Ferdinand Prawiro
Fakultas Psikologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta, Indonesia

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Prediksi Attitude, Subjective Norms, Perceived Behavioral Control, dan Persepsi Resiko terhadap Intensi untuk Berinvestasi di Mata Uang Kripto Prawiro, Ferdinand; Vincent, Nicholas
MANASA Vol. 14 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/manasa.v14i1.6681

Abstract

Crypto currency is a digital-based asset that functions as an investment instrument, a means of depositing money, and a medium for transfers through virtual networks. The rapid growth in the value of crypto currencies has increased interest among potential investors and attracted media attention to crypto currency investments. However, there is limited information whether the public is fully aware of the risks or dangers associated with investing in crypto currencies. This study aims to identify predictors of individuals’ intentions to invest in crypto currencies. The research utilized a quantitative approach with a correlational design and was analysed using multiple regression techniques. The characteristics of the participants were as follows: residents of the Greater Jakarta area (Jabodetabek), aged 18 to 21 years, having heard of crypto currency investment methods, never having invested in crypto currencies, and not currently bearing the daily expenses of others. Participants were selected using a convenience sampling technique, resulting in a total of 159 respondents. The findings show that perception of risk and attitude do not significantly predict investment intentions. However, subjective norms and perceived behavioural control significantly predict individuals’ intentions to invest in crypto currencies. Among these, perceived behavioural control was found to be the strongest predictor of individuals’ intentions to invest in crypto currencies.
PREDIKSI ATTITUDE TOWARDS BEHAVIOR, SUBJECTIVE NORMS, PERCEIVED BEHAVIORAL CONTROL, DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP INTENSI UNTUK MEMPERSIAPKAN DANA PENSIUN PADA PEGAWAI SWASTA DI JABODETABEK Prawiro, Ferdinand; Vilia, Agnes
MANASA Vol. 15 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/manasa.v15i1.7278

Abstract

Persiapan dana pensiun tambahan bagi pegawai swasta sangat penting, karena tunjangan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup pensiunan pegawai swasta, terutama di Jabodetabek dengan pengeluaran tinggi. Namun, hanya sepertiga masyarakat Indonesia yang mempersiapkan dana pensiun. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada kesejahteraan individu pensiun dan keluarganya, terutama di tahun 2050 saat jumlah pensiunan meningkat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat prediksi attitude towards behavior (ATB), subjective norms (SN), perceived behavioral control (PBC), dan literasi keuangan terhadap intensi pegawai swasta berkeluarga di Jabodetabek untuk mempersiapkan dana pensiun. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode korelasional tipe prediktif. Setelah menyusun kuesioner berdasarkan hasil elisitasi, dilakukan pengambilan data pada 91 pegawai swasta berkeluarga yang berdomisili di Jabodetabek dan belum memasuki masa pensiun dalam waktu 6 bulan. Data dianalisis menggunakan multiple regression. Ditemukan bahwa hanya faktor PBC yang dapat memprediksi intensi mempersiapkan dana pensiun, sedangkan ATB, SN, dan literasi keuangan tidak memprediksi intensi tersebut. Responden dalam penelitian ini telah memperoleh dana pensiun dari perusahaan, sehingga lebih memprioritaskan pengeluaran dibandingkan dana pensiun dan hanya menabung untuk dana pensiun jika memiliki sisa uang. Dengan demikian, pemerintah atau penyedia dana pensiun dapat mensosialisasikan pentingnya dana pensiun tambahan bagi pegawai swasta. Pegawai swasta dapat membiasakan diri dan memprioritaskan menabung untuk dana pensiun tambahan. Pemasaran PT Bank X dapat lebih menonjolkan kemudahan dalam produk dana pensiun untuk meningkatkan minat nasabah.