Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemerolehan Bahasa Anak Tunarungu Usia 12-15 Tahun Di Panti Sosial Bina Rungu Wicara Melati Hidayati, Deasy Wahyu
El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 3 No 1 (2020): El Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STAI Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54125/elbanar.v3i1.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemerolehan bahasa (bidang fonologi, sintaksis, semantik) pada anak tunarungu usia 12-15 tahun di panti sosial bina rungu wicara melati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti merekam ujaran maupun tingkah laku anak saat berujar, baik secara visual maupun auditori kemudian data tersebut ditranskripsikan dan diamati bentuk visualnya. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Bina Rungu Wicara Melatiyang berada di Jalan Gebang Sari No. 38 Bambu Apus Jakarta Timur dengan waktu yang digunakan oleh peneliti adalah 4 x 30 menit. Berdasarkan hasil penelitian, maka pemerolehan bahasa anak tunarungu usia 12-13 tahun di panti sosial bina rungu wicara adalah bidangfonologi, anak tunarungu usia 12-13 tahunlebih sering mengabaikan huruf konsonan karena artikulasi berada di dalam rongga mulut sehingga sulit untuk dipelajari oleh anak tunarungu sedangkan vokal lebih mudah untuk ditiru karena vokal mengandalkan gerak bibir yang mudah untuk dilihat. Pada bidang sintaksis bahwa anak-anak tunarungu usia 12-13 tahun telah mengenal subjek, predikat, objek, dan keterangan. Saat proses menyusun kalimat-kalimat tersebut, mereka memang membutuhkan waktu yang cukup lama namun dari hasil yangdilihat, mereka sudah tampak bahwa mereka telah memahami susunan kalimat yang benar. Sedangkan bidang semantik, anak tunarungu usia 12-13 tahun dalam tingkat pemahaman sebuah makna dari nama-nama organ tubuh, mereka belum sepenuhnya memahami. Butuh pembelajaran lagi dalam hal tersebut.
Nilai Religius pada Cerpen Ciumlah Aku di Ujung Subuh Karya Hamzah Puadi Ilyas Deasy Wahyu Hidayati
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v3i2.6719

Abstract

The purpose of this study is to find a description of the elements or religious values ​​contained in the short stories of Kiss Aku di Ujung Subuh by Hamzah Puadi Ilyas. The method in this study is a descriptive qualitative research method. The religious value in the short story Kiss Aku di Ujung Subuh by Hamzah Puadi Ilyas shows that there is religious value in the aspect of belief in Allah, including believing in angels, the Day of Judgment, the prophet's ark, and believing in the Koran and hadiths; religious value in the aspect of awe of the majesty of God includes amazement at the aroma of wickedness, the power of God, and the creation of the universe; religious values ​​in the aspect of the vibration of a personal conscience include a heart vibration of gratitude, cries of events, past memories, and dreams; religious values ​​in the aspect of personal attitudes include the attitude of worship, prostrate, makeistigfar, dhikr, and read the Koran / juz-amma; and religious values ​​in the aspect of mental intimidation include intimidation of the soul from karma, the core process of death, and the process of taking one's life. Based on the results of this study, it can also be seen that the religious value that appears most in the short stories of Ciinum Aku di Ujung Subuh by Hamzah Puadi Ilyas is personal attitude. Keywords: Score; Religious; Short story; High school
VERBAL AND NONVERBAL ASPECTS IN REALIZING LANGUAGE POLITENESS IN THE FILM “SABTU BERSAMA BAPAK” MADE BY ADHITYA MULYA Prima Gusti Yanti; Deasy Wahyu Hidayati; Nini Ibrahim
International Journal of Social Science Vol. 1 No. 5: February 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v1i5.1324

Abstract

This study aims to describe the verbal and nonverbal aspects of the Realization of Language Politeness in the film "SabtubersamaBapak" by Adhitya Mulya and it was designed by using a qualitative descriptive method with content analysis techniques. This qualitative descriptive method is used to collect and compile data, analyze and interpret data (Rukajat, 2018). By using a qualitative descriptive method, the researcher simply analyzed data based on verbal and nonverbal language politeness in the film "SabtubersamaBapak" by AdhityaMulya. The results showed that the most dominant language politeness in verbal communication appears in the film the film "Sabtu bersama Bapak" are sympathy and wisdom. Meanwhile, language politeness in non-verbal communication is dominant in kinesics, namely gestures, hands, head, and so on.
Kritik Hamka Terhadap Masalah Integrasi Sosial Budaya dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Deasy Wahyu Hidayati; Indah Rahmayanti; Egi Nusivera
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v5i1.9290

Abstract

Dalam karya-karyanya, Hamka sering menuangkan gagasan kebangsaan dan nasionalisme. Banyak kritik-kritik yang dia tujukan guna menggubah rasa kesadaran bangsa agar dapat bersatu dan tidak terpecah belah oleh sistem-sistem kebudayaan yang dapat membelenggu. Salah satu karya fenomenal Hamka yang sarat dengan pesan-pesan persatuan adalah novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Dalam novel tersebut, Hamka seakan menyindir adat istiadat dan kebudayaan bangsa kita yang terkesan mengotak-kotakkan bangsa sehingga memunculkan disintegrasi sesama anak bangsa. Oleh karena itu, masalah pada penelitian ini adalah pada kritik Hamka terhadap masalah integrasi sosial budaya yang bertujuan untuk menganalisis secara mendalam masalah tersebut yang terkandung dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah novel karya Hamka berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka melalui novel ini berpesan bahwa Indonesia perlu meminggirkan egosentrisme kesukuan. Kebanggaan-kebanggaan terhadap budaya sendiri dan merasa lebih besar daripada budaya lain, hanya akan menjadi belenggu kebebasan bangsa untuk maju dan merdeka. Hamka menuangkan gagasannya bahwa adat-adat istiadat yang menjadi penghalang persatuan bangsa sebaiknya diperbaharui atau direduksi sehingga bangsa ini dapat menjadi bangsa yang kuat. Tanpa berintegrasinya suku-suku di Indonesia pada saat itu, Indonesia hanya akan menjadi bangsa yang terpecah belah dan mudah untuk ditaklukkan oleh ancaman-ancaman luar.
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MAHASISWA FISIP UHAMKA Chintya Aidelia Rahma Setia; Deasy Wahyu Hidayati
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5, No 1 (2022): Inteligensi Vol.5 No.1
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v5i1.3111

Abstract

This study aims to examine YouTube and TikTok social media as learning media for FISIP UHAMKA students. As in this digital era, every student is fluent in using social media, what is not yet is how to use social media as a learning medium. This research was descriptive qualitative using interview and observation methods. The data will be collected and analyzed using triangulation techniques. Based on research that has been done, students often access social media for learning media, supported by data that shows active users of social media are the average age of students. Social media provides a lot of information that is presented in an interesting way, motivates students to think creatively and helps solve problems. The use of social media must be considered and individual awareness is needed, so as not to get addicted to accessing social media that is not used properly and is just a waste of time. It can be said that FISIP UHAMKA students use YouTube and TikTok social media as learning media, this is because students tend to find it difficult to remove their cellphones from their hands, in addition to easy access to YouTube or TikTok social media to help understanding and entertainment and also eliminate boredom.
GAYA BERILOKUSI USTAD ADI HIDAYAT PADA VIDEO CERAMAH “DZIKIR PENUNTAS KEGELISAHAN” DI MEDIA DIGITAL YOUTUBE (USTAD ADI HIDAYAT'S ILLOCUTIONAL STYLE ON THE VIDEO OF THE “DZIKIR PENUNTAS KEGELISAHAN” ON YOUTUBE) Deasy Wahyu Hidayati
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 13, No 1 (2023): JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbsp.v13i1.13740

Abstract

AbstractUstad Adi Hidayat's Illocutional Style On The Video Of The “Dzikir Penuntas Kegelisahan” On Youtube. Ustad Adi Hidayat (UAH) is one of the popular lecturers who conveys religious ideas in a gentle and tolerant manner so that many people like him. UAH and the team manage YouTube as a medium for lectures on a digital platform. Therefore, this study will analyze UAH's illocutionary style in his video lectures on the official YouTube channel "Adi Hidayat Official". The research method is qualitative with a naturalistic approach. The naturalistic approach means that the research process is carried out naturally. The data source used was a UAH video lecture entitled "Dzikir Penuntas Kegelisahan" with the data collection technique used was the note-taking technique, namely listening to the UAH video lecture and noting important points related to the research data. The technique of data analysis was carried out by examining based on the theory of illocutionary speech acts, including assertive, directive, expressive, commissive, and declarative in UAH lectures. The results showed that predominantly, UAH used an assertive illocutionary style as information to the speech partner in order to reveal a bond of truth based on what was said with certain references. In addition to assertive speech acts, the second dominant is directive speech acts. In this speech, UAH uses the form of a directive to give advice to his interlocutors about what to do in the practice of worship. These results indicate that Ustad Adi Hidayat's illocutionary style prioritizes assertive and directive forms in his lectures rather than expressive, commissive, and declarative illocutionary.Keywords: Illocution Style, Ustad Adi Hidayat, YouTubeAbstrakGaya Berilokusi Ustad Adi Hidayat pada Video Ceramah “Dzikir Penuntas Kegelisahan” Di Media Digital Youtube. Ustad Adi Hidayat (UAH) adalah salah satu penceramah populer yang menyampaikan gagasan-gagasan keagamaan secara lembut dan toleran sehingga banyak disukai oleh masyarakat. UAH bersama tim mengelola YouTube sebagai media ceramah dalam platform digital. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis gaya berilokusi UAH dalam video ceramahnya di kanal YouTube resmi “Adi Hidayat Official”. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan naturalistik. Pendekatan naturalistik berarti proses penelitian dilaksanakan secara alamiah/natural. Sumber data yang digunakan adalah satu video ceramah UAH berjudul “Dzikir Penuntas Kegelisahan” dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tenik simak-catat, yaitu menyimak video ceramah UAH dan mencatat poin penting terkait data penelitian. Tenik analisis data dilakukan dengan mengkaji berdasarkan teori tindak tutur ilokusi antara lain asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif pada ceramah UAH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara dominan, UAH menggunakan gaya berilokusi asertif sebagai informasi kepada mitra tutur guna mengungkapkan sebuah ikatan kebenaran berdasarkan dari apa yang dituturkan dengan referensi-referensi tertentu. Selain tindak tutur asertif, yang terdominan kedua adalah tindak tutur direktif. Pada tuturan ini, UAH menggunakan bentuk direktif untuk memberikan saran kepada para mitra tuturnya tentang apa-apa yang harus dilakukan dalam praktik beribadah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya berilokusi Ustad Adi Hidayat mengutamakan bentuk asertif dan direktif dalam ceramah-ceramahnya dibanding ilokusi ekspresif, komisif, dan deklaratif.Kata-kata kunci: Gaya ilokusi, Ustad Adi Hidayat, YouTube
Pola Bertutur Direktif Warganet di Media Sosial Tentang Penghentian TV Analog Rahmi Amelia Sholekha; Deasy Wahyu Hidayati
Jurnal Sinestesia Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemberitaan di berbagai media baik media sosial maupun media massa, berita terkait tentang penghentian Tv analog ke Tv digital sangat menggemparkan masyarakat. Hal ini mengakibatkan adanya komentar-komentar yang dihadirkan oleh masyarakat diberbagai media sosial dan melahirkan tutur bahasa yang tidak santun dalam berkomentar terkait dengan perpindahan Tv Analog ke Tv Digital. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola bertutur direktif warganet dalam media sosial Twitter @detikcom dan @kemkominfo mengenai penghentian Tv analog penelitian ini. Metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Pendekatan pragmatik berarti mempelajari hubungan antara konteks luar bahasa dan maksud tuturan melalui penafsiran terhadap situasi penuturnya. Sumber data yang digunakan berupa tuturan direktif dalam komentar masyarakat di media sosial Twitter @detikcom dan @kemkominfo dengan menggunakan teori tindak tutur direktif Searle. Hasil penelitian ditemukan ada empat jenis tindak tutur direktif pada komentar waarganet di media sosial Twitter @detikcom dan @kemkominfo mengenai penghentian Tv analog; Pertama, tuturan direktif perintah sebanyak (2 data); Kedua, tuturan direktif permintaan sebanyak (5 data); Ketiga, tuturan direktif kritikan sebanyak (14 data) hal ini menjadikan tuturan direktif kritikan menjadi tuturan yang paling mendominasi; Keempat, tuturan direktif nasihat sebanyak (9 data).
Reaktualisasi Sastra Lisan Melalui Pelatihan Bercerita Ibrahim, Nini; Baadilla, Irwan; Wahyu Hidayati, Deasy; Hidayatullah, Ahmad; Rahman, Fauzi
Darma Cendekia Vol. 1 No. 2 (2022): Darma Cendekia
Publisher : CV Buana Prisma Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60012/dc.v1i2.22

Abstract

Mendongeng penting diberikan kepada peserta didik agar dapat mengembangkan keterampilan lisan yang membangun mental, etika, dan moral. Untuk itu, agar guru pandai dalam memilih dongeng, serta mampu mendongeng dengan baik, maka perlu adanya pelatihan mendongeng kepada guru-guru bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan guru dalam mendongeng. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi guru-guru bidang studi bahasa Indonesia di SMP Islam Daar El-Arqam melalui pelatihan mendongeng. Kegiatan dilakukan di SMP Islam Daar El-Arqam dengan jumlah peserta sebanyak 12 guru bidang studi bahasa Indonesia. Metode/cara Metode yang digunakan ialah pengembangan research and development (R&D). Langkah awal kegiatan adalah menetapkan tema dan merancang materi yang selanjutnya dilakukan pengembangan pelaksanaan melalui pengabdian masyarakat sesuai tema yang ditetapkan serta diadakan evaluasi di akhir kegiatan dan menghasilkan produk sebagai luaran kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya ketidakpercayaan diri guru dalam keterampilan mendongeng. Dengan diadakan pelatihan mendongeng, guru-guru dapat mengembangkan keterampilan berbicaranya dengan baik. Berdasarkan evaluasi kegiatan, keterampilan mendongeng guru sudah baik. Simpulan kegiatan pelatihan mendongeng ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi mendongeng guru bahasa Indonesia dan akan diadakan kegiatan yang berkesinambungan.
Implementation of TPACK-based problem-based learning model on social studies learning outcomes of elementary school students Darmawati, Desak Made; Arini, Novanita Whindi; Yanti, Prima Gusti; Hidayati, Deasy Wahyu; Amzat, Ismail Hussein
Harmoni Sosial: Jurnal Pendidikan IPS Vol. 11 No. 1 (2024): March
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hsjpi.v11i1.64659

Abstract

This study aims to determine Social Studies (IPS) learning outcomes with a problem-based learning model based on Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) in elementary school students. The research method used is descriptive quantitative with quasi-experiment. The implementation was carried out in stages with the theory of Borg and Gall, and the main stages are (1) preliminary studies in the form of preparation and needs analysis; (2) preparation of model design and prototype model products in a participatory manner; (3) analysis of trials by learning technology experts; (4) operational trials carried out repeatedly / cycles accompanied by refinement of model products; (5) validation tests using pre-experimental design; and (6) dissemination of results. Data collection in this study was done using objective tests. Observations using observation guideline instruments on activities during the operational test process and pre-experimental tests. Questionnaires and performance assessments were used in the operational and model validation tests. The observation results were analyzed descriptively quantitatively, finding the mean, median, mode, standard deviation, and variance of each variable studied. Data analysis techniques used (1) descriptive analysis, (2) requirements test analysis, and (3) hypothesis testing. The findings of the research showed that elementary school students were motivated to learn by using TPACK-based problem-based learning models and had a high understanding of using ICT learning. The analysis of research results could affect the learning outcomes of social studies based on technological pedagogical content knowledge in elementary schools with an average score of 79.42. So, this research uses classroom action research conducted in 3 (three) cycles. The results obtained up to the third cycle stage (three) were declared complete.
Kesalahan Penulisan Huruf Katakana シ (shi) Dan ツ (tsu) Pada Mahasiswa Semester 3 Pendidikan Bahasa Jepang FKIP UHAMKA: Writing Errors in Katakana Letters シ (shi) and ツ (tsu) in 3rd Semester Students of Japanese Language Education, FKIP UHAMKA Apriliani, Mutiara; Anaresa, Futri; Hidayati, Deasy Wahyu
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 11 No. 1 (2025): Japanese culture and language
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v11i1.74672

Abstract

In the curriculum of the Japanese Language Education Study Program at Muhammadiyah  University, Prof. Dr. Hamka Jakarta, mastery of katakana letters is the main focus. However,  many students experience errors when writing katakana, which is believed to be caused by  short learning and the lack of use of katakana in textbooks. This research aims to describe  mistakes in writing Katakana letters by Class of 2022 students, with test results showing that  students tend to make mistakes, especially in stroke order or the order of strokes and writing.