Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembagian Waris Etnis Madura terhadap Anak Luar Nikah di Dusun Kebonan Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang Qurrotul Ainiyah; Syarifah Marwiyah; Sri Lumatus Sa`adah
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 11 No. 2 (2016)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v11i2.1018

Abstract

Paper ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dengan memaparkan; Pertama, bagaimana konsep anak luar nikah dan hak warisnya menurut KUH Perdata (Burgerlijk Wetboek), Kompilasi Hukum Islam dan Yusriprudensi MK? Kedua, Bagaimana kultur etnis Madura di Kebonan atas pembagian hak waris terhadap anak luar nikah?. Hasilnya Pertama, dalam Kompilasi Hukum Islam  dan KUH Perdata (Burgerlijk Wetboek) menjelaskan anak yang lahir dalam pernikahan walaupun tidak tercatatkan adalah anak sah, sedangkan anak hasil hubungan tanpa pernikahan adalah anak zina dan Yusriprudensi MK menegaskan hubungan anak dengan seorang laki-laki sebagai bapak semata-mata karena adanya ikatan perkawinan, akan tetapi dapat juga di dasarkan pembuktian adanya hubungan darah antara anak dengan laki-laki tersebut sebagai bapak. Sedangkan mengenai pengaturan hak waris anak luar nikah, adanya upaya pemerintah dalam pemberian satu bidang kekuasan kehakiman berupa Peradilan Agama yang membawahi konsep hukum kewarisan. Yang senada dengan konsep asas hukum Lex specialis derogat legi generali  yaitu asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus (lex specialis) mengesampingkan hukum yang bersifat umum (lex generalis). Kedua, dalam pembagian kewarisan anak luar nikah masyarakat Kebonan lebih cenderung menggunakan kewarisan kultural, yakni harmonisasi antara hukum perdata dan hukum Islam yang mengalami missinterpretasi dalam pemahaman kalangan hukum di Pengadilan Agama
AKAR HISTORIS PENGADILAN AGAMA MASA ORDE BARU Moh Sutomo; Syarifah Marwiyah; Nur Mawaddah Warohmah
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 7, No 2 (2016): Yudisia
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v7i2.2155

Abstract

This is a library research on the history and development of the Religious Court in Indonesia and its existence and competence which is unseparable from political will of the government. This article focuses on the New Order era and devides the discussion into three sub-sections: first, regulations, laws and competencies of the Religious Court, secondly position of the Religious Court based on the Law No 14 of 1970 and Law No 1 of 1974; and third, existence of the Religious Court after the Law No 7 of 1989
Internalisasi dan Aktualisasi Nilai Pendidikan Karakter Aswaja pada Mahasiswa di Era 4.0 Marwiyah, Syarifah; Sayono, Sayono
Journal of Islamic Education and Pedagogy Vol 1 No 01 (2024): Februari
Publisher : Universitas Al Falah As Sunniyah Kencong Jember (UAS Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Revolusi industri 4.0 membawa inovasi teknologi yang memungkinkan penyediaan pendidikan yang lebih luas dan fleksibel. Revolusi ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus disikapi dengan bijaksana oleh orang-orang yang terlibat dalam dunia pendidikan. Internalisasi dan aktualisasi Pendidikan karakter, khususnya pendidikan ASWAJA yang mengajarkan sikap tasamuh dan i’tidal, tasamuh, tawazun dan amar ma’ruf nahi munkar sebagai sikap kemasyarakat NU seyogyanya juga diberlakukan di perguruan tinggi untuk mencetak mahasiswa memiliki tanggung jawab besar dalam mengembangkan nilai-nilai karakter yang positif dan membantu mereka dalam menghadapi tantangan di era 5.0.