Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Hana dan Pergulatan Perempuan Modern: Antara Harapan, Luka, dan Iman Nome, Obria Mi’a; Zay, Yudika Niat; Bambangan, Malik
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i2.5084

Abstract

Modern women face layered complexities of challenges in navigating life in the contemporary era. Through an in-depth analysis of the character Hana as a representation of contemporary women, this article explores the dynamics of internal struggles encompassing aspects of hope, psychological trauma, and the search for spiritual meaning. This study uses a descriptive qualitative approach with narrative analysis to understand the psychosocial phenomena experienced by urban Indonesian women. The research results show that modern women experience a continuous dilemma between social expectations, personal aspirations, and spiritual needs, which is reflected in the life journey of the character Hana. These findings make an important contribution to understanding the construction of Indonesian women's identity in the 21st century.
Musa sebagai Teladan dalam Menanamkan Iman bagi Generasi Z Naha, Melviani Konga; Sose, Oktoviana; Bambangan, Malik
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i2.5481

Abstract

This article explores the exemplary life of Moses in the Old Testament as an inspiration for Generation Z in nurturing and sustaining their faith amidst the challenges of the digital era. As a spiritual leader and bearer of God's law, Moses exemplified obedience, courage, and faith-based leadership—values that remain relevant for today’s youth. Through significant events in his life such as the burning bush encounter, the Exodus, and the wilderness journey, Moses emphasized the importance of trusting God and living according to His commandments. The article also highlights the role of the family, particularly fathers, in providing spiritual education, as well as the necessity for continuous and contextually relevant faith education. By emulating Moses, Generation Z is encouraged to develop strong faith, maintain hope in God, and face societal pressures and life uncertainties with resilience and spiritual conviction.
MENGHORMATI ORANG TUA SEBAGAI BENTUK PENGHORMATAN KEPADA TUHAN ANALISIS TEOLOGIS KELUARAN 20:12 Raden, Minsel; Diama, Gita; Bambangan, Malik
JURNAL KADESI Vol. 7 No. 2 (2025): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v7i2.128

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya menghormati orang tua sebagai perintah ilahi yang tercantum dalam Keluaran 20:12, yang tidak hanya bersifat etis, tetapi juga spiritual. Dalam teologi Kristen, penghormatan kepada orang tua mencerminkan ketaatan kepada Tuhan dan menjadi dasar pembentukan karakter serta iman anak dalam keluarga Kristen. Melalui pendekatan kualitatif dengan analisis teologis dan kajian biblika terhadap ayat-ayat seperti Ulangan 5:16, Imamat 19:3, Amsal 1:8-9, dan Efesus 6:1-3, artikel ini menegaskan bahwa menghormati orang tua adalah bentuk nyata dari iman dan kasih kepada Allah. Perintah ini tidak hanya membawa janji berkat berupa umur panjang, tetapi juga menuntun pada kehidupan yang diberkati. Dalam konteks modern, nilai-nilai ini menghadapi tantangan dari budaya sekuler dan pengaruh teknologi digital, yang dapat melemahkan relasi antaranggota keluarga. Oleh karena itu, prinsip-prinsip Alkitabiah tetap relevan dan penting untuk terus diajarkan dan dihidupi dalam keluarga Kristen masa kini. Lebih dari sekadar ketaatan, penghormatan kepada orang tua juga merupakan ekspresi spiritual yang diwujudkan dalam sikap hormat, tanggung jawab, doa, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini menekankan bahwa iman yang hidup akan tercermin dari bagaimana seorang anak bersikap terhadap orang tuanya—dengan mendengarkan nasihat, bersikap jujur, peduli, dan menghargai keberadaan serta otoritas mereka sebagai wakil Allah dalam keluarga. Kehadiran keluarga yang takut akan Tuhan menjadi tempat utama pembentukan nilai-nilai Kristiani yang kuat, sehingga anak-anak dapat bertumbuh menjadi pribadi yang berintegritas dan setia kepada firman Tuhan. Dengan demikian, menghormati orang tua bukan hanya bentuk kebajikan sosial, melainkan tindakan iman yang mempererat hubungan dengan Allah dan menciptakan keluarga yang kudus, harmonis, dan diberkati.