Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Tabayyun

Media Komunikasi Dakwah Majelis Taklim Salafi Desa Talang Tinggi Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Daryanto; Manggola, Alen; Puspitasari, Yuli
Tabayyun Vol 5 No 2 (2025): Tabayyun
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61519/tby.v5i2.85

Abstract

Majelis taklim merupakan lembaga pendidikan nonformal Islam yang berperan dalam pembinaan keagamaan dan sosial masyarakat. Penelitian ini membahas pola komunikasi dakwah yang diterapkan oleh Majelis Taklim Salafi di Desa Talang Tinggi, Kabupaten Seluma, Bengkulu, dalam meningkatkan pemahaman dan praktik ibadah jamaahnya. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana komunikasi antarpribadi yang dilakukan antara ustadz dan jamaah berkontribusi dalam membentuk pemahaman keagamaan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa pola komunikasi yang dominan adalah komunikasi antarpribadi, di mana interaksi langsung antara ustadz dan jamaah memungkinkan pendalaman materi keagamaan yang lebih intensif. Meskipun demikian, keberadaan majelis taklim ini menghadapi tantangan berupa persepsi eksklusivitas dari masyarakat sekitar. Studi ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi dalam majelis taklim sangat menentukan keberhasilan dalam membentuk kesadaran keagamaan jamaah serta penerimaan masyarakat terhadap ajaran yang disampaikan.
Strategi Perkembangan Dakwah Islam Melalui Mimbar Khotbah Bagi Pelajar Muslim di Thailand Selatan Manggola, Alen; Puspito, Indra Dita
Tabayyun Vol 6 No 1 (2025): Tabayyun
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61519/tby.v6i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi perkembangan dakwah Islam melalui mimbar khutbah bagi pelajar Muslim di Thailand Selatan dalam konteks sosial-keagamaan yang kompleks. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara dan dokumentasi pada kegiatan pelatihan mimbar khutbah yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah Islam di Pattani. Informan penelitian meliputi pemateri, peserta, dan panitia pelatihan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mimbar khutbah berperan dalam meningkatkan pemahaman ajaran Islam yang moderat, kemampuan komunikasi dakwah, serta membentuk calon pemimpin agama yang mampu menyampaikan pesan perdamaian dan toleransi. Mimbar khutbah menjadi sarana dakwah yang efektif karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung dan berkelanjutan. Keberhasilan dakwah dipengaruhi oleh kemampuan khatib, pemahaman konteks lokal, serta kerjasama berbagai pihak.
Strategi Komunikasi Dakwah Dalam Membentuk Semangat Dakwah Bagi Mahasiswa Prodi KPI di Era Digital Manggola, Alen; Puspito, Indra Dita
Tabayyun Vol 6 No 2 (2026): Tabayyun
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61519/tby.v6i2.102

Abstract

Era disrupsi digital telah meredefinisi cakrawala dakwah, yang tidak lagi dibatasi oleh dinding mimbar konvensional, melainkan telah berpindah ke ruang siber yang cair dan algoritmik. Fenomena ini menghadirkan paradoks bagi mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI): di satu sisi terbuka akses syiar yang tak terbatas, namun di sisi lain terjadi pelemahan ghirah (semangat) dakwah akibat jebakan komodifikasi agama dan dominasi kultur hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi strategi komunikasi dakwah yang mampu menyinergikan kapasitas teknis digital dengan kedalaman nilai teologis bagi mahasiswa KPI. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini membedah dinamika dakwah melalui studi kasus pada ekosistem digital kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat dakwah mahasiswa tidak tumbuh secara organik, melainkan memerlukan intervensi strategi yang bersifat holistik-integratif. Strategi tersebut meliputi: (1) transformasi peran dari penceramah menjadi Content Creator yang berintegritas; (2) penerapan Visual Storytelling berbasis nilai moderasi (wasathiyah) untuk menembus resistensi audiens milenial; serta (3) optimalisasi komunitas digital (seperti WhatsApp support system) untuk mereduksi digital fatigue dan menjaga konsistensi (istiqomah) dakwah. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan semangat dakwah di era digital memerlukan pergeseran paradigma dari dakwah sebagai kewajiban prosedural menuju dakwah sebagai gaya hidup digital (digital lifestyle). Sinergi antara kecerdasan digital (digital intelligence) dan keteguhan spiritual (spiritual resilience) menjadi pilar utama dalam mencetak lulusan KPI yang mampu menjadi "arsitek hidayah" di ruang siber, yang tetap relevan tanpa kehilangan esensi ajaran Islam.