi ini di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro di kecamatan dan kabupaten yang sama belum pernah diteliti. Tujuan: mengetahui dan menganalisis prevalensi osteoporosis dan BMD (Bone Mass Density) serta hubungannya dengan usia dan jenis kelamin di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro. Metode: Sasaran kegiatan penelitian adalah para kader dan anggota Posyandu Lansia di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro yang berjumlah berturut-turut adalah 39 dan 42 orang. Data usia dan jenis kelamin diperoleh melalui kuesioner. Pengukuran BMD dilakukan dengan QUS. Hasil: Prevalensi osteoporosis, osteopenia, dan normal berturut-turut di Desa Sukorejo adalah 89,7%, 5,1%, dan 5,1%, sedangkan Kelurahan Indro adalah 88,1%, 11,9% dan 0%. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak ada hubungan jenis kelamin vs osteoporosis dan usia vs osteoporosis (nilai p > 0,05) di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro, Sedangkan penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara usia dengan BMD di Desa Sukorejo tetapi tidak di Kelurahan Indro. Kesimpulan: Tingginya prevalensi di Desa Sukorejo dan Kelurahan Indro memerlukan penanganan terkait hal ini seperti adanya edukasi untuk pemeliharaan kepadatan massa tulang yang terkait dengan osteoporosis melalui pengontrolan faktor risikonya.
Body Mass Index and Waist Circumference Associations with Blood Pressure: Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Pinggang dengan Tekanan Darah Bea Uljannatun Putri Fisis Paramanandi; Sri Lestari Utami; Jimmy Hadi Widjaja; Febtarini Rahmawati
Academia Open Vol. 11 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.11.2026.13226

Abstract

General Background: Body mass index and waist circumference are widely used anthropometric indicators to describe nutritional status and body fat distribution related to cardiovascular risk, including blood pressure changes in young adults. Specific Background: Medical students, particularly those in early academic years, are generally perceived as healthy but may experience overweight or obesity during their study period, which warrants early observation of blood pressure patterns. Knowledge Gap: Empirical evidence focusing on the relationship between body mass index, waist circumference, and systolic and diastolic blood pressure among early-year medical students remains limited and inconsistent. Aims: This study aimed to examine the relationship between body mass index and waist circumference with systolic and diastolic blood pressure among medical students of Wijaya Kusuma University Surabaya, class of 2024. Results: Based on an observational cross-sectional design involving 95 students, Pearson correlation analysis demonstrated no significant relationship between body mass index or waist circumference and systolic or diastolic blood pressure (p > 0.05). However, chi-square analysis identified a significant association between body mass index and systolic blood pressure, as well as between waist circumference and systolic blood pressure. Novelty: This study provides specific evidence from an early-year medical student population showing that anthropometric indicators are not consistently associated with blood pressure despite a substantial proportion of overweight and obesity. Implications: The findings emphasize the importance of early anthropometric screening and preventive strategies in medical students to address potential cardiovascular risk factors before clinical manifestations emerge. Highlights • Anthropometric indicators showed no consistent correlation with systolic and diastolic blood pressure• Overweight and obesity were prevalent among early-year medical students• Significant associations appeared only in categorical systolic blood pressure analysis Keywords Body Mass Index; Waist Circumference; Blood Pressure; Medical Students; Anthropometric Indicators
Ekspresi CD10 dan Bcl6 pada Limfoma Malignum Sel B Jenis Sel Besar Difus dan Hubungannya dengan Skor Indeks Prognostik Internasional Widjaja, Jimmy Hadi; Sandhika, Willy
Majalah Patologi Indonesia Vol. 19 No. 2 (2010)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang.Limfoma malignum sel B jenis sel besar difus adalah Limfoma malignum non-Hodgkinyang sering dijumpai. Penyakit ini memiliki gambaran klinis, morfologik, perubahangenetik, dan molekular yang heterogen. Sel limfoma dapat memiliki fenotip serupadengan sel sentrum germinativum normal ditandai dengan ekspresi CD10 dan Bcl6 yangdapat berhubungan dengan gejala klinis dan prognosis yang baik. Penelitian ini inginmenilai hubungan imunoekspresi CD10 dan Bcl6 dengan skor Indeks PrognostikInternasional (IPI).CaraPenelitian dilakukan secara retrospektif pada 22 sediaan kasus Limfoma malignum sel Bjenis sel besar difus dari Januari 2007 sampai Juni 2009 di Bagian Patologi AnatomikRumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Semua bahan dilakukan penilaian ulang untukmenentukan diagnosis berdasarkan klasifikasi WHO 2001 berupa pulasan HE danimunohistokimia dengan CD10 dan Bcl6. Uji korelasi kontigensi digunakan untuk analisadata.HasilHasil penelitian ini menunjukkan hubungan yang bermakna antara ekspresi CD10 danekspresi Bcl6 dengan skor IPI (p< 0,05). Tidak terdapat hubungan bermakna antaraekspresi CD10 dengan Bcl6 (p > 0,05).KesimpulanEkspresi CD10 dan Bcl6 berkaitan dengan prediksi prognosis.
Supplementation of Pumpkin Seed Oil and SCFASs as a Prospective Biotherapeutic to Preserve Gut Natural Microbiota of Colitis Mice Putu Oky Ari Tania; Dorta Simamora; Jimmy Hadi Widjaja; Rini Purbowati
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 11 No. 2 (2025): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v11i2.399

Abstract

Background: Ulcerative Colitis (UC) is an inflammatory disease in the colon, due to the disruption of the interaction between the immune response and the intestinal microbiota in a genetically susceptible host. The imbalance between commensal and pathogenic intestinal microbiota promotes inflammation. This study aims to explore the efficacy of pumpkin seed oil and SCFAs in maintaining the intestinal microbiota in UC model mice. Methods: Four groups, K1, K2, K3, and K4, as health control given distilled water (K1); K2, K3, and K4 induced UC with 2% DSS, followed by administration of Short Chain Fatty Acids (SCFAs) (K3), supplementation of SCFAs and pumpkin seed oil (K4). The number of colonies measured microbiota diversity (log CFU/mL/g) in NA, EMB, MRSA, and McConkey media. Hemoglobin and hematocrit were also measured to assess anemia. Results: The average number of bacterial colonies that grew on NA, EMB, MRSA, and McConkey media in K4 was 7.65, 5.78, 7.85, and 6.20, respectively, and the average HB and hematocrit levels were 14.2 g/dL and 42%, respectively. There was greater microbiota diversity and lactobacillus bacteria in UC rats given pumpkin seed oil and SCFAs, with fewer Enterobacteriaceae and E. coli than in the UC model. The increase in HB and hematocrit levels also showed the same trend. Conclusion: Pumpkin seed oil at a dose of 100 mg/kg and SCFAs can be a prospective biotherapy for maintaining the balance of the natural microbiota and increasing HB levels.