Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Tingkat Stres Dan Perawatan Diri (Self-Care) Pada Klien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Poli Penyakit Dalam BLUD RSUD Dr. Doris Sylvanus Natalansyah Natalansyah; Wulandari Wulandari; Barto Mansyah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v6i1.1623

Abstract

The International Diabetes Federation (IDF) estimates the number of DM increases in Indonesia from 9.1 million in 2014 to 14.1 million in 2035. Type 2 diabetes is the most common type. Diabetes is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia due to defects in insulin secretion, insulin action, or a combination. Diabetes mellitus can cause clinical changes in diabetics. The purpose of this study was to study the relationship of stress levels with self-care on type 2 DM clients in BLUD Internal Medicine dr. Doris Sylvanus. This research method uses a cross-sectional study design, with a purposive sampling technique, the number of samples in this study were 35 respondents, collecting data using a Diabetes Self-Care Activity Summary questionnaire (SDSCA and Diabetes Disorders Scale (DSS) and analyzed using the chi-square test The results of this study indicate that of the 20 respondents who were severely stressed 18 respondents were not good in self-care and of the 15 respondents who increased mild stress 10 respondents were able to perform self-care well. = 0.001, where the p-value <α (α = 0 05) It can be concluded that there is a significant relationship between stress levels and self-care where the higher the stress level, the lower the self-care treatment.
THE IMPACT OF PESTICIDE USE ON RESIDUALS IN VEGETABLE PRODUCTS IN PALANGKA RAYA Normila; Maulia, RESNA; Ramadhani, Juni; Mansyah, Barto
TEKNOLOGI MEDIS DAN JURNAL KESEHATAN UMUM Vol 9 No 1 (2025): Medical Technology and Public Health Journal March 2025
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mtphj.v9i1.5924

Abstract

ABSTRACT   Pesticide use in agriculture is essential for controlling pests and diseases; however, overuse often results in environmental contamination and health issues. This study explores the presence of pesticide residues in vegetables from Palangka Raya. The overuse of pesticides—whether in type, amount, frequency, or dosage—contaminates crops and poses risks to humans through inhalation and ingestion. Analytical observational research was conducted, using purposive sampling to collect vegetable samples. These samples were analyzed qualitatively with a pesticide detection kit, and the results were correlated with pesticide use on the farms. Data analysis was performed using McNemar's non-parametric test. The results revealed that 20% of the vegetable samples contained pesticide residues. These residues were significantly associated with a spraying frequency of more than twice per week (p = 0.016) and improper pesticide dosage (p = 0.039). This study underscores the impact of pesticide application practices on residue levels in vegetables, emphasizing the need for regulated use to minimize health risks.  Keywords: Residue; Pesticide; Vegetables; Agriculture;
Hubungan Perilaku Personal Hygiene Saat Menstruasi dengan Kejadian Pruritus Vulva pada Remaja Putri di SMKN 3 Palangka Raya: The Relationship Between Personal Hygiene Behavior During Menstruation and the Incidence of Vulva Pruritus in Adolescent Girls at SMKN 3 Palangka Raya Mansyah, Barto; Srinata, Rika Pebriani; Astuti, Agnes Dewi; Riky, Riky
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.9717

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan tahap yang unik dari perkembangan manusia dimana masa yang penting untuk melakukan dasar kesehatan yang baik. Memasuki masa pubertas terkhusus pada remaja putri akan mengalami menstruasi. Seseorang yang pengetahuannya kurang tentang personal hygiene organ reproduksi akan mengalami berbagai masalah, salah satunya pruritus vulva. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan perilaku personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri di SMKN 3 Palangka Raya. Metode: Menggunakan pendekatan cross-sectional, teknik sampling menggunakan proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden sebesar 114 orang siswi dan analisis statistik menggunakan Chi-square. Hasil: Terdapat adanya hubungan yang bermakna antara perilaku personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulva pada remaja putri di SMKN 3 Palangka Raya dengan p-value = 0,000. Penelitian ini diharapkan bagi remaja putri di SMKN 3 Palangka Raya dapat mencari informasi tambahan tentang personal hygiene saat menstruasi dan pruritus vulva, serta pihak sekolah dapat bekerjasama dengan tenaga kesehatan melakukan kegiatan edukasi bagaimana perilaku personal hygiene yang benar saat menstruasi pada remaja putri di SMKN 3 Palangka Raya.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya: Overview of the Level of Knowledge of Pregnant Women About Clean and Healthy Living Behavior at the Pahandut Community Health Center, Palangka Raya City Mansyah, Barto; Salsabila, Dinda; Datak, Gad; Rikiy, Rikiy
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10534

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa transisi ini seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi yang membingungkan, di satu pihak ia masih anak-anak, tetapi dilain pihak ia harus bertingkah laku seperti orang dewasa. Remaja sebagai individu yang sedang berada dalaam proses berkembang, berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Pada perkembangan yang tidak adekuat sering kali berakibat munculnya perilaku yang menyimpang salah satu perilaku tersebut remaja mengkomsumsi minuman keras atau miras. Tingginya perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja harus diantisipasi, salah satunnya dengan mengetahui persepsi pada remaja, karena persepsi dari remaja tersebut akan mempengaruhi perilakunya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Tingkat Kecemasan pada Wanita Premenopause di Poskesdes Pantai Kabupaten Kapuas: The Relationship Between the Level of Knowlegde and the Level of Anxiety in Premenopausal Women at the Coastal Health Post in Kapuas Regency Mansyah, Barto; Zauhairiah, Nurul; Natalansyah, Natalansyah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7241

Abstract

Latar belakang: Menopause dikenal sebagai masa berhentinya haid secara permanen setelah hilangnya aktivitas ovarium. Masalah yang muncul sebelum menopause disebut sindrom premenopause. Beberapa wanita tidak menyadari atau bahkan mengetahui bahwa mereka berada dalam periode ini. Pengetahuan seorang wanita tentang premenopause sangat penting karena dapat berdampak positif pada penanganan penyakit mental. Tujuan: adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada wanita premenopause di poskesdes pantai Kabupaten Kapuas. Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan studi cross sectional. Hasil: Hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada wanita premenopause di Poskesdes Pantai Kabupaten Kapuas di dapatkan nilai P-Value 0,890 lebih besar dari 0,05. Kesimpulan: yaitu Ha ditolak dan Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan pada wanita premenopause di poskesdes pantai Kabupaten Kapuas.
Pengaruh Pemberian Konseling dan Buku Saku 1000 Hari Pertama Kehidupan Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Stunting pada Calon Pengantin di Kabupaten Kapuas: The Effect of Providing Counseling and Pocket Books for the First 1000 Days of Life on Knowledge and Attitudes of Stunting Prevention among Prospective Brides and Grooms in Kapuas Regency Mansyah, Barto; Susanti, Nila
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9049

Abstract

Stunting disebabkan karena rendahnya pengetahuan mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan dan menggerakkan satu gerakan yaitu Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang berfokus pada 1000 HPK yang terdiri dari dua intervensi yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi sensitif /pendidikan gizi tepat diberikan pada calon pengantin karena pasangan pengantin adalah awal mula terbentuknya suatu keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dan buku saku 1000 HPK terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan stunting pada calon pengantin di Kabupaten Kapuas. Rancangan penelitian ini menggunakan pre test-post test control group design, dengan melakukan pengamatan langsung terhadap dua kelompok subyek dengan dua kondisi yang dilaksanakan dengan adanya kelompok pembanding. Tidak ada perbedaan pengetahuan responden antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dikarenakan masing-masing kelompok mengalami peningkatan nilai pengetahuan setelah diberikan perlakuan. Pada kelompok eksperimen peningkatan rata-rata 19,98 poin sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata 17, 23 poin. Meskipun tidak ada perbedaan pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tetapi jumlah responden yang masuk dalam kategori baik lebih banyak pada kelompok eksperimen daripada kelompok kontrol, yaitu 52,3% dan 47,7%. Tidak ada perbedaan sikap responden antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dikarenakan masing-masing kelompok mengalami peningkatan nilai sikap setelah diberikan perlakuan. Pada kelompok eksperimen peningkatan rata-rata 4,54 poin sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata 3,07 poin.