Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRADISI MANDI SAFAR SEBAGAI WISATA BUDAYA DI KECAMATAN RUPAT UTARA KABUPATEN BENGKALIS TAHUN 1989-2018 Kalvin, Kalvin; Isjoni, Isjoni; Ibrahim, Bedriati
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2020): EDISI 2 JULI-DESEMBER 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: One of the traditions that developed in Bengkalis Regency is the activity in the month of Safar. The safari bathing tradition is a spiritual attempt at self-approach to God, performed by some Muslim communities in different areas in Bengkalis Regency, right in Tanjung Punak Village Rupat Island, Bengkalis Regency, Riau Province. The safari bathing tradition that was held last Wednesday in the month of Safar with the aim of rejecting reinforcements. The local government has determined that the Safar swimming ritual is an asset of local wisdom and an annual tourist attraction expected to attract domestic and foreign tourists. The aim of this study is 1) To find out the origin of the tradition of safari bathing in the month of Safar in the Rupat Utara District, Tanjung Punak Village. 2) To find out the process of implementation of the Safar bath tradition, 3) To find out the values of the Safar bath tradition. 4) To know the development of the Safar Mandi tradition as cultural tourism, 5) To discover the role of the local government in preserving the Safar Mandi tradition as cultural tourism. Data analysis using qualitative methods and then using the comparative method. The results of this study are the Mandi Safar tradition, which is one of the ancestral legacies believed to be able to reject setbacks (accidents, disasters and epidemics), from the procedures and values in the Mandi Safar tradition that may benefit for those who carry it out and watched the Mandi Safar program. Apart from that, the role of the local government in developing and maintaining the Mandi Safar tradition is also very important in promoting the village and economy of the people of Tanjung Punak Village, Rupat Utara District, Bengkalis Regency.Key Words: Safar Mandi Tradition, Cultural Tourism, District of North Rupat,Bengkalis Regency.
Analisis Ketimpangan Pendapatan dan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten dan Kota Provinsi Papua Barat Tahun 2017-2021 Situmorang, Elina R.; Alisyah, La Ode; Kalvin, Kalvin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.58165

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis rataan, maksimum, dan minimum ketimpangan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua Barat tahun 2017-2021 dan untuk menganalisis Pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Papua Barat tahun 2017-2021. Dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manokwari 2,64. Jika dibandingkan dengan daaerah lain Seperti Kota Sorong tidak jauh berbeda dengan rata-rata sebesar 2,78, Kabupaten Teluk Bintuni 1,75, Kabupaten Kaimana 2,02, Kabupaten Raja Ampat yang memiliki rata-rata tertinggi jika dibandingkan dengan daerah yang lain yaitu sebesar 3,65, Kabupaten Tambrauw 3,27. Jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan di Provinsi Papua Barat, rata-rata pertumbuhan di Provinsi juga masih termasuk rendah diantara beberapa Kabupaten/kota yaitu sebesar 2,33. Hasil penelitian ketimpangan, Kabupaten Manokwari rata-rata ketimpangan pendapatan 0.381, Kota Sorong memiliki rata-rata ketimpangan pendapatan terendah diantara semua daerah dengan rata-rata 0,320. Kabupaten Kaimana memiliki rata-rata ketimpangan pendapatan tertinggi diantara semua kabupaten/kota yaitu sebesar 0.419, Kabupaten Raja Ampat 0.398, Kabupaten Teluk Bintuni 0,370 dan Kabupaten Tambrauw 0.349. Jika dibandingkan dengan rata-rata ketimpangan pendapatan di Provinsi tidak jauh berbeda dimana rata-rata di Papua Barat juga masih cukup tinggi sebesar 0.386 dengan selisih yang tidak jauh berbeda dengan rata-rata di Kabupaten/kota. Hasil Regresi data panel, nilai probabilitasnya lebih besar lebih besar dari tingkat keyakinan α= 5% yakni 0,6809 > 0,05. Maka dapat diperoleh hasil H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti membuktikan bahwa tidak terdapat pengaruh Variabel pertumbuhan ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan dan hipotesis ditolak.
INOVASI PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI SABUN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH TANGGA DI DESA KAPIT Hendra Bayu, Hendi; Taradita, Wulan; Palinda, Pipin; Kalvin, Kalvin; Juliansyah, Ilfandi; Agusta, Denny; Luhand, Amelda; Febriyanti, Febriyanti; Liya, Ade; Dinasty, Dinasty
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 10 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i10.%p

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak goreng bekas yang masih digunakan terus menerus dalam proses penggorengan, yang dimana jika dibuang sembarangan dapat mengakibatkan dampak negatif baik itu kesehatan maupun lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan ibu-ibu di Desa Kapit, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, dalam proses pengelolaan minyak jelantah dengan mengubahnya berbentuk sabun aman bagi lingkungan yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan adalah Penjelasan atau ceramah, diskusi interaktif, serta praktik secara langsung pembuatan sabun dari minyak jelantah yang melibatkan 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang bahaya minyak jelantah serta dampak pencemaran lingkungan, serta kemampuan praktis dalam proses daur ulang minyak menjadi sabun. Proses pembuatan sabun ini solusi menjadi sederhana dan berkelanjutan untuk mengurangi polusi dan membuka peluang usaha di tingkat rumah tangga. Melalui pengelolaan yang baik, minyak jelantah dapat digunakan kembali sehingga mendukung pelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat desa Kapit.