Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Massage effleurage menggunakan virgin coconut oil (VCO) untuk menurunkan risiko dekubitus pada penderita stroke Putra, Yudha Muaska; Kurnia, Anna; Armiyati, Yunie
Holistic Nursing Care Approach Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v4i1.13717

Abstract

Stroke adalah disfungsi neuro assesories dan fungsi motorik menurun sehingga terjadi hemiplegia otot membuat pasien stroke tirah baring dan menyebabkan terjadinya dekubitus. Dekubitus dapat diecegah dengan intervensi keperawatan mandiri yaitu menggunakan massage effleurage dan menggunakan minyak virgin coconut oil. Tujuan penelitian ini melakukan asuhan keperawatan pada pasien stroke dengan massage effleurage menggunakan virgin coconut oil untuk pencegahan dekubitus. Desain studi kasus menggunakan pendekatan proses keperawatan. Subyek pada studi kasus ini 2 pasien stroke di wilayah kerja Puskesmas Rowosari. Metode yang digunakan yaitu dengan terapi massage effleurage menggunakan virgin coconut oil selama 4-5 menit pada pagi hari dan sore hari selama 5 hari. Hasil dari penerapan di dapatkan data skor resiko braden pada kedua subyek studi berada dalam resiko tinggi dan setelah diberikan massage effleurage selama 5 hari skor skala braden mengalami peningkatan yaitu subyek studi 1 meningkat 2 poin dan subyek studi 2 meningkat 3 poin. Dari hasil data pengukuran skala braden, Massage effleurage menggunakan virgin coconut oil menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif dapat menurunkan resiko dekubitus pada penderita stroke.
Application of aromatherapy to treat PONV in patients post neurosurgery Kurnia, Anna; Sitorus, Ratna; Kariasa, I Made; Mulyatsih, Enny
South East Asia Nursing Research Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/seanr.6.2.2024.94-101

Abstract

Postoperative nausea and vomiting (PONV) stands as one of the most prevalent complications within the initial 24 hours following surgery, potentially extending the Length of Stay (LOS) and incurring elevated financial burdens for patients in hospital settings. Aromatherapy emerges as a non-pharmacological approach for alleviating PONV symptoms. This case study aims to evaluate PONV severity and manage symptoms in neurosurgical patients utilizing a nursing process approach. Employing a case study design integrated with a nursing process approach, this study was conducted. The inclusion criteria were respondents aged 18 or older, American Society of Anesthesiologist (ASA) I or II classification, undergoing neurosurgery under general anaesthesia, willing to participate, conscious (GCS: 14-15), with a healthy sense of smell, and PONV scores of 1 or 2. Exclusion criteria comprised discharged or deceased patients, absence of PONV, respiratory issues like asthma/COPD, odor allergies, and severe post-surgical complications. Dropout criteria included sudden emergencies or alternative interventions during PONV assessments. Results showed 4 patients with PONV 1 scores and 6 with PONV 2 scores before aromatherapy. After aromatherapy, 6 patients had PONV 0 scores, 2 had PONV 1 scores, and 2 had PONV 2 scores. Findings underscore alterations in PONV scores pre- and post-aromatherapy administration, highlighting the potential of this evidence-based nursing intervention to enhance patient comfort and mitigate postoperative complications in neurosurgical settings.
Manajemen Diabetes: Bagaimana Dukungan Keluarga dan Efikasi Diri Mendorong Kepatuhan Pola Makan Agustina, Elvana Leoni; Kurnia, Anna; Khoiriyah, Khoiriyah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan masyarakat serius. Penyakit inimenjadi salah satu penyakit paling tinggi dari empat penyakit tidak menular. Salah satu dari lima komponendalam penatalaksanaan DM yaitu kepatuhan pola makan. Adapun faktor yang mempengaruhi pola makanmerupakan efikasi diri dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganefikasi diri dan dukungan keluarga dengan kepatuhan pola makan pasien DM di Poli rawat jalan RSDK.R.M.T Wongsonegoro Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, metodecrossectional dengan sampel 110 responden pasien DM. Alat ukur yang digunakan adalah kuesionerDiabetes Management Self Efficacy Scale (DMSES), kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale(HDFSS), dan Kuesioner kepatuhan diet. Analisa data penelitian menggunakan Rank Sperman. Hasil: Adahubungan efikasi diri dengan kepatuhan pola makan dengan nilai koefisien korelasi 0,782 dan nilaisignifikan korelasi 0,001 (<0,05). Ada hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan pola makan dengannilai koefisien korelasi 0,800 dan nilai signifikan korelasi 0,001 (<0,05). Kesimpulan: Penelitian inimenyimpulkan mayoritas responden memiliki efikasi diri baik, dukungan keluarga yang tinggi dankepatuhan pola makan yang baik serta adanya hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengankepatuhan pola makan pasien DM. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Efikasi diri, Dukungan Keluarga, Kepatuhan pola makan pasien DM.
What are the Psychological Issuues of Diabetic Ulcer Patients Kurnia, Anna; Prahastyo, Ade Jundy Fahri; Khoiriyah, Khoiriyah; PS, Dwi Nur Rahmantika
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol. 12 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic ulcers are one of the complications of diabetes mellitus that affect both physical and psychological conditions. The psychological issues that arise include self-motivation, anxiety, self-esteem, and body image. This study to understand the psychological profile of patients with diabetic ulcers. This research uses a quantitative descriptive method. This research was conducted at a wound clinic in the city of Semarang in July – August 2024. The population of this study consists of diabetic ulcer patients receiving treatment at a wound clinic in Semarang City, totaling 55 patients in April 2024. The instruments used in this study include the TSRQ (Treatment Self-Regulation Questionnaire) to assess self-motivation levels, the ZSAS (Zung Self Anxiety Scale) to assess anxiety levels, the RSES (Rosenberg Self Esteem Scale) to assess self-esteem levels, and the body image questionnaire. The results of this study indicate that diabetic ulcer patients have a good level of self-motivation with 12 respondents (21.8%) and a poor level with 43 respondents (78.2%). The level of mild anxiety was reported by 20 respondents (36.4%), moderate by 30 respondents (54.5%), and severe by 5 respondents (9.1%). The level of low self-esteem was reported by 29 respondents (52.7%), moderate by 24 respondents (43.6%), and high by 2 respondents (3.6%). The level of negative body image was reported by 12 respondents (21.8%) and positive by 43 respondents (78.2%). Patients with diabetic ulcers have poor self-motivation, moderate anxiety, low self-esteem, and a positive body image. The suggestion for future researchers is exploring more of the relationship between respondent characteristics and one or more psychological components as factors influencing the healing process of diabetic.
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER DIABETES MANAGEMENT SELF EFFICACY SCALE (DMSES) kurnia, anna
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.661

Abstract

AbstrakSejumlah penelitian telah membahas mengenai pengaruh efikasi diri pada perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus. Beberapa Negara telah melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk kuesioner DMSES, diantaranya UK, China, Korea, Iran, dan Australia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan reabilitas kuesioner DMSES dalam versi bahasa Indonesia. Langkah pertama dalam penelitian ini yaitu menerjemahkan kuesioner DMSES dalam bahasa Indonesia. Uji instrumen dilaksanakan di poli penyakit dalam Rumah Sakit Islam Sultan Agung dengan jumlah 30 responden. Setelah data terkumpul, dilakukan tabulasi data dan analisa faktor untuk mengkorelasikan setiap item dalam instrumen. Rumus yang digunakan pada uji validitas yaitu dengan korelasi product moment. Teknik uji reliabilitas dapat menggunakan rumus alpha cronbach. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu pasien terdiagnosis DMT2 berusia > 16 tahun yang berkunjung di poli penyakit dalam. Hasil perhitungan setiap item pertanyaan pada kuesioner DMSES menunjukkan valid pada 20 item pertanyaan. Hal ini dibuktikan dengan nilai r hitung > r tabel. Hasil uji reliabilitas kuesioner DMSES yang dilakukan terhadap 30 responden menunjukkan nilai cronbach’s alpha (95% CI) sebesar 0.939. Pengkajian efikasi diri pada pasien dengan diabetes dapat membantu dalam mengembangkan intervensi khusus secara individual. Hal ini dapat membantu profesional kesehatan akan informasi yang diperlukan tentang kesiapan pasien menuju perubahan perilaku. Kata Kunci : DMSES, Efikasi Diri, Diabetes Melitus Tipe 2DOI: 10.5281/zenodo.2632049
VALIDITAS DAN RELIABILITAS KUESIONER DIABETES MANAGEMENT SELF EFFICACY SCALE (DMSES) kurnia, anna
Journals of Ners Community Vol 9 No 2 (2018): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v9i2.661

Abstract

AbstrakSejumlah penelitian telah membahas mengenai pengaruh efikasi diri pada perilaku manajemen diri pasien diabetes melitus. Beberapa Negara telah melakukan uji validitas dan reliabilitas untuk kuesioner DMSES, diantaranya UK, China, Korea, Iran, dan Australia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan reabilitas kuesioner DMSES dalam versi bahasa Indonesia. Langkah pertama dalam penelitian ini yaitu menerjemahkan kuesioner DMSES dalam bahasa Indonesia. Uji instrumen dilaksanakan di poli penyakit dalam Rumah Sakit Islam Sultan Agung dengan jumlah 30 responden. Setelah data terkumpul, dilakukan tabulasi data dan analisa faktor untuk mengkorelasikan setiap item dalam instrumen. Rumus yang digunakan pada uji validitas yaitu dengan korelasi product moment. Teknik uji reliabilitas dapat menggunakan rumus alpha cronbach. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu pasien terdiagnosis DMT2 berusia > 16 tahun yang berkunjung di poli penyakit dalam. Hasil perhitungan setiap item pertanyaan pada kuesioner DMSES menunjukkan valid pada 20 item pertanyaan. Hal ini dibuktikan dengan nilai r hitung > r tabel. Hasil uji reliabilitas kuesioner DMSES yang dilakukan terhadap 30 responden menunjukkan nilai cronbach’s alpha (95% CI) sebesar 0.939. Pengkajian efikasi diri pada pasien dengan diabetes dapat membantu dalam mengembangkan intervensi khusus secara individual. Hal ini dapat membantu profesional kesehatan akan informasi yang diperlukan tentang kesiapan pasien menuju perubahan perilaku. Kata Kunci : DMSES, Efikasi Diri, Diabetes Melitus Tipe 2DOI: 10.5281/zenodo.2632049