Indrawati, Like
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Data Pesawat Udara Tanpa Awak Untuk Pendukung Analisis Dinamika Pesisir dan Erosi Pantai: Studi Kasus Pantai Pandansimo, Bantul, Daerah Istiwewa Yogyakarta Fatchurohman, Hendy; Indrawati, Like; Ningtiyas, Iswanti Rahayu; Nadhira, Nur Anisa; Meliyasari, Sasvita Gevi
Jurnal Spatial Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi Vol. 23 No. 2 (2023): Spatial : Wahana Komunikasi dan Informasi Geografi
Publisher : Department Geography Education Faculty of Social Science - Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/spatial.232.04

Abstract

The coastal area is one of the most vulnerable areas to the threat of disaster due to the acceleration of climate change. One of the almost universal threats in coastal areas worldwide is coastal erosion. The coastal area of Bantul District, Special Region of Yogyakarta, is one of the areas that is quite severely affected by coastal erosion. This research aims to (1) determine the dynamics of the coastal area in the Pandansimo Beach area; (2) map the rate of abrasion at Pandansimo Beach, and (3) determine the leading causes of the coastal erosion that occurs. High-resolution Pleiades satellite data with a 50cm spatial resolution is used to determine the temporal changes in the coastline. In addition, satellite imagery from Google Earth is also used for the analysis from 2010-2021. The changes in the coastline are calculated using the DSAS software. Detailed morphological data was obtained from the acquisition of aerial photos using a multirotor unmanned aircraft. Based on the analysis, it was found that the process of coastal erosion dominated the dynamics of the coastal area. The average coastline regression value was recorded at 2.46 meters/year. Hydrodynamic and morphodynamic factors such as wind and wave forces, diminishing of fluvial sediment supply, and climate change are believed to cause coastal erosion.
Uji Akurasi GNSS TGS EQ1 : Perangkat GNSS dalam Negeri Akurasi Tinggi sebagai Upaya Percepatan Pemetaan Desa secara Mandiri (TGS EQ1 GNSS Accuracy Test: High Accuracy Domestic GNSS Device as an Effort to Accelerate Village Mapping Independently) Sari, Ema Fitria; Atmanto, Adrian Dwi; Panuntun, Hidayat; Indrawati, Like; Purwanto, Taufik Hery; Hardjo, Karen Slamet; Sarono, Sarono; Prasetyo, Anton; Yudhatama, Dilla
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 8, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.102396

Abstract

Perkembangan teknologi pada bidang survei dan pemetaan mengakibatkan munculnya perangkat GNSS geodetik yang menawarkan akurasi dan efisiensi dalam pengukuran salah satunya yaitu GNSS TGS EQ1. Produk ini merupakan hasil karya dalam negeri yang diproduksi untuk pengukuran batas desa dengan harga lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji akurasi TGS EQ1 dengan membandingkan hasil ukuran jarak GNSS dengan pita ukur dan total station yang dianggap sebagai data definitif. Pengukuran GNSS dilakukan menggunakan metode RTK dengan 10 kali akuisisi data per titik. Sedangkan pengukuran pita ukur dan total station dilakukan menggunakan metode pulang-pergi dengan 10 data jarak setiap sisinya. Pengukuran dilakukan terhadap 3 geometri pengujian dengan variasi ukuran dan bentuk untuk memastikan konsistensi dan keakuratan hasil. Selanjutnya, dilakukan perhitungan data hasil pengukuran sehingga didapatkan rerata jarak dan simpangan baku setiap sisi serta nilai selisih jarak dari GNSS dengan data definitif. Kemudian dilakukan uji statistik untuk mengetahui signifikansi perbedaan jarak hasil ukuran GNSS dengan pita ukur dan total station. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan baku pengukuran GNSS berkisar pada 4.2 sampai dengan 19.2 mm. Selisih jarak  hasil pengukuran GNSS dengan pita ukur dan total station ≤ 3 cm. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan, Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara jarak hasil pengukuran menggunakan GNSS dengan pita ukur dan total station. Dengan demikian, GNSS TGS EQ 1 telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 untuk dapat digunakan dalam pengukuran batas desa dengan nilai ketelitian horizontal ≤ 5 cm.