Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JUTEKS

PERENCANAAN TEKNIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI RT.28/RW.08 DESA HAMBALANG KECAMATAN CITEUREUP- KAB.BOGOR Muliawati, M.T., Fithri; Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 1 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.594 KB) | DOI: 10.32832/juteks.v1i2.752

Abstract

PERENCANAAN TEKNIS JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH DI RT.28/RW.08 DESAHAMBALANG KECAMATAN CITEUREUP KAB.BOGOR. Telah dilakukan perencanaan jaringan distribusi tegangan rendah di RT 28/ RW 08 Desa Hambalang. Data-data berupa luas daerah, letak geografis, dan jumlahrumah diperoleh melalui survei lapangan. Data-data tersebut kemudian diolah dan dianalisa untuk menentukan kebutuhan daya tiap rumah. Pengolahan data dan proses analisa menghasilkan informasi berupa: 10 rumah yangmemiliki bangunan permanen dipasang kapasitas daya listrik sebesar 900VA dengan total energi yang dipakai dalam satu hari sebesar 40200Wh. Beban puncak terjadi pada jam 19.00-21.00 dengan puncak energi per-jamnya4350Wh beban terendah terjadi pada jam 14.00-16.00 dengan jumlah energi per-jamnya 900 Wh. Sedangkan untuk 40 rumah semi permanen pelanggan lainnya dipasang jaringan listrik berkapasitas 450 VA dengan total energi yangdipakai dalam satu hari 59060 Wh. Beban puncak terjadi pada pukul 19.00-21.00 dengan total energi 4350 Wh dan beban terendah terjadi pada pukul 09.00-11.00 dengan total energi sebesar 1650 Wh. Jenis tiang yang dipakaiadalah tiang beton, jenis konduktor adalah jenis Twisted Insulated Conduktor (TIC) yang terbuat dari bahan almunium murni, dengan luas penampang berdasarkan PUIL 2000, dengan panjang kabel ± 1890 meter untuk kabelberpenampang 35 mm2 dan ±600 meter untuk kabel berpenampang 10 mm2.
IMPLEMENTASI IOT PADA SISTEM MONITORING TEKANAN GAS SF6 DI GARDU INDUK 150KV PELABUHAN RATU Ginanjar, Aden; Muliawati, Fithri; Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v6i2.7958

Abstract

Gardu Induk SF6 atau GIS merupakan Gardu Induk yang menggunakan media isolasi elektrik berupa Gas SF6 pada semua peralatan utama di Switchgear. Hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan Gas SF6 yaitutekanan pada gas harus sesuai dengan standarnya. GIS 150KV Pelabuhan Ratu merupakan salah satu Gardu Indak yang menggunakan gas SF6 sebagai media isolasi. Hampir sebanyak 150 manometer yang ada untukmengecek tekanan gas SF6. Akan sangat lama jika mengecek satu persatu manometer gas tersebut. Berdasarkan permasalahan ini, perlu adanya Implementasi IOT pada sistem monitoring tekanan gas SF6 di Gardu IndukPelabuhan Ratu. Metode penelitian sistem monitoring gas SF6 memakai motode kuantitatif dengan beberapa tahapan yaitu pengumpulan data lapangan, penyiapan alat dan bahan penelitian, perancangan sistem,pembuatan pemrograman, uji pemrograman dengan alat, upload data ke website dan analisa. Dari hasil penelitian yang dilakukan dengan tiga kali percobaan menggunakan tiga gas portable dan selang beserta nepelyang berbeda, diperoleh waktu rata-rata penurunan gas portable yaitu 15 jam 15 menit dengan rata penurunan setiap 15 menit sekali sebesar 0,03764 bar.
PROTOTIPE SISTEM PENCAMPUR RAGI OTOMATIS BERBASIS ARDUINO UNO Abdulrahman, Abdulrahman; muliawati, Fithri; Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v7i1.7966

Abstract

Saat ini masih banyak tempe yang Dengan peningkatan kualitas maka biaya produksi akan semakin kecil sehingga mengurangi pemborosan[4]. Selama ini proses peragian kedelai yang digunakan oleh pengusaha, menggunakan cara manual yaitu diaduk menggunakan tangan sehingga tidak higienis [5]. Sistem monitoring pada mesin pencampur ragi otomatismenggunakan cara kerja, cara kerja pada mesin pencampur ragi otomatis adalah memasukan kedelai yang sudah direndam dengan air panas suhu kedelai tidak boleh melebihi atau kurang dari 30-35diproduksi belum ada pada kriteria higienis, hal ini harusnyadapat diminimalisir dengan keadaan zaman sekarang yangsudah serba canggih karena penerapan teknologi. RumahTempe Indonesia (RTI) suhu dan kelembaban untuk prosesperagian adalah pada proses fermentasi awal suhu diaturdengan mencampurkan kedelai dengan ragi, berbeda denganproses fermentasi akhir, dimana kondisi ruangan yangmenentukan suhu dan kelembabannya, selanjutnya untukmemindahkan tempe dari ruangan fermentasi awal keruangan fermentasi akhir masih dilakukan secara manual.Sistem pengatur sangat diperlukan dalam hal ini untukmenghasilkan produk yang baik maka diperlukan suatusistem untuk mengatur suhu dan kelembaban yang stabil.Pada alat ini pengaturan sistem dilakukan oleh ArduinoUNO yang mempunyai input berbentuk sensor DHT11,sensor ini akan mendeteksi kelembaban dan suhu yangberada didalam alat dan menampilkannya pada LCD. Duabuah kipas serta keypad yang berfungsi sebagai pengatursuhu di ruangan fermentasi awal dan fermentasi akhir sertaMist Maker untuk kelembaban. Terdapat motor servo yangberfungsi untuk melakukan proses perpindahan dariruangan fermentasi awal keruangan fermentasi akhir danmodul Real Time Clock (RTC) sebagai pembaca waktu.Dengan penggunaan prototipe sistem pengatur suhu dankelembaban pada ruangan fermentasi ini maka prosesfermentasi tempe dapat berjalan sesuai panduan modul bukuRTI yang dimana suhu dapat terjaga sebesar 31-33ºCdiruangan fermentasi awal dan 27-31ºC di fermentasi akhir C,kemudian setelah dimasukankedalam mixer sensor suhu DHT11 membaca suhu yangsudah di setting yaitu 30-35 oC, kemudian arduino unomerespon dengan mengaktifkan waktu perputaran yangterdeteksi pada sensor Relay Time Clock waktu perputaranuntuk mencampur ragi adalah 12 menit motor AC1fasaberputar sesuai dengan waktu yang telah di setting padasensor Relay Time Clock (RTC). . Maka dirancanglah alat yang dapat mencampur ragi otomatis untuk pencampuran kedelai dengan ragi dalamproses pembuatan tempe, mempersingkat dalam prosespembuatan tempe, dan menjaga nilai gizi tempe sehinggadapat membantu pengusaha tempe dalam produksi tempeyang lebih higienis dan efisien
MONITORING AND CONTROL SYSTEM OF IOT-BASED GAS LEAK DETECTION Muliawati, Fithri; Mustopa, Opa
JUTEKS Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/juteks.v7i2.13491

Abstract

LPG gas leaks are one of the factors causingfires in housing, this is due to gas leaks notbeing able to be detected from the start becausethe gas content is usually small and notsmellable, when there is a lot of gas outside thecylinder and there is a trigger or sparks aroundit, the fire does not occur. it is undeniable that itwill happen. So that this can be avoided, amonitoring and control system for IOT-basedGas Leak Detection is created, by detecting lpggas leaks by operating the MQ-06 sensorreading which has been set at a set point of 1960ppm, with a maximum sensor reading limit of10,000 ppm based on Arduino nano 10 bit withinformation transmission media in the form ofthe NodeMcu V3 module.The results of the MQ-06 sensor readings areprocessed in the Arduino program so thatinformation is generated in the form of soundnotifications generated by the buzzer, when theMQ-06 sensor detects LPG gas at a set point of1960 ppm the sensor will send data in the formof an analog voltage sent to Arduino andconverted into a digital voltage through theADC facility to then send information, thesensor will send data to Arduino to be managedin the Arduino IDE software so that it canrespond in the form of a buzzer as an alarm,displays information on the LCD and activatesthe exhaust fan, and this tool can also sendinformation gas analog data to androidsmartphones using the Blynk platform via theinternet network