Rizky Amalia Achsani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI PADA INTERIOR KANTOR JASA DI JAKARTA SELATAN Rizky Amalia Achsani; Jusuf Thojib; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.908 KB)

Abstract

Kenyamanan visual adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam perancangan interior kantor. Dengan kondisi Kota Jakarta yang memiliki potensi pencahayaan alami sepanjang tahun, maka diharapkan pencahayaan alami dapat dijadikan sumber pencahayaan pada interior. Kenyamanan visual dipengaruhi oleh kinerja pencahayaan alami pada interior. Metode yang digunakan adalah melalui pendekatan kuantitatif pada proses evaluasi pasca huni serta pengujian variabel-variabel melalui eksperimen desain. Untuk mendapatkan kinerja pencahayaan yang optimal, maka kinerja pencahayaan alami pada tapak dan bangunan juga harus optimal. Kinerja pencahayaan alami pada tapak yang ditentukan oleh kondisi iklim dan pola pembayangan bangunan sekitar tapak menunjukkan hasil yang optimal. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, perlu adanya kinerja pencahayaan alami pada bangunan dengan penggunaan pencahayaan alami dan perancangan shading device. Optimalnya kinerja pencahayaan alami pada bangunan, penggunaan jenis workstation untuk job leader dan perubahan bahan sekat workstation menjadi kaca sandblast mempengaruhi kenaikan intensitas pencahayaan di interior. Perubahan penataan workstation yang mengikuti arah datang cahaya dan perubahan pada lapisan furnishing elemen ruang berpengaruh terhadap terpenuhinya indeks kesilauan dan distribusi pencahayaan yang merata.Kata kunci: kinerja, pencahayaan alami, kantor
Attractive urban lighting as a new destination branding Rizky Amalia Achsani; Kurniati Ornam; Hanson Endra Kusuma; Surjamanto Wonorahardjo; Sugeng Triyadi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 7 No 2 (2022): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Mei 2022 ~ Agustus 2022
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v7i2.1395

Abstract

In recent decades places that use attractive urban lighting to attract visitors have emerged. This shows a shift in lighting, giving the impression of a place, nocturnal image, and attracting attention. The purpose of this paper is to explore places, activities, and impressions of attractive urban lighting to see its potential in improving city visuals at night. The data was collected through an online questionnaire distributed by a non-random snowball sampling method from 126 respondents. The analysis was carried out in stages, starting with content analysis and continued with correspondence analysis and hierarchical clustering. The results showed that places with attractive urban lighting could be grouped into seven categories of place, ten categories of activity, six categories of impression. Three models are formed from these themes, namely cognitive image, unique images, and affective image, which will form an overall image of attractive urban lighting as the new destination branding.
PENCIPTAAN TEMPAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KOMUNITAS: Studi Kasus: Pengolahan Sampah oleh Komunitas My Darling dan Kakasih Rizky Amalia Achsani; Agus S. Ekomady
Jurnal Koridor Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Koridor
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.776 KB) | DOI: 10.32734/koridor.v9i1.1313

Abstract

Program pengelolaan sampah berbasis komunitas digagas untuk mengurangi beban pengelolaan sampah perkotaan. Dengan melibatkan komunitas, sampah diharapkan bisa dikelola segera setelah sampah diproduksi oleh masyarakat. Kajian penciptaan tempat (place-making) dalam program pengelolaan sampah berbasis komunitas terkait dengan keberadaan tempat pengolahan sampah yang dibangun. Dengan mengambil kasus pengelolaan sampah oleh Komunitas My Darling dan Komunitas Kakasih di kota Bandung, penelitian ini mencoba melihat penciptaan tempat yang terjadi dari relasi antara komunitas dengan tempat pengolahan sampah dan kaitannya dengan keberlanjutan program. Melalui analisis penciptaan tempat dengan pendekatan konstruksi sosial melalui metode sosioteknogram dari Teori Jaringan-Aktor, dilihat bagaimana relasi sosial yang terjadi dan bentuk tempat yang tercipta pada komunitas tersebut. Penciptaan tempat secara top-down melalui program pemerintah memang mampu menciptakan tempat pengolahan sampah yang permanen dan terpusat namun bisa mengakibatkan terputusnya relasi dengan komunitas dan tidak berlanjutnya program pengelolaan sampah, yang berujung pada terciptanya tempat yang terbengkalai. Sedangkan penciptaan tempat secara bottom-up, meskipun bentuk tempat yang tercipta tersebar, kecil-kecil, dan termporal, namun mampu menjadi simpul dari jaringan sosial yang terbangun yang mendukung pada keberlanjutan program, dan berujung pada terciptanya tempat-tempat yang hidup oleh aktivitas masyarakat. Pelajaran penting dari kajian penciptaan tempat pada kedua kasus ini adalah adanya perubahan strategi penciptaan tempat dari aktor kunci menghadapi kendala yang terjadi demi keberlangsungan program pengelolaan sampah berbasis komunitas Dari sini diharapkan ada wawasan baru tentang relasi timbal baik desain lingkungan binaan dan konstruksi sosial, terutama dikaitkan dengan peran desain sebagai bagian dari strategi adaptif manusia.