Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pelatihan Pengendalian Hipertensi dengan Penggunaan dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.3845

Abstract

Penatalaksanaan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan terapi non farmakologis. Salah satu terapi non farmakalogis pada penderita hipertensi adalah mengkonsumsi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tanaman seledri (Apium graveolens L.). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan penderita hipertensi tentang a) penyakit hipertensi dan tatalaksananya, b) manfaat, khasiat dan cara pembuatan ramuan obat dari tanaman seledri dalam manajemen tekanan darah dan c) bagaimana cara mengukur tekanan darah di rumah. Kegiatan ini dilakukan pada Bulan Januari-April 2023. Metode kegiatan ini dilakukan dengan teknik ceramah dan diskusi dengan media booklet dan media audio visual. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan penderita hipertensi tentang a) penyakit hipertensi dan tatalaksananya (56,38±5,45 vs 79,89±8,92), b) manfaat, khasiat dan cara pembuatan ramuan obat dari tanaman seledri dalam manajemen tekanan darah (68,56±7,96 vs 80,62±5,48), c) bagaimana cara mengukur tekanan darah di rumah, baik kognitif (28,43±3,87 vs 77,72±6,82) dan juga ketrampilan/skill (25,89±5,89 vs 72,35±7,89).
Edukasi Terapi Brain Gym, Monitoring Tekanan Darah dan Glukosa Darah pada Kelompok Lansia Prolanis di Kelurahan Bener Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Haryono, Rudi; Priliana, Wiwi Kustio; Suyamto, Suyamto; Wulandari, Eny Septi; Pujiastutik, Yanik; Wahyu, Franciska; Kumara, Maria Sasa; Susilowati, Rini; Fahmi, Septia
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kkj43s25

Abstract

Bertambahnya usia, menyebabkan lansia mempunyai risiko mengalami penurunan daya ingat. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan terapi brain gym yang dilakukan secara rutin. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang pengertian, tujuan dan manfaat terapi brain gym, dan juga teknik gerakan pada terapi brain gym, serta monitoring tekanan darah dan kadar glukosa darah pada lansia. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah dan simulasi, melalui media audio visual berbentuk video, dengan instrument berupa kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa 76% mitra mempunyai pengetahuan dengan kategori baik, setelah diberikan edukasi dan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini juga menunjukkan secara signifikan terdapat perbedaan pengetahuan mitra sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan p-value 0,000. Selain itu, juga terdapat perbedaan tekanan darah, antara sebelum dan sesudah intervensi dengan p-value 0,000. Terapi brain gym dapat dijadikan sebagai alternatif terapi non farmakologis dalam mencegah penurunan daya ingat, dan juga manajemen hipertensi serta diabetes mellitus tipe 2 pada lansia.   
Evaluasi Media Booklet terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan tentang Identifikasi Awal Faktor Risiko Stroke Kustanti, Cecilya; Widyarani, Linda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i1.16100

Abstract

ABSTRACT Stroke is defined as a condition when the blood vessels in the brain are blocked or broken. Risk factors for stroke include hypertension, hypercholesterolemia, and obesity. These factors must be identified early, accurately, and. Such identification can be given through the provision of health education through the media booklet. The study aims to identify the influence of the media booklet on health framework knowledge of risk factors for stroke. A pre-experimental design with a one-group pre-post-test design is a method used in this study. In this study, the sampling technique used was purposive sampling, while the data collection used questionnaires. This study uses a paired t-test. The respondent's pre-intervention knowledge ratio was 65.80 ± 1.730, and after the intervention it was 82.93 ± 1.999. The paired t-test tests showed that there were significant differences in knowledge before and after giving health education with media booklets. The media booklet can be used as a medium for health education, targeting health cadres so that they learn about stroke risk factors. Keywords: booklet, risk factors, stroke, knowledge  ABSTRAK  Stroke didefinisikan sebagai kondisi saat pembuluh darah di otak mengalami sumbatan atau pecah. Faktor risiko terjadi stroke antara lain hipertensi, hiperkolesterolemia, dan obesitas. Faktor-faktor tersebut harus diidentifikasi secara dini, tepat dan akurat. Identifikasi tersebut dapat diberikan dengan pemberian edukasi kesehatan melalui media booklet. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh media booklet terhadap pengetahuan kader kesehatan tentang faktor risiko terjadinya stroke. Pre-experimental design dengan one group pre-post test design merupakan metode yang dipergunakan dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, teknik sampling yang dipergunakan adalah purposive sampling, sedangkan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji paired t-test. Rerata pengetahuan responden sebelum intervensi adalah 65,80 ± 1,730, dan setelah intervensi adalah 82,93 ± 1,999. Uji paired t-test menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan secara signifikan, sebelum dan setelah pemberian edukasi kesehatan dengan media booklet. Media booklet dapat dipergunakan sebagai media pendidikan kesehatan, dengan sasaran kader kesehatan, agar mereka belajar tentang faktor risiko stroke. Kata Kunci: Booklet, Faktor Risiko, Stroke, Pengetahuan
Pengaruh Media Pocketbook terhadap Ketrampilan/Skill Pertolongan Pertama dengan Metode R-I-C-E pada Korban Ankle Sprain Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i7.14652

Abstract

ABSTRACT Ankle sprain is a soft tissue musculoskeletal injury that occurs suddenly. The R-I-C-E approach, which stands for Rice, Ice, Compression, and Elevation, is recommended as first aid for ankle sprains. The general public's understanding of first aid for ankle sprains is still limited. Health education delivered through pocketbook media can help to increase public awareness. The purpose of this study was to determine the effect of pocketbook media on first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients. This study was a quantitative study with pre experimental design with one group pre-post test design. The statistical test that used was paired-t test. The population in this study were health cadres in Desa Karangtalun, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta with a total sample of 30 people. Times of researcher on February until March 2023. In this study, the mean pre-test score was 54,80±2,265 and the mean post-test score was 73,73±1,999, with the results of paired-t test statistic being p = 0.000 (< 0.05), meaning that there is a significant difference in skills score between before and after being given the pocketbook media in the discharge planning pro on first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients. The pocketbook media has a beneficial impact on health cadres’s skills of how to provide first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients. In order to provide first aid skills using the R-I-C-E technique in ankle sprain patients, health cadres Desa Karangtalun, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, can use the pocketbook media as a guide or reference. Keywords: Pocketbook, Ankle Sprain, First Aid          ABSTRAK Ankle sprain adalah cedera pada jaringan lunak yang terjadi secara tiba-tiba. Metode R-I-C-E, yaitu Rice, Ice, Compression dan Elevation merupakan pertolongan pertama pada ankle sprain. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama pada ankle sprain masih rendah. Pendidikan kesehatan melalui media pocketbook dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama pada ankle sprain. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh media pocketbook terhadap peningkatan ketrampilan/skill kader kesehatan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban dengan ankle sprain.  Penelitian ini adalah studi kuantitatif, pre experimental design dengan one group pre-post test design. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Responden pada penelitian ini adalah kader kesehatan yang bertempat tinggal di Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berjumlah 30 orang. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari hingga Bulan Maret 2023. Penelitian ini menunjukkan bahwa rerata ketrampilan/skill responden sebelum intervensi adalah 54,80 ± 2,2, sedangkan  rerata ketrampilan/skill responden sesudah intervensi adalah 73,73 ± 1,99 dengan p = 0,000.  Uji statistik tersebut menunjukkan terdapat perbedaan ketrampilan/skill responden sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan melalui media pocketbook.  Media pocketbook memberikan dampak positif bagi kader kesehatan yang bertempat tinggal di Desa Karangtalun, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kader kesehatan dapat lebih mudah memahami cara/teknik/prosedur pemberian metode R-I-C-E pada korban dengan ankle sprain melalui media pocketbook ini. Kata Kunci: Pocketbook, Ankle Sprain, Pertolongan Pertama       
Potensi dan Kompetensi Dasar Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Widyarani, Linda; Kustanti, Cecilya; Aprilia, Eva Nurlina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12786

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Upaya percepatan penurunan stunting di Provinsi DIY memerlukan pendekatan dan kolaborasi yang bersifat multidisplin dan multisektoral dari berbagai pihak, salah satunya peran aktif kader kesehatan sebagai motor penggerak di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Imogiri I, tentang potensi dan kompetensi dasar kader kesehatan dalam pencegahan stunting sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Puskesmas Imogiri I, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan kader kesehatan tentang potensi dan kompetensi dasar kader kesehatan dalam pencegahan stunting sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meningkat dari 64,60±4,65 menjadi 83,08±2,26. Kata Kunci : Stunting, Kader Kesehatan, Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak ABSTRACT  Stunting is a chronic malnutrition condition caused by insufficient nutritional intake over a long period of time as a result of food that is not nutritionally adequate. Efforts to reduce stunting in DIY Province necessitate a multidisciplinary and multisectoral strategy and collaboration from a variety of stakeholders, one of which is the active engagement of health cadres as a driving force in the community. The goal of this activity is to develop the capacity and fundamental competency of health cadres in avoiding stunting in order to increase the resilience of maternal and child health services in the Puskesmas Imogiri I. Puskesmas Imogiri I in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region, was the site of this community service project. Stunting is a chronic malnutrition condition caused by inadequate nutritional intake over time as a result of food that is not nutritionally adequate. Efforts to expedite stunting reduction in DIY Province necessitate a multidisciplinary and multisectoral strategy and collaboration from multiple stakeholders, one of which is the active engagement of health cadres as a driving force in the community. Keyword : Stunting, Maternal and Child Health Services, and Health Cadres
Pelatihan Code Blue System dan Penggunaan Automated External Defibrilator (AED) bagi Perawat Puskesmas Kustanti, Cecilya; Widyarani, Linda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14870

Abstract

ABSTRAK Initial assessment pada kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler di puskesmas harus dilakukan dengan cepat dan tepat. Perawat sebagai salah satu petugas kesehatan harus mempunyai kompetensi dalam penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki adalah aktivasi code blue system dan penggunaan AED (Automated External Defibrillator), kompetensi tersebut diharapkan sebagai upaya peningkatan ketahanan pelayanan kesehatan di IGD puskesmas pada kasus kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan perawat yang bekerja di IGD puskesmas, tentang aktivasi code blue system dan penggunaan AED dalam penanganan pasien dengan kegawatdaruratan jantung di puskesmas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Dinas Kesehatan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, terdapat peningkatan pengetahuan perawat yang bekerja di IGD tentang aktivasi code blue system dan penggunaan AED dalam penanganan pasien dengan kegawatdaruratan jantung di puskesmas, meningkat dari 64,60±4,65 menjadi 83,08±2,26. Kata Kunci: Code Blue System, Automated External Defibrilator, Perawat  ABSTRACT  Initial assessments in cases of cardiovascular system emergencies at community health centers must be carried out quickly and accurately. As healthcare professionals, nurses need to be proficient in handling cardiovascular emergency patients. One of the necessary skills is knowing how to operate an Automated External Defibrillator (AED) and activate the code blue system. These competences are anticipated to be an attempt to improve the resiliency of medical services in the event of cardiovascular system problems at the health center's emergency department. The purpose of this community service project is to raise the level of awareness among the nurses who staff the community health center's emergency department on how to activate the code blue system and how to utilize AEDs when treating patients experiencing cardiac crises. The Health Service in Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province, was the site of this community service project. This community service activity was carried out at the Health Service, Bantul Regency, Yogyakarta Special Region Province. As a result of this community service activity, there was an increase in the knowledge of nurses working in the emergency room regarding activation of the code blue system and the use of AEDs in treating patients with cardiac emergencies at community health centers, increasing from 64.60 ± 4.65 to 83.08 ± 2.26. Keywords: Code Blue System, Automated External Defibrilator, Nurse
Implementation of the Prehospital Stroke Scale as a Stroke Attack Screening Tool for the High Risk Community Kustanti, Cecilya; Widyarani, Linda
Fundamental and Management Nursing Journal Vol. 3 No. 2 (2020): OCTOBER 2020
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/fmnj.v3i2.21680

Abstract

Introduction: The process of changing a person into adolescence is a very important process where in adolescence, the process of finding the identity of a teenager is ongoing, looking for self-identity, trying new things, and social processes such as having a group of friends who he thinks have one hobby with him. Commonly referred to as "gangs", the characteristics of adolescents who are in the process of seeking their own identity often cause negative problems in their environment, including cyberbullying.Methods: In this systematic review, multiple databases were searched for articles that addressed our goal. We searched PubMed, EBSCO, Science Direct dan Google Scholar databases for articles that evaluated the performance of prehospital stroke scales. This literature review focuses on randomized control trial, cohort study dan qualitative study, published in the English language from 2010 to 2020.Results: Prehospital stroke scales with Cincinnati Prehospital Stroke Scale (CPSS), The Los Angeles Prehopsital Stroke Screen (LAPSS) and Face Arm Speech Time (FAST) time can advertisement campaign is widely used to promote population awareness of stroke warning signs and appropriate response.Conclusion: Promote population awareness of stroke warning signs and appropriate response.