Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pelatihan Pengendalian Hipertensi dengan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.3845

Abstract

Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Salah satu terapi non farmakalogis pada penderita hipertensi adalah mengkonsumsi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tanaman seledri (Apium graveolens L.). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang a) penyakit hipertensi dan tatalaksananya, b) manfaat, khasiat dan cara pembuatan ramuan obat dari tanaman seledri dalam manajemen tekanan darah dan c) bagaimana cara mengukur tekanan darah di rumah. Kegiatan ini dilakukan pada Bulan Januari-April 2023. Metode kegiatan ini dilakukan dengan teknik ceramah dan diskusi dengan media booklet dan media audio visual. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang a) penyakit hipertensi dan tatalaksananya (56,38±5,45 vs 79,89±8,92), b) manfaat, khasiat dan cara pembuatan ramuan obat dari tanaman seledri dalam manajemen tekanan darah (68,56±7,96 vs 80,62±5,48), c) bagaimana cara mengukur tekanan darah di rumah, baik kognitif (28,43±3,87 vs 77,72±6,82) dan juga ketrampilan/skill (25,89±5,89 vs 72,35±7,89).
Edukasi Terapi Brain Gym, Monitoring Tekanan Darah dan Glukosa Darah pada Kelompok Lansia Prolanis di Kelurahan Bener Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Haryono, Rudi; Priliana, Wiwi Kustio; Suyamto, Suyamto; Wulandari, Eny Septi; Pujiastutik, Yanik; Wahyu, Franciska; Kumara, Maria Sasa; Susilowati, Rini; Fahmi, Septia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kkj43s25

Abstract

Bertambahnya usia, menyebabkan lansia mempunyai risiko mengalami penurunan daya ingat. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan terapi brain gym yang dilakukan secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pengertian, tujuan dan manfaat terapi brain gym, dan juga teknik gerakan pada terapi brain gym, serta monitoring tekanan darah dan kadar glukosa darah pada lansia. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan simulasi, melalui media audio visual berbentuk video, dengan instrument berupa kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 76% mitra mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, setelah diberikan edukasi dan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini juga menunjukkan secara signifikan terdapat perbedaan pengetahuan mitra sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Selain itu, juga terdapat perbedaan tekanan darah, antara sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value 0,000. Terapi brain gym dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non farmakologis dalam mencegah penurunan daya ingat, dan juga manajemen hipertensi serta diabetes mellitus tipe 2 pada lansia.   
Evaluasi Media Booklet terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan tentang Identifikasi Awal Faktor Risiko Stroke Kustanti, Cecilya; Widyarani, Linda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16100

Abstract

ABSTRACT Stroke is defined as a condition when the blood vessels in the brain are blocked or broken. Risk factors for stroke include hypertension, hypercholesterolemia, and obesity. These factors must be identified early, accurately, and. Such identification can be given through the provision of health education through the media booklet. The study aims to identify the influence of the media booklet on health framework knowledge of risk factors for stroke. A pre-experimental design with a one-group pre-post-test design is a method used in this study. In this study, the sampling technique used was purposive sampling, while the data collection used questionnaires. This study uses a paired t-test. The respondent's pre-intervention knowledge ratio was 65.80 ± 1.730, and after the intervention it was 82.93 ± 1.999. The paired t-test tests showed that there were significant differences in knowledge before and after giving health education with media booklets. The media booklet can be used as a medium for health education, targeting health cadres so that they learn about stroke risk factors. Keywords: booklet, risk factors, stroke, knowledge  ABSTRAK  Stroke didefinisikan sebagai kondisi saat pembuluh darah di otak mengalami sumbatan atau pecah. Faktor risiko terjadi stroke antara lain hipertensi, hiperkolesterolemia, dan obesitas. Faktor-faktor tersebut harus diidentifikasi secara dini, tepat dan akurat. Identifikasi tersebut dapat diberikan dengan pemberian edukasi kesehatan melalui media booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh media booklet terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang faktor risiko terjadinya stroke. Pre-experimental design dengan one group pre-post test design merupakan metode yang dipergunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, teknik sampling yang dipergunakan adalah purposive sampling, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Rerata pengetahuan responden sebelum intervensi adalah 65,80 ± 1,730, dan setelah intervensi adalah 82,93 ± 1,999. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan secara signifikan, sebelum dan setelah pemberian edukasi kesehatan dengan media booklet. Media booklet dapat dipergunakan sebagai media pendidikan kesehatan, dengan sasaran kader kesehatan, agar mereka belajar tentang faktor risiko stroke. Kata Kunci: Booklet, Faktor Risiko, Stroke, Pengetahuan
Pengaruh Media Pocketbook terhadap Ketrampilan/Skill Pertolongan Pertama dengan Metode R-I-C-E pada Korban Ankle Sprain Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14652

Abstract

ABSTRACT Ankle sprain is a soft tissue musculoskeletal injury that occurs suddenly. The R-I-C-E approach, which stands for Rice, Ice, Compression, and Elevation, is recommended as first aid for ankle sprains. The general public's understanding of first aid for ankle sprains is still limited. Health education delivered through pocketbook media can help to increase public awareness. The purpose of this study was to determine the effect of pocketbook media on first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients. This study was a quantitative study with pre experimental design with one group pre-post test design. The statistical test that used was paired-t test. The population in this study were health cadres in Desa Karangtalun, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta with a total sample of 30 people. Times of researcher on February until March 2023. In this study, the mean pre-test score was 54,80±2,265 and the mean post-test score was 73,73±1,999, with the results of paired-t test statistic being p = 0.000 (< 0.05), meaning that there is a significant difference in skills score between before and after being given the pocketbook media in the discharge planning pro on first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients. The pocketbook media has a beneficial impact on health cadres’s skills of how to provide first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients. In order to provide first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients, health cadres Desa Karangtalun, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, can use the pocketbook media as a guide or reference. Keywords: Pocketbook, Ankle Sprain, First Aid          ABSTRAK Ankle sprain adalah cedera pada jaringan lunak yang terjadi secara tiba-tiba. Metode R-I-C-E, yaitu Rice, Ice, Compression dan Elevation merupakan pertolongan pertama pada ankle sprain. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama pada ankle sprain masih rendah. Pendidikan kesehatan melalui media pocketbook dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama pada ankle sprain. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pocketbook terhadap peningkatan ketrampilan/skill kader kesehatan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban dengan ankle sprain.  Penelitian ini adalah studi kuantitatif, pre experimental design dengan one group pre-post test design. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Responden pada penelitian ini adalah kader kesehatan yang bertempat tinggal di Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari hingga Bulan Maret 2023. Penelitian ini menunjukkan bahwa rerata ketrampilan/skill responden sebelum intervensi adalah 54,80 ± 2,2, sedangkan  rerata ketrampilan/skill responden sesudah intervensi adalah 73,73 ± 1,99 dengan p = 0,000.  Uji statistik tersebut menunjukkan terdapat perbedaan ketrampilan/skill responden sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan melalui media pocketbook.  Media pocketbook memberikan dampak positif bagi kader kesehatan yang bertempat tinggal di Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kader kesehatan dapat lebih mudah memahami cara/teknik/prosedur pemberian metode R-I-C-E pada korban dengan ankle sprain melalui media pocketbook ini. Kata Kunci: Pocketbook, Ankle Sprain, Pertolongan Pertama       
Potensi dan Kompetensi Dasar Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12786

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi DIY memerlukan pendekatan dan kolaborasi yang bersifat multidisplin dan multisektoral dari berbagai pihak, salah satunya peran aktif kader kesehatan sebagai motor penggerak di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Imogiri I, tentang potensi dan kompetensi dasar kader kesehatan dalam pencegahan stunting sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Imogiri I, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang potensi dan kompetensi dasar kader kesehatan dalam pencegahan stunting sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meningkat dari 64,60±4,65 menjadi 83,08±2,26. Kata Kunci : Stunting, Kader Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak ABSTRACT  Stunting is a chronic malnutrition condition caused by insufficient nutritional intake over a long period of time as a result of food that is not nutritionally adequate. Efforts to reduce stunting in DIY Province necessitate a multidisciplinary and multisectoral strategy and collaboration from a variety of stakeholders, one of which is the active engagement of health cadres as a driving force in the community. The goal of this activity is to develop the capacity and fundamental competency of health cadres in avoiding stunting in order to increase the resilience of maternal and child health services in the Puskesmas Imogiri I. Puskesmas Imogiri I in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region, was the site of this community service project. Stunting is a chronic malnutrition condition caused by inadequate nutritional intake over time as a result of food that is not nutritionally adequate. Efforts to expedite stunting reduction in DIY Province necessitate a multidisciplinary and multisectoral strategy and collaboration from multiple stakeholders, one of which is the active engagement of health cadres as a driving force in the community. Keyword : Stunting, Maternal and Child Health Services, and Health Cadres
Pelatihan Code Blue System dan Penggunaan Automated External Defibrilator (AED) bagi Perawat Puskesmas Kustanti, Cecilya; Widyarani, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14870

Abstract

ABSTRAK Initial assessment pada kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler di puskesmas harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Perawat sebagai salah satu petugas kesehatan harus mempunyai kompetensi dalam penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah aktivasi code blue system dan penggunaan AED (Automated External Defibrillator), kompetensi tersebut diharapkan sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan di IGD puskesmas pada kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan perawat yang bekerja di IGD puskesmas, tentang aktivasi code blue system dan penggunaan AED dalam penanganan pasien dengan kegawatdaruratan jantung di puskesmas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Dinas Kesehatan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan perawat yang bekerja di IGD tentang aktivasi code blue system dan penggunaan AED dalam penanganan pasien dengan kegawatdaruratan jantung di puskesmas, meningkat dari 64,60±4,65 menjadi 83,08±2,26. Kata Kunci: Code Blue System, Automated External Defibrilator, Perawat  ABSTRACT  Initial assessments in cases of cardiovascular system emergencies at community health centers must be carried out quickly and accurately. As healthcare professionals, nurses need to be proficient in handling cardiovascular emergency patients. One of the necessary skills is knowing how to operate an Automated External Defibrillator (AED) and activate the code blue system. These competences are anticipated to be an attempt to improve the resiliency of medical services in the event of cardiovascular system problems at the health center's emergency department. The purpose of this community service project is to raise the level of awareness among the nurses who staff the community health center's emergency department on how to activate the code blue system and how to utilize AEDs when treating patients experiencing cardiac crises. The Health Service in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province, was the site of this community service project. This community service activity was carried out at the Health Service, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province. As a result of this community service activity, there was an increase in the knowledge of nurses working in the emergency room regarding activation of the code blue system and the use of AEDs in treating patients with cardiac emergencies at community health centers, increasing from 64.60 ± 4.65 to 83.08 ± 2.26. Keywords: Code Blue System, Automated External Defibrilator, Nurse
Peningkatan Ketrampilan Keluarga dalam Deteksi Dini Risiko Luka Kaki Diabetikum melalui Pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) Berbasis Website Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Sari, Dian Purwita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.22831

Abstract

ABSTRAK Posyandu Menur terletak di Desa Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan penderita diabetes mellitus berjumlah 45 orang. Keluarga mempunyai peran krusial dalam melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) bagi penderita diabetes mellitus. Pemeriksaan ABI adalah prediktor utama dalam deteksi dini risiko luka kaki diabetikum. Pengukuran ABI bersifat sederhana, non invasif dan dapat dilakukan oleh keluarga penderita yang terlatih. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan keluarga dalam deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) berbasis website. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan kegiatan sosialisasi dan focus group discussion bersama dengan pengurus Posyandu Menur dan Puskesmas Kasihan 2 tentang Plan of Action (PoA) dan Tem of Reference (ToR) kegiatan serta pemaparan teknologi berbasis website. Tahap selanjutnya, pemberian edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan simulasi melalui penerapan teknologi berbasis website, website tersebut dapat diakses dimanapun dan kapanpun, diakses berulang kali secara gratis melalui smartphone. Website tersebut berisi artikel, gambar dan video animasi 2D. Pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 45 orang keluarga dan dilaksanakan di Posyandu Menur. Rata-rata usia mitra adalah 52,08±2,35 tahun, berjenis kelamin perempuan (88,71%), sebagian besar berlatar pendidikan SMA (57,78%) dan tidak bekerja (73,33%). Ketrampilan keluarga dalam melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI), pada kategori baik mencapai 77,78% setelah intervensi, dengan p-value 0,000 artinya terdapat perbedaan secara signifikan, ketrampilan antara sebelum dan sesudah intervensi. Media edukasi kesehatan dengan penerapan teknologi berbasis website berdampak positif bagi ketrampilan keluarga dalam melakukan deteksi dini risiko luka kaki diabetikum melalui pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI). Diharapkan keberlanjutan program kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari puskesmas setempat agar penderita diabetes mellitus dapat melakukan pencegahan luka kaki diabetikum secara mandiri dan berkelanjutan.  Kata Kunci: Luka Kaki Diabetikum, Ankle Brachial Index (ABI), Keluarga, Website    ABSTRACT Posyandu Menur, which has 45 individuals with diabetes mellitus, is situated in Tirtonirmolo Village, Kasihan District, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Province. The Ankle Brachial Index (ABI) test for individuals with diabetes mellitus can be used to diagnose diabetic foot ulcer risk early, and family members are essential in this process. One important predictor in the early identification of diabetic foot ulcer risk is the ABI test. ABI measurement is easy to do, non-invasive, and accessible to family members with the necessary training. This community program uses a web-based Ankle Brachial Index (ABI) test to help families become more proficient in identifying diabetic foot ulcer risk early. In order to implement this community service, socialization exercises and focus groups with the management of Posyandu Menur and Kasihan 2 Health Center were held to discuss the activities' Plan of Action (PoA) and Terms of Reference (ToR). Additionally, website-based technology was presented. Using website-based technologies to deliver health education through lectures and simulations is the next stage. This website is available for free on a smartphone at any time, from any location, and repeatedly. Articles, pictures, and 2D animated films are all on the website. The Posyandu Menur hosted this community service, which was attended by forty-five families. Their average age is 52.08±2.35 years, and the majority of them are unemployed (73.33%), female (88.71%), and have a high school diploma (57.78%). After the intervention, the family's good category skills in the Ankle Brachial Index (ABI) examination for early diabetic foot ulcer risk detection reached 77.78%, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference in abilities between before and after the intervention. The use of website-based technology applications in health education media improves family abilities in identifying diabetic foot ulcer risk early on using the Ankle Brachial Index (ABI) test. With the help of the neighborhood health center, it is intended that the activities of this program can continue to be sustained, enabling individuals with diabetes mellitus to prevent diabetic foot ulcers on their own and in a sustainable manner. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Ankle Brachial Index (ABI), Family, Website
Peningkatan Pengetahuan Keluarga dalam Perawatan Pasien Pasca Stroke melalui Sistem Informasi Rehabilitasi Pasca Stroke (Semar) Berbasis Website Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Sari, Dian Purwita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.23451

Abstract

ABSTRAK Posyandu Menur berlokasi di Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan total 33 keluarga yang memiliki anggota penderita stroke. Keluarga memegang peran penting dalam proses perawatan pasien pasca stroke. Keberhasilan perawatan tersebut turut dipengaruhi oleh kepatuhan dalam mengonsumsi obat, pengelolaan stres psikologis dan emosional yang baik, serta penerapan pola nutrisi yang seimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai perawatan pasien pasca stroke melalui media berbasis website, serta memperluas pengetahuan mereka tentang pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat, pengelolaan stres psikologis dan emosional yang efektif, dan penerapan pola nutrisi yang sesuai bagi pasien pasca stroke. Kegiatan ini dimulai dengan pelaksanaan sosialisasi dan focus group discussion bersama pengurus Posyandu Menur serta pihak Puskesmas Kasihan 2, yang membahas Plan of Action (PoA), Term of Reference(ToR), dan penjelasan mengenai teknologi berbasis website. Selanjutnya, dilakukan edukasi kesehatan melalui metode ceramah dan simulasi menggunakan website SEMAR, yang dapat diakses secara gratis, kapan saja dan di mana saja, serta dapat digunakan berulang kali melalui smartphone. Kegiatan ini diikuti oleh 33 peserta dari Posyandu Menur. Setelah dilakukan intervensi, pengetahuan mitra mengenai perawatan pasien pasca stroke pada kategori baik meningkat hingga 87,9%, dengan nilai p = 0,000 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Selain itu, pemahaman mitra terkait manajemen stres psikologis, emosional, dan strategi koping efektif juga meningkat hingga 81,8% pada kategori baik, dengan p = 0,000 yang menandakan perbedaan signifikan. Pengetahuan mitra mengenai pola nutrisi yang tepat pun mengalami peningkatan hingga 87,9% pada kategori baik, dengan p = 0,000 yang menunjukkan perubahan signifikan. Demikian pula, tingkat pengetahuan mitra tentang kepatuhan dalam mengonsumsi obat meningkat hingga 81,8% pada kategori baik, dengan p = 0,000 yang berarti terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi. Kegiatan edukasi berbasis website SEMAR efektif meningkatkan pengetahuan keluarga tentang perawatan pasien pasca stroke. Terjadi peningkatan signifikan pada aspek kepatuhan minum obat, manajemen stres, dan pola nutrisi setelah intervensi. Disarankan agar program edukasi berbasis website SEMAR dapat dilanjutkan serta diperluas implementasinya pada posyandu lainnya. Pembaruan materi dan pendampingan berkelanjutan perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program. Kata Kunci: Stroke, Rehabilitasi, Keluarga, Website.  ABSTRACT Posyandu Menur is located in Tirtonirmolo Village, Kasihan District, Bantul Regency, Yogyakarta Province's Special Region, and has 33 families with stroke patients. Family is a vital part of the post-stroke patient care process. Adherence to medicine, appropriate psychological and emotional stress management, and the adoption of a balanced eating pattern all contribute to the treatment's success. This activity aims to improve families' understanding of post-stroke patient care through website-based media, as well as expand their knowledge about the importance of medication adherence, effective psychological and emotional stress management, and the application of appropriate nutritional patterns for post-stroke patients. This activity began with socialisation and focus group discussions with the management of Posyandu Menur and Kasihan 2 Health Centre, which covered the Plan of Action (PoA), Terms of Reference (ToR), and explanations about website-based technology. Next, health education was conducted through lectures and simulations using the SEMAR website, which is accessible for free, anytime, anywhere, and can be used repeatedly via smartphone. Thirty-three members of the Menur Posyandu attended this event. With a p-value of 0.000, partners' knowledge of post-stroke patient care in the good category rose to 87.9% following the intervention, demonstrating a significant difference between the two periods. Furthermore, partners' comprehension of efficient coping mechanisms and psychological and emotional stress management climbed to 81.8% in the good group, with a p-value of 0.000, showing a significant difference. Additionally, partners' understanding of healthy eating habits rose to 87.9% in the good category, indicating a significant shift with a p-value of 0.000. In a similar vein, partners' awareness of medication adherence rose to 81.8% in the good category, with a significant difference between before and after the intervention (p-value = 0.000). The website-based educational activity SEMAR is effective in increasing families' knowledge about post-stroke patient care. There was a significant improvement in medication adherence, stress management, and nutritional patterns after the intervention. It is recommended that the SEMAR website-based educational program be continued and its implementation expanded to other posyandu. Content updates and ongoing support are needed to ensure the program's sustainability and effectiveness. Keywords: Stroke, Rehabilitation, Family, Website.