Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENCANA PILIHAN ALAT KONTRASEPSI BAGI IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS TANGKILING, BUKIT BATU, PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH Enzelia Kamala Sari, Priyani Haryanti,
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.576 KB)

Abstract

Pada tahun 2019 target pencapaian pemakaian kontrasepsi Contraseptive Prevalence Rate (CPR) sebanyak 66 %. Jumlah rata-rata 3 bulan terakhir yang menggunakan KB di Puskesmas Tangkiling sebanyak 52,46% (117) peserta KB (suntik dan pil), sedangkan Pasangan Usia Subur yang masih belum menggunakan KB sebanyak 47,35%. Tujuan studi untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi rencana pemilihan alat kontrasepsi bagi ibu hamil trimester III. Penelitian kualitatif dengan wawancara semiterstruktur. Subyek penelitian adalah ibu hamil trimester III. Penelitian dilakukan 20-21Agustus 2018. Setiap responden dilakukan wawancara 30 menit dan hasilnya di transkip. Kemudian dianalisis menggunakan thematic content analiysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, usia, tingkat pendidikan jumlah anak hidup mempengaruhi rencana pilihan alat kotrasepsi. Faktor yang tidak mempengaruhi adalah faktor ekonomi, sehingga alat kontrasepsi sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kehamilan. Pengetahun, usia, tingkat pendidikan dan jumlah anak hidup mempengaruhi ibu hamil trimester III dalam merencanakan pilihan alat kontrasepsi. Diharapkan ibu hamil trimester III untuk menggunakan kontrasepsi baik itu untuk mengatur kelahiran maupun menghentikan kelahiran.Kata kunci : Ibu trimester III, pilihan, alat kontrasepsiIn 2019 the target of achieving Contraceptive Prevalence Rate (CPR) was 66%. The average number of KB participants (injections and pills) the last 3 months in Puskesmas Tangkiling was 52.46% (117), while the Fertile Aged Couple who has not used KB as has 47.35%. Aim of this study is to know the description of the factors affect the choice of contraception plan for the third trimester pregnant women. It was a qualitative research with semi structure interviews. The subject of research was the third trimester pregnant women. The study was conducted August 20-21 2018. Each respondent was interviewed 30 minutes. The results were documented and analyzed with thematic content analiysis. The result of the research shows that knowledge, age, level of education, number of children alive, affect the choice plan of contraceptive, and a factor that does not affect is economy. Knowledge, age , level of education and number of children alive, affect the choice of contraception plan for the third trimester pregnant women. Third trimester pregnant women are suggested to use contraception either to regulate birth or to stop pregnancy.Keywords: The third trimester pregnant women, the choice, contraception.
PENGARUH AKUPUNTUR TERHADAP MIGREN PADA PASIEN DI KLINIK AKUPUNTUR COMMUNITY DEVELOPMENT BETHESDA YOGYAKARTA Derliantini, Ni Gusti A. Kd.; -, Djuminten; Haryanti, Priyani
Jurnal Kesehatan Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: akupuntur sangat populer sebagai metode pengobatan alternatif untuk penyembuhan penyakit. Akupuntur menimbulkan efek analgesi. Efek analgesik ini diperlukan untuk mengatasi penyakit disertai rasa nyeri seperti pada migren. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri pada pasien migren di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta Tahun 2014. Metodologi Penelitian: penelitian ini menggunakan desain analitik quasi experimental dengan menggunakan pretest-posttest one group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang melakukan terapi akupuntur di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta. Sampel penelitian ini adalah semua pasien dengan migren yang melakukan terapi akupuntur. Pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling sejumlah 20 subjek. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Numerical rating scale (NSR). Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon signed rank. Hasil Penelitian: analisa statistik dengan wilcoxon signed ranks test menunjukkan hasil yang bermakna dengan signifi kansi P=0,000 dengan α=0,05 (P<0.05). Nilai rata-rata skala nyeri sebelum akupuntur 6,10 dan setelah akupuntur 2,80. Kesimpulan: ada pengaruh yang bermakna dari pelaksanaan terapi akupuntur terhadap nyeri pada pasien migren di Klinik Akupuntur CD Bethesda Yogyakarta tahun 2014. Saran: terapi akupuntur dapat menjadi salah satu terapi yang efektif dalam mengatasi nyeri pada pasien migren. Kata kunci: terapi akupuntur, nyeri, migren ABSTRACTBackground: acupuncture is very popular as a method of alternative medicine to cure the disease. Acupuncture effect analgesi. This analgesic effect is required to cope with the disease is accompanied pain such as migraine. Objective: the objective of this study was to determine the effect of acupuncture on the pain of migraine patients of the Community Development Bethesda Acupuncture Clinic in Yogyakarta 2014.” Method: this was quasi experimental study with one-group pretest - posttest design. The population was all patients undergoing acupuncture therapy in CD Bethesda Yogyakarta Acupuncture Clinic. The sample was all patients with migraine who perform acupuncture therapy. There were 20 samples. The instrument used were questionnaires of Numerical rating scale (NSR). The result was tested statistically by wilcoxon signed ranks test. Results: statistical analysis by wilcoxon signed ranks test showed signifi cant results with signifi cance value P = 0.000 at α = 0.05. The mean score obtained in the pre-test was 6.10, while the result of the post-test gained the mean score of 2.80. The decreasing level of migraine pained was shown by the difference value of 3.30. Conclusion: there was a signifi cant difference before and after acupuncture therapy on the pain of migraine patients at CD Bethesda Yogyakarta Acupuncture Clinic in 2014. Recomendation: acupuncture therapy is effective in curing the pain of migraine patients. Keywords: acupuncture, migraine, pain
EFEKTIFITAS KOMPRES HANGAT BASAH DAN KERING TERHADAP NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TELEN KUTAI TIMUR KALIMANTAN TIMUR Haryanti, Priyani; Juniarti, Gloria
Jurnal Kesehatan Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v5i2.93

Abstract

Background: the elderly in the area of Talen health center with 229 people, there are 75 (32.75%) elderly suffer from low back pain.Wet and dry warm compress are nonpharmacological therapy in reducing pain. However the effectiveness between the two therapies is unknown. Objective: To determine the effectiveness of wet and dry warm compress on lower back pain in elderly at working area of Puskesmas Telen. ResearchMethod: It was a quasy experiment with pre and post test without control. Sampling was done by quota sampling technique, and the number of sample was 32 respondents divided into 2 groups. Data collection used Numeric Rating Scale. Mann Whitney statistical test. Results: The decrease in pain scale of warm dry compress 1,94 and wet 0,19 with P value 0,000 ? 0,05. Mann Whitney statistic test shows p value 0,481 ? 0,05. Conclusions: There is no difference in the effectiveness of warm and dry wet compress on lower back pain in elderly at working area of Puskesmas Telen. Suggestion: Further researchers may consider sampling technique using random to give equal opportunity for all respondents.Keywords: Elderly lower back pain - Warm and wet dry compress - Effectiveness
GAMBARAN EDUKASI PERAWAT TENTANG EKSTRAVASASI KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DI RUANG ELISABETH 2 RS PANTI RAPIH YOGYAKARTA 2019 Haryanti, Priyani; Yuliani, Christina Nita Dwi
Jurnal Kesehatan Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v6i2.122

Abstract

Latar belakang : Efek kemoterapi diantaranya adalah ekstravasasi, yaitu obat sitotoksik terinfiltrasi ke jaringan subdermal yang menyebabkan edema sampai dengan terjadinya nekrosis. Terdapat dua kejadian ekstravasasi kemoterapi di ruang Elisabeth 2. Tujuan : Mengetahui gambaran edukasi ekstravasasi kemoterapi pada pasien kanker payudara menjalani kemoterapi di ruang Elisabeth 2 Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta tahun 2019. Metode : Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, sampel penelitian sebanyak enam perawat, menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi pada 5 pasien, dan trianggulasi pada 2 sumber. Analisa menggunakan transkriping, koding dan kategorisasi. Hasil : Sebanyak 6 perawat dalam persipan kemoterapi melakukan persiapan alat, pasien, lingkungan sesuai dengan prosedur, 6 perawat memberikan edukasi ekstravasasi tentang tanda dan gejala, semua perawat belum memberikan pengertian dan penanganan ekstravasasi, pasien belum mengerti tentang ekstravasasi. Kesimpulan: Perawat dalam memberikan edukasi ekstravasasi kemoterapi belum secara menyeluruh, edukasi yang diberikan berisi tentang tanda dan gejala ekstravasasi, pengertian dan penanganan belum dijelaskan. Saran : Pembuatan SPO edukasi ekstravasasi kemoterapi, media edukasi menggunakan leaflet. Kata kunci : kanker – kemoterapi – ekstravasasi – edukasi ABSTRACT Background: The effects of chemotherapy include extravasation, which means cytotoxic drugs infiltrated into subdermal tissue which cause edema until necrosis occurs. There were two cases of extravasation of chemotherapy in Elisabeth Ward 2. Objective: To find out about the description of nurse education of extravasation of chemotherapy in patient with breast cancer and chemotherapy in Elisabeth Ward 2 at Panti Rapih Hospital Yogyakarta in 2019. Method: Qualitative research with phenomenology approach, six sample nurses, using purposive sampling technique. Data collection used semi-structured interviews, observations on 5 patients, and questionnaire sources. Analysis used translation, coding and categorization. Result: At a total of 6 nurses have prepared the equipment patient, environmental setting according to procedures. Six nurses have educated the patients regarding extravasation about sign and symptoms. All of the nurses have not given any educations related to definition of extravasation and how to handle it. Patients have not understood what extravasation is. Conclusion: Nurses have not given comprehensive extravasation chemotherapy education. It is only about sign and symptoms of extravasation. They have not explained about the definition and how to handle it. Suggestions: Making education extravasation of chemotherapy based on SOP, education media use a leaflet. Keywords: Cancer – Chemotherapy – Extravasations – Education
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH Haryanti, Priyani; Febrianti, Santahana
Jurnal Kesehatan Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Karakter kemandirian termasuk salah satu tujuan standar kompetensi Taman Kanak-kanak kurikulum 2004. Pada usia prasekolah anak belajar dengan cara menginternalisasi hasil interaksi dengan orang dewasa. Beberapa anak di TK Desa Argosari tingkat kemandiriannya masih rendah. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Desa Argosari Sedayu Bantul Yogyakarta 2014. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi 205 orang tua anak usia prasekolah di TK Desa Argosari. Sampel 56 dengan teknik Cluster sampling. Instrumen berupa kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi-square Yate’s Correction. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan 46 (82,1%) orang tua menerapkan pola asuh otoritatif, 5 (8,9%) orang tua menerapkan pola asuh permisif dan 5 (8,9%) orang tua menerapkan pola asuh otoriter. 36 (64,3%) anak tingkat kemandiriannya tinggi, 15 (26,8%) anak tingkat kemandiriannya sedang dan 5 (8,9%) anak tingkat kemandiriannya rendah. Hasil uji Chi-square Yate’s Correction diperoleh p value 0,000 (p < 0,05) dan nilai C= 0,747. Kesimpulan: Ada hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian anak usia prasekolah di Taman Kanak-kanak Desa Argosari Sedayu Bantul Yogyakarta 2014 dengan tingkat korelasi cukup.
The Effect of Perineal Massage on Perineal Status and Duration of Labor Haryanti, Priyani
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 14, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2019.14.2.883

Abstract

Perineal rupture in postpartum mothers causes bleeding, pain, and high dependency on others after the birth. The preliminary study results showed that 68.81% of postpartum mothers experienced perineal rupture. The aim of this study was to determine the effect of perineal massage on perineal status and length of labor. It was quasi-experimental research with control group post-test only design. The population were all expectant mothers in the Yogyakarta Community Health Center. A sample of 60 respondents were divided into control and intervention groups using a random sampling method. The inclusion criteria were 20-35 years old, singleton pregnancy, spontaneous labor, and gestational age of 34-36 weeks. The study instrument used was an observation sheet. Data were analyzed using descriptive, t-test independent, Mann-Whitney’s, and linear regression test. Results. The results showed that perineal massage affects perineal status (p < 0.001) and the duration of stage I and  stage II of labor (p < 0.001). Perineal massage affects perineal status and the duration of labor in the Yogyakarta City Community Health Center.
The Relationship between Anxiety, Depression, and Vital Signs among Postpartum Mothers in Yogyakarta Puspitasari, Reni; Haryanti, Priyani
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 7, No 1 (2021): Volume 7, Nomor 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v7i1.31527

Abstract

Introduction: After labor, mothers need good physiological and psychological adjustments. The inability to adapt to a new situation can result in mothers' psychological stress, eventually leading to postpartum crises and depression. If this incident is not handled, it can lead to serious mental health problems, especially postpartum psychosis to bipolar disorder. In depressed and anxious people, the body will secrete adrenal hormones, which cause vital signs such as blood pressure, body temperature, respiration, and pulse. Objectives: This study aims to find the relationship between anxiety, depression, and vital signs of postpartum mothers. Method: This study used qualitative with correlation cross-sectional design. The respondents were 60 postpartum mothers at 0-6 months postpartum in Yogyakarta recruited using purposive sampling techniques. The instrument used to measure postpartum maternal depression was The Back Depression Inventory version II and State Anxiety Inventory (STAI) to measure anxiety. Data analysis used Pearson to find the relationship between anxiety, depression, and vital signs. Results: The t-test analysis shows there were relationship between state and trait anxiety with a pulse (p-value = 0.00), respiration (p-value = 0.00), depression with a pulse (the p-value = 0.00) and respiration (p-value 0.00). Discussion: Anxiety and depression can be detected from the changes in the vital signs of postpartum mothers so that early detection by health workers can prevent anxiety and depression  ABSTRAKPendahuluan : Setelah melahirkan ibu membutuhkan adaptasi baik fisiologis maupun psikologis. Ketidak mampuan ibu beradaptasi dengan peran baru akan menyebabkan tekanan psikologis yang bisa menyebabkan kecemasan dan depresi postpartum. Jika kejadian ini tidak ditangani maka dapat mengakibatkan masalah kejiwaan yang serius khususnya postpartum psychosis hingga bipolar. Pada orang depresi dan cemas, tubuh akan mensekresikan hormon adrenal yang mengakibatkan tanda-tanda vital seperti tekanan darah, suhu tubuh, pernafasan, dan nadi. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara ansietas dan tingkat depresi dengan vital signs ibu postpartum. Metode: Penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan metode korelasi cross-sectional. Responden sebanyak 60 ibu postpartum 0-6 bulan yang berdomisili di Yogyakarta ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur depresi ibu postpartum adalah The Back Depression Inventory versi II dan pengukuran kecemasan ibu postpartum menggunakan State Anxiety Inventory (STAI). Analisa data menggunakan pearson untuk mencari hubungan antara ansietas, depresi dengan tanda-tanda vital. Hasil: analisa t test membuktikan terdapat hubungan antara ansietas dasar dan sesaat  dengan nadi (p value 0.00) dan pernafasan (p value 0.00). Terdapat pula hubungan antara depresi dengan nadi ibu postpartum (p value 0.00) dan pernafasan (p value 0.00). Diskusi : kecemasan dan depresi dapat dideteksi dari adanya perubahan tanda-tanda vital ibu postpartum, sehingga deteksi awal oleh petugas kesehatan dapat mencegah terjadinya kecemasa dan depresi. 
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Depresi pada Ibu Postpartum di Kota Yogyakarta Priyani Haryanti; Reni Puspitasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk210

Abstract

Background: Postpartum mothers would experience uterine involution and the function return to normal after six weeks. Mood disorders was difficult to detect, the psychological change in postpartum mother untreated could be postpartum depression (PPD). Methods: This research used correlation with cross-sectional design. The population of post-partum mothers in Yogyakarta Primary Health Care, with average was 60 labor/month. Sampling technic used non probability sampling with a quota of 90 postpartum mothers. The instruments were respondent characteristic: age, family income, parity, other instruments: method of delivery, status of residence, multidimensional scale of perceived social support (MSPSS), Roosenberg Self Esteem Scale (RSES), and Endiburg Postpartum Depression (EPDS). Descriptive analysis was frequency distribution, bivariate Chi-square and multivariate logistic regression. Results: There was the relationship between family support and self-esteem with postpartum depression with p-value
PROGRAM KARTICA (KADER RT CEKATAN) SEBAGAI STRATEGI MENCAPAI KAMPUNG BEBAS STUNTING Ignasia Yunita Sari; Priyani Haryanti
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1a (2023): Special Issue
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v6i1a.5907

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis. Angka stunting balita Indonesia masih diatas 24%. Kader mempunyai peranan yang penting dalam penurunan upaya angka stunting pada balita. Hasil studi pendahuluan di Wirogunan, kader membutuhkan pendampingan dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting, meningkatkan ketrampilan kader dalam melakukan screening pertumbuhan dan meningkatkan kepercayaan diri kader. Metode yang digunakan dengan jaringan (daring) dan tanpa jaringan (luring). Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Mei 2022 yang dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama adalah identifikasi masalah; tahap kedua adalah pelatihan dengan metode ceramah, demonstrasi, role play dan focus group discussion; tahap ketiga adalah pendampingan dan pemantauan pelaksanaan Posyandu Balita. Kader yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini sebanyak 23 orang dari 3 Posyandu. Data disajikan dalam bentuk deskriptif baik proses maupun hasil. Hasil kegiatan PKM menunjukkan terjadi rerata skor pengetahuan mengenai stunting, peningkatan ketrampilan melakukan screening stunting dan peningkatan kepercayaan diri kader. Pada saat proses edukasi, seluruh peserta sangat antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat. Diharapkan program KARTICA ini dilaksanakan secara berkesimbungan dan terintegrasi dengan sektor yang terkait pencegahan stunting.
PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI WANITA MELALUI SCREENING AND EDUCATION APPLICATION (SEA): Improving The Women Health Reproductive Throught Screening and Education Application Priyani Haryanti; Marita Kumala Dewi; Antonius Yogi Pratama; Yullya Permina; Prasetyaningrum, Oktalia Damar
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v1i3.58

Abstract

Angka kematian neonatal di Indonesia sebanyak 12,7 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi sebanyak 24 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2018. Salah satu penyebab kematian neonatal dan bayi adalah kurangnya nutrisi ibu hamil. Selain kematian neonatal dan bayi, kurangnya nutrisi ibu hamil dapat menyebabkan anak mengalami stunting. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada wanita usia subur tentang kesehatan reproduksi melalui Screening and Education Application. Metode yang telah digunakan Pre Eksperimen one group pre-test post-test design, dengan sample 60 orang. Intervensi diberikan dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi, uji hipotesis yang digunakan adalah Dependen sample T-Test. Hasil penelitian didapatkan P-Value 0,000 < α 0,005. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan Screening and Education Aplication terhadap Kejadian Stunting.