Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENAMBAHAN DAGING ITIK YANG OPTIMUM TERHADAP KUALITAS KERUPUK TRADISIONAL DITINJAU DARI KUALITAS FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK: THE OPTIMUM ADDITION OF DUCK MEAT TO THE QUALITY OF TRADITIONAL CRACKERS IN TERMS OF PHYSICAL AND CHEMICAL QUALITY Salsabila, Dinda; Widati, Aris Sri; Widyastuti, Eny Sri
Journal of Animal Research and Applied Science Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/aras.v4i2.30281

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penambahan daging itik yang optimum terhadap kualitas kerupuk ditinjau dari kualitas fisik dan kimia. Materi penelitian berupa kerupuk dengan penambahan daging itik. Metode penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan penelitian ini antara lain: P0 (tanpa penambahan daging itik), P1 (penambahan daging itik 10%), P2 (penambahan daging itik 20%), dan P3 (penambahan daging itik 30%). Hasil dari penelitian dapat diketahui bahwa penambahan daging itik dalam pembuatan kerupuk dengan kosentrasi yang berbeda menunjukkan hasil yang berpengaruh terhadap daya kembang kerupuk, nilai organoleptik (aroma, warna, dan tekstur), kadar protein, kadar lemak, dan kadar abu, sedangkan penambahan daging itik dengan konsentrasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya patah kerupuk, nilai organoleptik (rasa), dan kadar air kerupuk, setelah dilakukan uji De Garmo diperoleh perlakuan terbaik pada penambahan daging itik terhadap kerupuk dengan konsentrasi sebanyak 20% penambahan. Penambahan daging itik dapat meningkatkan nilai kadar protein, lemak, dan abu, serta perlakuan terbaik berdasarkan kualitas fisiko kimia dan organoleptik didapatkan pada perlakuan dengan penambahan 20% daging itik.
Masa Kemajuan Islam (650-1000 Masehi) Basri, Muhammad; Salsabila, Dinda; Siregar, Faisa Rahma Safira
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 12 (2024): Madani, Vol. 1 No. 12 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10457375

Abstract

The classical period (650-1250 CE) marked the zenith of Islamic civilization through expansion, integration, and progress, extending the influence of Islam from Spain to India. Under the leadership of caliphs, there was support for advancements in various fields of knowledge. However, the disintegration phase (1000-1250 CE) was characterized by political fragmentation and decline, reaching its climax with the conquest of Baghdad by Hulagu's forces in 1258 CE. Differences in governance systems, democracy during the Khulafaurrasyidin era and monarchy during the Umayyad and Abbasid eras, triggered divisions due to power struggles. In this period, the development of the Islamic community marked the pinnacle through the expansion of influence from Spain to India under caliphal leadership. Despite advancements in various fields of knowledge, the disintegration phase (1000-1250 CE) brought about fragmentation and political decline, culminating in the conquest of Baghdad by Hulagu's forces in 1258 CE. Variances in governance systems, with democracy during the Khulafaurrasyidin era and monarchy during the Umayyad and Abbasid eras, served as the primary catalyst for divisions arising from power competition.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH Efriana, Cut; Dewi, Rika; Nuha, Kaifar; Salsabila, Dinda; Arafah, Siti; Putri, Rasma Wika; Zuhra, Zuhra
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.39244

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan salah satu permasalahannya yaitu masih tingginya pertumbuhan penduduk. Hal tersebut menunjukkan ketidak berhasilan dari program pemerintah dalam menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program keluarga berencana, sehingga pemerintah meningkatkan kesetaraan pemakaian metode kontrasepsi jangka panjang. Data yang di dapatkan dari Puskesmas Baiturrahman pada tahun 2023 jumlah akseptor KB sebanyak 4.363 orang yang terdiri dari 31,6% MKJP dan 68,4% Non MKJP  yaitu suntik sebesar 34,4%, pil sebesar 0%, implan sebesar 3,1%, IUD sebesar 6,6%, MOW sebesar 2,1%, kondom sebesar 6,6%, MOP sebesar 0% dan MAL sebesar 0,5%. Tujuan Penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh Tahun 2024. Metode penelitian bersifat kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel secara Random Sampling dengan jumlah sampel 98 orang. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 13 sampai 29 Juli 2024 dengan analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 ibu sebagian besar tidak menggunakan non MKJP sebanyak 67 (68,4%), pengetahuan dengan p value 0,004, sikap dengan p value 0,002, usia dengan p value 0,001, paritas dengan p value 0,002, dukungan suami dengan p value 0,001. Hal ini menunjukan ada hubungan pengetahuan, sikap, usia, paritas dan dukungan suami dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya: Overview of the Level of Knowledge of Pregnant Women About Clean and Healthy Living Behavior at the Pahandut Community Health Center, Palangka Raya City Mansyah, Barto; Salsabila, Dinda; Datak, Gad; Rikiy, Rikiy
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10534

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Masa transisi ini seringkali menghadapkan individu yang bersangkutan kepada situasi yang membingungkan, di satu pihak ia masih anak-anak, tetapi dilain pihak ia harus bertingkah laku seperti orang dewasa. Remaja sebagai individu yang sedang berada dalaam proses berkembang, berkembang kearah kematangan atau kemandirian. Pada perkembangan yang tidak adekuat sering kali berakibat munculnya perilaku yang menyimpang salah satu perilaku tersebut remaja mengkomsumsi minuman keras atau miras. Tingginya perilaku mengkonsumsi minuman keras pada remaja harus diantisipasi, salah satunnya dengan mengetahui persepsi pada remaja, karena persepsi dari remaja tersebut akan mempengaruhi perilakunya.
Pelatihan dan Pemberdayaan Kader Posyandu dalam Pemanfaatan Makanan Fermentasi Tradisional Kuansing untuk Peningkatan Gizi Ibu Hamil dan Balita Ismawati, Ismawati; saryono, saryono; mukhyarjon, mukhyarjon; enikarmila Asni; Devi, Silvera; Anggraini, Suci; Suraya, Nabella; Kesya, Lunari; Salsabila, Dinda; Deanra, Cantika Natswa
Jurnal Pengabdian UntukMu NegeRI Vol. 9 No. 3 (2025): Pengabdian Untuk Mu negeRI
Publisher : LPPM UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jpumri.v9i3.10439

Abstract

Stunting in children remains a health problem in Indonesia. One way to improve the nutritional status of the community to prevent stunting is by utilizing nutrient-rich traditional fermented foods. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of Posyandu cadres in utilizing conventional fermented foods from Kuansing as a nutritional source for pregnant women and toddlers. The training was conducted on August 30, 2025, at the Gunung Toar Sub-district Multipurpose Hall, Kuantan Singingi Regency, attended by 26 Posyandu cadres. The methods included educational video screening, booklet distribution, interactive discussions, and demonstrations of traditional fermented products such as pekasam, sarobuong, and puduong. Evaluation results showed an increase in participants' knowledge scores from an average of 50 to 70 after the training. This activity demonstrates the effectiveness of science-based education in improving community nutrition awareness and preserving local fermented foods.
TINDAKAN DOXING DI MEDIA SOSIAL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 19 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK DIKAITKAN DENGAN KONSEP PERLINDUNGAN PRIVASI Salsabila, Dinda; Dewi, Sinta; Wulandari, Widati
QIYAS: JURNAL HUKUM ISLAM DAN PERADILAN Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/qys.v8i1.2664

Abstract

Abstract: There is a phenomenon on the internet called doxing or the act of publishing private information about someone on the internet, typically with malicious intent. Doxing act violates people rights of their privacy of personal data. Not only with malicious intent, doxing act often carried out by victims of crime to seek justice. This study aims to determine the application of the protection of personal data principals from doxing act in ITE Law and to identify the legal liability of doxing actions on social media that is carried out by victims of crime in related to the concept of privacy protection.This research was conducted using normative juridical approach and descriptive analytical research specifications, namely by describing the issue with the phenomenon being studied as the research object, in this case doxing act, and then reviewed with secondary data. The data analysis was carried out using a qualitative juridical method.The results of the study show that in the ITE Law, the protection of personal data from doxing act can be found in Article 26 (1) regarding the consent to disclose personal data, Article 27 (1), (3), and (4) regarding to the content of personal data that is disclosed, and Article 30 (2) regarding to the method in obtaining the content or personal data that is disclosed. Doxing actions on social media carried out by victims of crime to seek justice in the concept of privacy protection can be held legally responsible under the ITE Law Article 26 by filing a lawsuit, criminal sanctions and fines based on Article 45 (1), (3), and (4) and Article 46 (2), or administrative sanctions based on the Ministry of Communication and Informatics Regulation No. 20 of 2016 Article 36 such as verbal and written warnings, temporary suspension of activities and/or announcements on online websites. Keywords: Privacy and Personal Data Protection, Doxing, Legal Liability Abstrak: Terdapat fenomena di internet yaitu tindakan doxing atau tindakan mempublikasikan data pribadi seseorang tanpa izin di internet dengan maksud atau niat jahat. Tindakan doxing melanggar privasi seseorang atas data pribadinya. Tidak hanya dengan maksud atau niat jahat, tindakan doxing sering dilakukan korban kejahatan untuk mencari keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip perlindungan data pribadi dari tindakan doxing dalam UU ITE serta untuk mengidentifikasi pertanggungjawaban hukum atas tindakan doxing di media sosial yang dilakukan oleh korban kejahatan dikaitkan dengan konsep perlindungan privasi.Penelitian ini dilakukan menggunakan metode pendekatan yuridis normative dengan spesifikasi penilitian deskriptif analitis yaitu dengan menggambarkan permasalahan terkait peristiwa yang menjadi objek penelitian, dalam hal ini tindakan doxing, kemudian ditinjau dengan data sekunder. Kemudian dilakukan analisis data dengan metode yuridis kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam UU ITE perlindungan data pribadi dari tindakan doxing dapat ditemukan pada Pasal 26 ayat 1 berkaitan ada atau tidaknya persetujuan (consent) diungkapkan suatu data pribadi, Pasal 27 ayat 1, 3 dan 4 berkaitan dengan muatan atau bentuk data pribadi yang diungkapkan, serta Pasal 30 ayat 2 berkaitan cara perolehan muatan atau data pribadi yang diungkapkan. Tindakan doxing di media sosial yang dilakukan oleh korban kejahatan untuk mencari keadilan secara konsep perlindungan privasi dapat diminta pertanggungjawaban hukum berdasarkan UU ITE Pasal 26 dengan mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum, penjatuhan sanksi pidana dan denda sesuai Pasal 45 ayat 1, 3 dan 4 dan Pasal 46 ayat 2 atau dengan sanksi administratif sesuai Permen Kominfo 20/2016 Pasal 36 berupa peringatan lisan, tertulis, penghentian sementara kegiatan dan/atau pengumuman di situs dalam jaringan (website online). Kata Kunci: Perlindungan Privasi dan Data Pribadi, Tindakan Doxing, Pertanggungjawaban hukum
Revitalisasi Makanan Fermentasi Tradisional Kuantan Singingi melalui Pelatihan Berbasis IPTEKS Ismawati, Ismawati; Saryono, Saryono; Mukhyarjon, Mukhyarjon; Asni, Enikarmila; Devi, Silvera; Anggraini, Suci; Suraya, Nabella; Kesya, Lunari; Salsabila, Dinda; Deanra, Cantika Natswa
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.531-536

Abstract

Malnutrition, especially among children under five, remains a significant public health concern in Indonesia, including Riau Province. One potential effort to address this issue is the utilization of traditional fermented foods from Kuantan Singingi Regency, such as pekasam, sarobuong, puduong, and cangkuok semaung. These foods are rich in nutrients, including protein, carbohydrates, amino acids, minerals, and probiotics beneficial to health; however, they are on the verge of extinction.This community service program aimed to revitalize traditional Kuansing fermented foods through a science and technology-based training approach. The program implementation involved video demonstrations of traditional food preparation, distribution of pocket books, and interactive discussions with health cadres, as well as pregnant and breastfeeding mothers, and mothers with toddlers.The results showed high enthusiasm among participants, demonstrated by their active involvement in discussions and question-and-answer sessions. The training not only improved participants’ knowledge but also fostered awareness and a sense of ownership of local food, while simultaneously opening opportunities for small-scale household businesses.