p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Basica PESHUM
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Implementasi dan Praktik Pendidikan Inklusif Pada SMP Lazuardi Athaillah Makassar Wuabundjo, Elsa Ochtavia; Ansar, Ahlun; Zahran Ns, Nurfadillah; munandar, Aris; Yanti, Nopi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.13153

Abstract

Pendidikan inklusif adalah suatu konsep pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan peluang belajar yang setara bagi semua siswa, termasuk anak dengan kebutuhan khusus, di lingkungan pendidikan yang sama tanpa adanya diskriminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan kebijakan pendidikan inklusif dan peran guru pendamping khusus di SMP Lazuardi Athaillah Makassar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara dan observasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sekolah telah melaksanakan kebijakan inklusi melalui sistem penerimaan yang berbasis observasi serta membatasi jumlah siswa berkebutuhan khusus menjadi satu per kelas untuk menjaga mutu pembelajaran. Guru pendamping khusus memiliki peran krusial dalam menyesuaikan materi pembelajaran, menyusun Program Pendidikan Individual (IEP), dan berkoordinasi dengan orang tua melalui evaluasi yang dilakukan secara berkala. Pelaksanaan kebijakan ini mencerminkan nilai-nilai kesetaraan, kerja sama, dan penghormatan terhadap keberagaman, menunjukkan bahwa pendidikan inklusif di SMP Lazuardi Athaillah Makassar telah berjalan dengan pendekatan yang humanis dan adaptif yang mendukung perkembangan keseluruhan peserta didik. Kata Kunci: Pendidikan Inklusif, Guru Pendamping Khusus, Kebijakan Sekolah, Kesetaraan, Implementasi
Strengthening Religious Moderation through Multicultural Learning for STAI Ibnurusyd Kotabumi Students in the Digital Era Meilina, Yuni; Wijaya, Yanti; Yanti, Nopi; Rakhman, Zulkarnain; Tinah, Tinah; Afifatun, Siti
BASICA Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v5i1.9638

Abstract

This study aims to analyze the strengthening of religious moderation through multicultural learning for students at STAI Ibnurusyd Kotabumi in the digital era. This research is motivated by the increasing challenges of intolerance, radicalism, and the spread of unverified religious information through digital media that influence students' mindsets. The research approach uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Research informants consisted of lecturers and students involved in the multicultural learning process on campus. The results of the study indicate that: first, the implementation of multicultural learning is carried out through the integration of values โ€‹โ€‹โ€‹โ€‹of tolerance, respect for diversity, open dialogue, and the use of digital media in the learning process. Second, supporting factors for strengthening religious moderation include institutional commitment, the role of lecturers, a harmonious academic environment, and the use of digital media as an educational tool. Meanwhile, inhibiting factors are low student digital literacy, the negative influence of social media, and the persistence of exclusive religious understanding. Third, multicultural learning has positive implications for increasing students' attitudes of tolerance and religious moderation. Students become more open to differences, able to think critically about digital information, and develop social awareness in maintaining harmony in a pluralistic society. This research confirms that multicultural learning is an effective strategy for strengthening students' religious moderation in the era of digital transformation.