Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo Tahun Pelajaran 2018/2019 Rohma, Allifatur
EDUCARE: Journal of Primary Education Vol. 1 No. 1 (2019): EDUCARE: Journal of Primary Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/educare.v1i1.3

Abstract

Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI merupakan lembaga yang ditunjuk oleh Kementerian Agama RI untuk melaksanakan Kurikulum 2013 atau yang disebut K13 baik pada pembelajaran tematik maupun pembelajaran agama sesuai dengan Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam Nomor 3525 tahun 2017 tentang Penetapan Pelaksanaan Kurikulum 2013. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus penelitian adalah: 1) Bagaimana perencanaan pembelajaran kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo Tahun Pelajaran 2018/2019? 2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo Tahun Pelajaran 2018/2019?, 3) Bagaimana evaluasi pembelajaran kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo Tahun Pelajaran 2018/2019? Hasil penelitiannya adalah: 1) Perencanaan pembelajaran K13, guru di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo membuat perangkat pembelajaran berupa Kalender Pendidikan, RPE, Prota, Promes, Silabus, dan RPP. Dalam pembuatan perangkat pembelajaran ada guru yang membuat perangkat pembelajaran secara individu dan ada yang dengan bersama KKG (Kelompok Kerja Guru). (2) Pelaksanaan pembelajaran K13 di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo memiliki 3 kegiatan yaitu, kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Pada kegiatan pendahuluan diawali dengan memberikan apersepsi, memberikan stimulus/motivasi, menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran. Pada kegiatan inti guru telah melakukan kegiatan saintifik yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi/mengumpulkan, dan mengkomunikasikan. Pada kegiatan penutup dilakukan dengan membuat kesimpulan dari materi yang telah dipelajari, merefleksikan materi yang diajarkan, dan memberikan tindak lanjut berupa penugasan. (3) Evaluasi pembelajaran K13 di Madrasah Ibtidaiyah KAHASRI Kota Probolinggo menggunakan model penilaian autentik yang meliputi 3 aspek yaitu: aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan.
The Role of Islamic Values in the Development of Science and Technology: Perspectives from Al-Islam and Muhammadiyah Rohma, Allifatur; Nurhayati, Neneng; Yuniarti, Yanti; Jamroji, Bagus
JDP (JURNAL DINAMIKA PENDIDIKAN) Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL (JURNAL DINAMIKA PENDIDIKAN)
Publisher : Educational Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64540/sac7v870

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic values from the perspe ctive of Al-Islam and Muhammadiyah in guiding the development of science and technology toward human welfare and moral responsibility. Using a qualitative philosophical library research approach, this study analyzes the Qur’an, Hadith, Muhammadiyah documents, and relevant scholarly literature through thematic and hermeneutic analysis. The findings show that Islamic values position science and technology as a trust directed toward maslahah and the realization of hayatan tayyibah.
Relevansi Konsep Insan Kamil dengan Tujuan Pendidikan Islam di Tengah Perubahan Sosial Modern Rohma, Allifatur; Khodijah Amatulloh Sholihat; Yanti Yuniarti; Mohammad Solihin; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.12983

Abstract

Perubahan sosial kontemporer ditandai oleh digitalisasi, konektivitas, dan tuntutan kompetensi global mendesak sistem pendidikan Islam untuk meninjau kembali tujuan dasarnya agar tetap relevan secara moral, intelektual, dan sosial. Penelitian ini bertujuan memetakan relevansi operasional konsep Insan Kamil yang berakar pada tasawuf Ibn ‘Arabī dan al-Jīlī dengan rumusan tujuan pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial modern Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), berfokus pada analisis konseptual dan filosofis terhadap sumber primer dan sekunder. Hasil temuan menegaskan bahwa Insan Kamil berfungsi sebagai matriks normatif dan operasional yang mengharmonikan dimensi intelektual, moral (adab/akhlaq), dan kemasyarakatan (‘amal) dalam kerangka tauhid. Konsep ini menuntut integrasi wahyu, akal, dan pengalaman, sehingga kualitas Ilahi tercermin dalam karakter dan praktik sosial. Secara praksis, hal ini meniscayakan empat poros: integrasi ilmu berbasis tauhid, pembentukan adab sebagai inti, tazkiyah dan tahqīq sebagai metode, serta etika kekhalifahan di ekologi digital. Kesimpulannya, Insan Kamil memberikan orientasi yang mampu menjawab krisis adab dan fragmentasi ilmu, serta membentuk profil lulusan yang kritis, beretika, dan berdaya cipta dalam masyarakat plural.