Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : OrchidAgro

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays L. Sacchata Strut) Akibat Takaran Pupuk Nitrogen dan Zeolit Hendra Irawan; Noertjahyani Noertjahyani; R. Wahyono Widodo
OrchidAgro Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.826 KB) | DOI: 10.35138/orchidagro.v1i2.238

Abstract

Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays L. Saccharata sturt) akibat takaran pupuk nitrogen dan zeolit. Rancangan lingkungan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah takaran nitrogen (N) terdiri atas lima taraf yaitu: 0 kg ha-1 (n0), 75 kg ha-1 (n1), 150 kg ha-1 (n2), 225 kg ha-1 (n3), 300 kg ha-1 (n4). Faktor kedua adalah takaran zeolit (Z), terdiri atas dua taraf yaitu: 0 kg ha-1 (z0) dan 1000 kg ha-1 (z1). Dengan demikian dalam percobaan ini terdapat 10 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang tiga kali, sehingga seluruhnya terdapat 30 satuan unit percobaan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa tidak terjadinya interaksi anatara pemberian perlakuan nitrogen dan zeolit, disebabkan karena kelarutan nitrogen di dalam tanah masih tinggi dan nitrogen masih dijerap oleh zeolit serta belum bisa di dilepaskan, sehingga nitrogen di dalam tanah belum tersedia bagi tanaman jagung. Sedangkan terjadinya interaksi pada jumlah daun tanaman jagung umur 4 MST, diduga bahwa nitrogen dalam bentuk amonium yang dijerap oleh zeolit telah berubah menjadi hara nitrat yang bisa dimanfaatkan oleh tanaman, sehingga ada korelasi antara jumlah daun dengan ketersediaan hara dalam tanah. Pada taraf zeolit (z1), takaran optimum pupuk nitrogen sebesar 194,3 kg ha-1, dapat menghasilkan bobot tongkol berkelobot 22,33 ton ha-1. Sedangkan pada taraf zeolit (z0), dengan takaran optimum pupuk nitrogen sebesar 215,06 kg ha-1, hanya menghasilkan bobot tongkol berkelobot 18,832 ton ha-1, sehingga semakin tinggi dosis zeolit yang diberikan  dapat mengefisiensikan pengunaan pupuk nitrogen.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir.) Sistem Hidroponik Rakit Apung Annissa Oktaviani; Lia Amalia; R. Wahyono Widodo
OrchidAgro Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v2i1.370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi Pupuk Organik Cair NASA terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir.) dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Asrama Kehutanan SMKN 4 Garut, Kabupaten Garut pada bulan Juni sampai bulan Juli 2020. Rancangan lingkungan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 6 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali meliputi : 0 ml L-1 air (A), 1 ml L-1 air (B), 2 ml L-1 air (C), 3 ml L-1 air (D) 4 ml L-1 air dan (E) 5 ml L-1 air. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemberian POC NASA meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat sistem hidroponik rakit apung. Konsentrasi terbaik adalah 2 ml L-1 air POC NASA yang ditunjukan oleh pengamatan Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, dan Panjang Akar. 
Pengaruh Dosis Limbah Biogas Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans Poir.) Varietas Rajawali dan Ta Fung Ahmad Kusaeri Hidayat; R Wahyono Widodo; Odang Hidayat
OrchidAgro Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.576 KB) | DOI: 10.35138/orchidagro.v1i2.301

Abstract

This experiment aims to study the interaction and find the dosage of cow biogas waste that gives the best effect on the growth and yield of ground spinach plants of Rajawali and Ta Fung varieties. This experiment was carried out from July to September 2020, in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Winaya Mukti Tanjungsari University, Sumedang Regency. The experimental design used was the Split Plot Design which consisted of 10 treatments and 3 replications. The treatment consisted of 2 levels, namely the main plot in the form of Rajawali variety and Ta Fung variety, while the sub plot was in the form of a dose of cow biogas waste consisting of 0 tons. Ha-1, 5 tons.ha-1, 10 tons.ha-1, 15 tons. ha-1 and 20 ton.ha-1. The results of this experiment showed that there was no interaction between variety and cow biogas waste on all observed parameters, independently Variety had an effect on plant height at the age of 14 day after planting while cow biogas waste had an effect on fresh weight per plant and fresh weight per plot. Ta Fung variety gave the best plant height at 14 day after planting, while cow biogas waste with a dose of 15 tonnes.ha-1 gave the best fresh weight per plant and fresh weight per plot.
PENGARUH PEMBERIAN TAKARAN PUPUK KANDANG KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) VARIETAS PANGERAN Andri Hermawan; R Wahyono Widodo; Yana Taryana
OrchidAgro Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v2i2.435

Abstract

Percobaan ini dilakukan di Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang pada  ketinggian  500  meter  di  atas  permukaan  laut,  pada  tanah  podsolik.  Tujuan percobaan ini : 1). Untuk mengetahui apakah terdapat Pengaruh pemberian takaran pupuk kandang kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang 2). Untuk mengetahui pemberian takaran pupuk kandang kambing manakah yang memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola sederhana. Pemberian takaran pupuk kandang kambing yang digunakan terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan yaitu: A = 10 t ha-1, B = 20 t ha-1, C = 30 t ha-1, D = 40 t ha-1, E = 50 t ha-1. Hasil percobaan menunjukan bahwa pemberian dengan takaran B = 20 t ha-1  pupuk kandang kambing menghasilkan Pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang
Pengaruh Konsentrasi Dan Lama Perendaman Benih Dengan Menggunakan Larutan Pgpr (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Awal Tanaman Pepaya (Carica Papaya L.) Varietas Calina (IPB 9) Aa Sirli Sakoti; Lia Amalia; R. Wahyono Widodo
OrchidAgro Vol 3, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v3i1.515

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari konsentrasi dan lama perendaman benih terbaik dengan menggunakan larutan PGPR terhadap perkecambahan dan pertumbuhan awal tanaman pepaya. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2020, di Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok sederhana, terdiri dari kombinasi konsentrasi larutan PGPR dan lama perendaman benih dengan masing-masing 4 taraf perlakuan dan 1 perlakuan kontrol sehingga terdapat 17 unit perlakuan yaitu, A = (Kontrol), B = 5 g L-1 10 menit, C = 5 g L-1 20 menit, D = 5 g L-1 30 menit, E = 5 g L-1 40 menit, F = 10 g L-1 10 menit, G = 10 g L-1 20 menit, H = 10 g L-1 30 menit, I = 10 g L-1 40 menit, J = 15 gL-1 10 menit, K = 15 g L-1 20 menit, L = 15 g L-1 30 menit, M  = 15 g L1 40 menit, N = 20 g L-1 10 menit, O = 20 g L-1 20 menit, P = 20 g L-1 30 menit, dan Q = 20 g L-1 40 menit. Kombinasi perlakuan konsentrasi dan lama waktu perendaman benih menggunakan larutan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) tidak memberikan pengaruh tehadap perkecambahan namun berpengaruh pada tinggi tanaman dan jumlah daun. 
Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kubis Bunga (Brasica Olercea Var. Bathysl.) Pada Dataran Menengah R Wahyono Widodo; Asep Somantri
OrchidAgro Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v3i2.599

Abstract

Field experiments were carried out in Nangklong village, Maripari village, Cibatu sub district, Garut district with an altitude of 764 m above sea level from September 2020 to November 2020. The purpose of this experiment was to study the growth and yield of several varieties of cauliflower (brasica olercea var. bathysl.) in the middle plains. The experiment was conducted using a randomized block design with 5 replications. The treatments consisted of: A (Bima 45), B (Kaila), C (PM 126), D (Provita) and E (Aquina). The experimental results showed that the growth and yield of several varieties of cauliflower were different in the middle plains. The Bima 45 variety showed higher growth and yield of cauliflower compared to other varieties in the middle plains. The Bima 45 variety produced a cabbage weight of 20.68 kg plot1 or equivalent to 40.17 tons ha1.
Pertumbuhan Dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kubis Bunga (Brasica Olercea Var. Bathysl.) Pada Dataran Menengah Widodo, R Wahyono; Somantri, Asep
OrchidAgro Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35138/orchidagro.v3i2.599

Abstract

Field experiments were carried out in Nangklong village, Maripari village, Cibatu sub district, Garut district with an altitude of 764 m above sea level from September 2020 to November 2020. The purpose of this experiment was to study the growth and yield of several varieties of cauliflower (brasica olercea var. bathysl.) in the middle plains. The experiment was conducted using a randomized block design with 5 replications. The treatments consisted of: A (Bima 45), B (Kaila), C (PM 126), D (Provita) and E (Aquina). The experimental results showed that the growth and yield of several varieties of cauliflower were different in the middle plains. The Bima 45 variety showed higher growth and yield of cauliflower compared to other varieties in the middle plains. The Bima 45 variety produced a cabbage weight of 20.68 kg plot1 or equivalent to 40.17 tons ha1.