Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) Yang Diberi Pelakuan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Pasar Mila Rahni, Nini; Ode Afa, La; Zulfikar, Zulfikar; Siti Anima Hisein, Waode; Febrianti, Eka
Agrium Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3837

Abstract

Tanaman okra telah lama dibudidayakan, namun di Indonesia produksinya masih rendah.  Hal ini terkait dengan aspek fisik tanah dan iklim serta aspek sosial.  Berdasarkan aspek fisik, sebagian besar budidaya Okra diusahakan pada lahan-lahan marginal dengan tingkat kesuburan yang rendah dengan kondisi iklim yang kering.  Secara sosial, tanaman ini belum dibudadayakan secara luas akibat masih terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan penggunaannya.  Pada penelitian ini menggunakan pupuk organik cair berbasis limbah pasar yang dapat memperbaiki beberapa sifat tanah serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman okra terhadap aplikasi pupuk pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret–Juni 2019 di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pupuk organic cair sebagai perlakuan dengan 5 taraf dosis yaitu kontrol, 50 ml L-1, 100 ml L-1, 150 ml L-1 dan 200 ml L-1 air. Data dianalisis sesuai dengan rancangan yang digunakan dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) 5%.  Hasil penelitian menununjukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair mempengaruhi semua variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang), komponen hasil (jumlah buah dan bobot buah per tanaman) dan hasil  (jumlah buah dan bobot buah per petak).  Aplikasi pupuk organik cair  dengan taraf dosis 100 ml L-1 air memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman okra.Kata kunci  : Okra, pupuk organik cair, pertumbuhan,  hasil
Respons Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) Yang Diberi Pelakuan Pupuk Organik Cair Berbasis Limbah Pasar Mila Rahni, Nini; Ode Afa, La; Zulfikar, Zulfikar; Siti Anima Hisein, Waode; Febrianti, Eka
Agrium Vol 18 No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i1.3837

Abstract

Tanaman okra telah lama dibudidayakan, namun di Indonesia produksinya masih rendah.  Hal ini terkait dengan aspek fisik tanah dan iklim serta aspek sosial.  Berdasarkan aspek fisik, sebagian besar budidaya Okra diusahakan pada lahan-lahan marginal dengan tingkat kesuburan yang rendah dengan kondisi iklim yang kering.  Secara sosial, tanaman ini belum dibudadayakan secara luas akibat masih terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan penggunaannya.  Pada penelitian ini menggunakan pupuk organik cair berbasis limbah pasar yang dapat memperbaiki beberapa sifat tanah serta ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons tanaman okra terhadap aplikasi pupuk pupuk organik cair. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Maret-Juni 2019 di Laboratorium Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pupuk organic cair sebagai perlakuan dengan 5 taraf dosis yaitu kontrol, 50 ml L-1, 100 ml L-1, 150 ml L-1 dan 200 ml L-1 air. Data dianalisis sesuai dengan rancangan yang digunakan dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD) 5%.  Hasil penelitian menununjukkan bahwa aplikasi pupuk organik cair mempengaruhi semua variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, jumlah daun dan diameter batang), komponen hasil (jumlah buah dan bobot buah per tanaman) dan hasil  (jumlah buah dan bobot buah per petak).  Aplikasi pupuk organik cair  dengan taraf dosis 100 ml L-1 air memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan, komponen hasil dan hasil tanaman okra.Kata kunci  : Okra, pupuk organik cair, pertumbuhan,  hasil
Dampak konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap dinamika populasi wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) pada padi varietas ir64 dan ciherang: The effect of sublethal concentrations and application frequency of fipronil insecticide on the population of brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) on rice varieties IR64 and Ciherang Awaluddin; Siti Anima Hisein, Waode; Nuriadi; Efendi, Siska; Dadang; Anwar, Ruly; Giyanto, Giyanto
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 23 No 1 (2026)
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.23.1.39

Abstract

Fipronil merupakan insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) di Indonesia. Penggunaan fipronil di tingkat petani seringkali tidak sesuai anjuran sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya resurjensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap peningkatan populasi WBC pada dua varietas padi, yaitu IR64 dan Ciherang. Sampel WBC yang digunakan berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian terdiri atas uji toksisitas untuk menentukan konsentrasi subletal fipronil, yaitu pada tingkat LC15, LC25, dan LC40, air sebagai kontrol. Masing-masing perlakuan diaplikasikan sebanyak 1, 2, dan 3 kali dengan selang waktu 5 hari antar aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konsentrasi subletal (LC15, LC25, dan LC40) memicu fenomena hormoligosis yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada persentase penetasan telur di semua tingkat konsentrasi dibandingkan dengan kontrol. Persentase penetasan telur tertinggi terdapat pada perlakuan LC15  dengan varietas Ciherang, yakni 82,55%. Meskipun peningkatan konsentrasi dan frekuensi aplikasi (1–3 kali) secara linear meningkatkan mortalitas nimfa hingga 94,44% pada perlakuan LC40, namun pada dosis rendah LC15, peningkatan frekuensi aplikasi justru menstimulasi lonjakan populasi nimfa F1. Populasi nimfa tertinggi terdapat pada varietas Ciherang dengan perlakuan LC15 dua kali aplikasi, yakni 1197,33 individu. Temuan ini mengonfirmasi bahwa aplikasi fipronil pada tingkat subletal, terutama pada varietas rentan, tidak hanya gagal mengendalikan WBC tetapi justru memicu resurjensi melalui peningkatan keberhasilan penetasan telur dan stimulasi reproduksi generasi berikutnya.