Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Brand Communication

Mengkaji Konten Produk Skincare di Tiktok Dalam Fenomena Doomspending Gen Z Tetelepta, Novita; Wulandari, Yulianti Fajar; Hamid, Ali Imron
Brand Communication Vol. 4 No. 3 (2025): Media Sosial dan Peradaban Manusia
Publisher : Prisani Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TikTok merupakan platform interaktif dan mudah dijangkau, berperan dalam pilihan pembelian produk skincare. Ini juga memenuhi keperluan fisiologis, sosial, ego, dan aktualisasi diri generasi Z. Namun, pengeluaran impulsif yang berlebihan, yang disebut doomspending, dipengaruhi oleh konten yang sedang tren dan tekanan dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis konten produk skincare dalam fenomena doomspending di kalangan Gen Z. Ini terutama berhubungan dengan fenomena yang dikenal sebagai doomspending, yaitu kebiasaan mengeluarkan uang secara berlebihan untuk mengatasi rasa cemas tentang masa depan serta belanja karena konten produk skincare yang lagi viral/tren. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif meliputi wawancara semi terstruktur yang mendalam dan observasi non-partisipan pada konten produk skincare di TikTok. Informan dalam penelitian ini dari generasi Z yang sering menggunakan TikTok untuk mendapatkan informasi dan inspirasi terkait produk skincare. Teori yang diterapkan termasuk Hierarki Kebutuhan Maslow dan teori New Media oleh Pierre Lévy, yang menguraikan peran kebutuhan psikologis serta sifat media baru terhadap perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukan pentingnya bagi konsumen untuk memiliki kesadaran dan bagi pembuat konten untuk bertanggung jawab dalam menyajikan materi edukasi yang adil. Studi ini membantu kita memahami bagaimana konsumen berperilaku di era digital, terutama dalam bidang Ilmu Komunikasi dan pemasaran melalui media sosial.
Representasi Diskriminasi Standar Kecantikan Dalam Drama Korea True Beauty: Analisis Semiotika John Fiske Oktaviani, Amanda; Wulandari, Yulianti Fajar; Hamid, Ali Imron
Brand Communication Vol. 4 No. 3 (2025): Media Sosial dan Peradaban Manusia
Publisher : Prisani Cendekia Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this era, beauty has become a major issue, especially among women who are often required to meet certain standards. This phenomenon, which is often depicted in Korean dramas, can lead to discrimination against women who do not conform to the ideal image. This study aims to analyze the representation of discrimination based on beauty standards in the Korean drama True Beauty, which explicitly shows different treatment based on physical appearance. Using a descriptive qualitative method, data was collected through observation and documentation of seven scenes depicting discriminatory behavior. The analysis was conducted using John Fiske’s semiotic approach, which examines meaning at the levels of reality, representation, and ideology. The results of the study show that discrimination is represented through eight aspects of social rejection at the level of reality. At the representation level, production techniques amplify the emotional impact. At the ideology level, the drama reflects the perspective of lookism, where beauty determines an individual’s social value. This research is supported by Jon Gunnar Bernburg’s Labeling Theory, which explains how individuals labeled with social labels experience discrimination.