Perkembangan teknologi pada bidang survei dan pemetaan mengakibatkan munculnya perangkat GNSS geodetik yang menawarkan akurasi dan efisiensi dalam pengukuran salah satunya yaitu GNSS TGS EQ1. Produk ini merupakan hasil karya dalam negeri yang diproduksi untuk pengukuran batas desa dengan harga lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji akurasi TGS EQ1 dengan membandingkan hasil ukuran jarak GNSS dengan pita ukur dan total station yang dianggap sebagai data definitif. Pengukuran GNSS dilakukan menggunakan metode RTK dengan 10 kali akuisisi data per titik. Sedangkan pengukuran pita ukur dan total station dilakukan menggunakan metode pulang-pergi dengan 10 data jarak setiap sisinya. Pengukuran dilakukan terhadap 3 geometri pengujian dengan variasi ukuran dan bentuk untuk memastikan konsistensi dan keakuratan hasil. Selanjutnya, dilakukan perhitungan data hasil pengukuran sehingga didapatkan rerata jarak dan simpangan baku setiap sisi serta nilai selisih jarak dari GNSS dengan data definitif. Kemudian dilakukan uji statistik untuk mengetahui signifikansi perbedaan jarak hasil ukuran GNSS dengan pita ukur dan total station. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpangan baku pengukuran GNSS berkisar pada 4.2 sampai dengan 19.2 mm. Selisih jarak hasil pengukuran GNSS dengan pita ukur dan total station ≤ 3 cm. Berdasarkan uji statistik yang telah dilakukan, Ho diterima yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara jarak hasil pengukuran menggunakan GNSS dengan pita ukur dan total station. Dengan demikian, GNSS TGS EQ 1 telah memenuhi persyaratan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 untuk dapat digunakan dalam pengukuran batas desa dengan nilai ketelitian horizontal ≤ 5 cm.
Copyrights © 2025