Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Akuntansi Digital, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Desa Lau Tepu Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM di Desa Lau Tepu dengan sampel sebanyak 98 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert, dan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai t hitung sebesar 6,289 dan signifikansi 0,001. Literasi keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai t hitung sebesar 9,098 dan signifikansi 0,001, serta menjadi variabel yang paling dominan. Sementara itu, inklusi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai t hitung sebesar -1,520 dan signifikansi 0,132. Secara simultan, akuntansi digital, literasi keuangan, dan inklusi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM dengan nilai F hitung sebesar 110,111 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,771 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan variasi kinerja UMKM sebesar 77,1%, sedangkan sisanya sebesar 22,9% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja UMKM di Desa Lau Tepu lebih banyak ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan akuntansi digital dan memiliki literasi keuangan yang baik, sedangkan inklusi keuangan belum memberikan kontribusi yang signifikan. Oleh karena itu, penguatan literasi keuangan dan penerapan akuntansi digital perlu menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM secara berkelanjutan