Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENGENALAN BATIK PADA ANAK SEBAGAI WUJUD CINTA BUDAYA INDONESIA Setiawan, Romy; Pradhikta, Dyanningrum
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p125-129

Abstract

Abstrak Masa usia dini adalah masa keemasan bagi perkembangan kecerdasan setiap manusia, beragam hal menggugah rasa ingin tahu dan menantang keinginan berkesplorasi. Selama ini kegiatan seni di sekolah hanya sebatas menempel, mewarnai, dan menyanyi, yang diajarkan oleh guru kelas yang bukan memiliki ketrampilan khusus dalam bidang seni rupa. Sehingga melalui kegiatan pengenalan batik ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih tentang proses pembuatan batik serta menumbuhkan rasa cinta akan produk Indonesia sejak dini. Pengenalan batik pada anak dikemas dalam bentuk kegiatan workshop yang dibagi dalam tiga tahap, yaitu: 1) pemaparan materi tentang batik; 2) aplikasi desain sketsa untuk dijadikan batik, 3) apresiasi karya batik anak. Workshop ini memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang mereka miliki sesuai dengan bakat masing-masing. Proses dalam pembelajaran serta arahan dari tim pengabdian menjadi kunci untuk hasil akhir yang diinginkan, pemahaman peserta didik tentang proses pembuatan batik dikemas secara menarik sehingga memudahkan peserta didik dalam mengeksplor kreatifitasnya. Hasil kreativitas anak-anak ketika di alih mediakan dari gambar menjadi seni batik ternyata menarik secara visual dan menjadi lebih bernilai. 
IMPLEMENTATION OF KINARA-KINARI BATIK PATTERN ON CLOTH Dyanningrum Pradhikta; Ni Wayan Surya Wardhani; Fatmawati Fatmawati; Romy Setiawan
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um006v3i12019p036

Abstract

Kinara-Kinari relief in Badut Temple was one of the ideas to create a batik pattern inspired by a culture remnant in Malang. Previous research had generated the design of Kinara-Kinari batik pattern. According to validators, the batik pattern had met both aesthetic and artistic principles without abandoning the standards of the relief itself. Result of this development was implemented on a piece of batik cloth targeted for both men and women.
KREASI KARAKTER DINOSAURUS SEBAGAI PERWUJUDAN BATIK BAGIAN DARI BUDAYA POPULER Dyanningrum Pradhikta; Fatmawati Fatmawati; Romy Setiawan
Corak : Jurnal Seni Kriya Vol 9, No 1 (2020): MEI 2020
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/corak.v9i1.3401

Abstract

ABSTRACT  Lifestyle, especially fashion will follow its era, including batik. Without breakthroughs, batik innovation and creations will be increasingly abandoned. Therefore we need new breakthroughs that will make batik popular. The creation of batik based on ideas from dinosaurs is one form of development carried out. Therefore in this study an attempt was made to visualize the character of dinosaurs in the form of batik motifs. The research method used is the creation method in which there are three stages in the creation process, namely the initial stage / overall exploration, continued from the initial stage / specific exploration and realization. The results of this study are expected to make a positive contribution to the development of batik which is expected to synergize with the developing popular culture. Wahana Dino Park, is part of the popular culture that developed in the city of Batu. The popularity and uniqueness of Dino Park will inspire the creation of batik motifs. Batik is made in two choices of motifs, which overall show the character or figure of dinosaurs in Dino Park combined with a sprinkling of floral motifs found in the city of Batu.  ABSTRAK  Gaya hidup terutama fashion akan mengikuti jamannya termasuk batik. Tanpa terobosan, inovasi dan kreasi batik akan semakin ditinggalkan. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan-terobosan baru yang akan membuat batik populer. Penciptaan batik berdasarkan ide dari dinosaurus merupakan salah satu bentuk pengembangan yang dilakukan. Karenanya pada penelitian ini dilakukan upaya untuk memvisualisasikan karakter dinosaurus dalam bentuk motif batik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penciptaan dimana terdapat tiga tahap dalam proses penciptaan ini yaitu tahap awal/ekplorasi secara keseluruhan, lanjutan dari tahap awal/eksplorasi secara spesifik dan perwujudan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan batik yang diharapkan bersinergi dengan budaya popular yang sedang berkembang. Wahana Dino Park ,merupakan bagian dari budaya popular yang berkembang di kota Batu. Kepopuleran dan keunikan yang dimiliki Dino Park akan menjadi inspirasi penciptaan motif batik tulis. Batik dibuat dalam dua pilihan motif, dimana secara keseluruhan menampilkan karakter atau figur dinosaurus yang ada di Dino Park dipadu dengan taburan motif bunga yang terdapat di kota Batu.  
Konstruksi Selera Remaja Putri dalam Dunia Digital Dyanningrum Pradhikta; Ruly Darmawan; Hendy Hertiasa
Wimba : Jurnal Komunikasi Visual Vol. 4 No. 2 (2012)
Publisher : KK Komunikasi Visual & Multimedia Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1288.342 KB) | DOI: 10.5614/jkvw.2012.4.2.3

Abstract

Website imaging can be built by using visual design such as layout, graphic/ image, typography and color. Website through the visual display has huge potential to form teenager disposition. Website visual display has relation which related with user perception. Teenager disposition is formed from perception to Website. Media brings certain influence to adolescent preference. Website also distribute message by audience target taste approach. Teenager curiosity and interest to website, attract teens to think and then produce disposition. Besides, website indirectly has message inside it, whcih is a metaphor of lifestyle room, consumption and taste. Media capacity included in taste conditioning, which is, website gives offers through choices, not just information content displayed, but also via various visual display. In that time, this variety will be construct taste.
PENGENALAN BATIK PADA ANAK SEBAGAI WUJUD CINTA BUDAYA INDONESIA Romy Setiawan; Dyanningrum Pradhikta
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v7n1.p125-129

Abstract

Abstrak Masa usia dini adalah masa keemasan bagi perkembangan kecerdasan setiap manusia, beragam hal menggugah rasa ingin tahu dan menantang keinginan berkesplorasi. Selama ini kegiatan seni di sekolah hanya sebatas menempel, mewarnai, dan menyanyi, yang diajarkan oleh guru kelas yang bukan memiliki ketrampilan khusus dalam bidang seni rupa. Sehingga melalui kegiatan pengenalan batik ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih tentang proses pembuatan batik serta menumbuhkan rasa cinta akan produk Indonesia sejak dini. Pengenalan batik pada anak dikemas dalam bentuk kegiatan workshop yang dibagi dalam tiga tahap, yaitu: 1) pemaparan materi tentang batik; 2) aplikasi desain sketsa untuk dijadikan batik, 3) apresiasi karya batik anak. Workshop ini memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk mengembangkan kreatifitas yang mereka miliki sesuai dengan bakat masing-masing. Proses dalam pembelajaran serta arahan dari tim pengabdian menjadi kunci untuk hasil akhir yang diinginkan, pemahaman peserta didik tentang proses pembuatan batik dikemas secara menarik sehingga memudahkan peserta didik dalam mengeksplor kreatifitasnya. Hasil kreativitas anak-anak ketika di alih mediakan dari gambar menjadi seni batik ternyata menarik secara visual dan menjadi lebih bernilai. 
Menang Jadi Arang, Kalah Jadi Abu: Motif Batik Tantri Harimau dan Banteng Romy Setiawan; Dyanningrum Pradhikta
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2022.008.01.10

Abstract

The reliefs of animal stories carved in a number of temples in Java are derived from the collection of Tantri Stories, the origin of which is the Kamandaka Tantri story. One of them is the story of the tiger and the bull. It's not just sheep that can be pitted against each other, in the tantri story, the tiger and the bull are victims of a fight against each other. Besides the story is quite familiar, the moral message is universally applicable. The importance of the realization of the development of motifs on the product because it is an innovation and the application of design which is a design that has aesthetic and artistic value. Through the Tiger and Banteng batik motifs, this is one form of the artist's contribution to give hope as a person to maintain principles, be confident and wise in taking a stance. 
Ekspresi Visual Bronjong: Wujud Aksi Demonstrasi Kerusakan Alam Lukisan Naturalis Djoeari Soebardja Wicaksana, Satria Bagus; Pradhikta, Dyanningrum
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 7, No 3 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v7i3.13553

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian seni mengenai ekspresi visual seniman, dalam menyuarakan kerusakan alam sebagai bentuk aksi demonstrasi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologis Djoeari Soebardja, dalam menciptakan visualisasi bronjong sebagai ide bentuk dalam lukisannya pada series Bertahan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan guna memperolah informasi diantaranya adalah; wawancara, dokumentasi, observasi, serta studi pustaka. Mengenai fenomena tersebut, akan dikaji lebih dalam menggunakan teori psikologi gestalt oleh Rudolf Arnheim guna menemukan hasil penelitian yang konkret. Teori tersebut menekankan fokus terhadap bagaimana manusia mempersepsikan dan memaknai karya seni sebagai sebuah keseluruhan. Didapatkan hasil bahwasannya pengekspresian visualisasi bronjong merupakan sebuah bentuk aksi demonstrasi Djoeari Soebardja akan kerusakan alam, yang dipersepsikan sebagai solusi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan bencana alam akibat ulah manusia.
The Representation of Nude Female Figures in Édouard Manet’s Realistic Painting “Olympia” Azhari, Dhea; Pradhikta, Dyanningrum; Wicaksana, Satria Bagus
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 14 No. 1 (2025): Gorga: Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v14i1.64612

Abstract

This research aims to dig deeper into women's rights to freedom from ideological constraints. The research method used in this research is descriptive qualitative, by applying Kate Millet's theory of radical feminism. One of Kate Millet's ideas is to support the dismantling of the patriarchal system through social and cultural change, and criticize how culture, literature, and psychology can strengthen and dominate men over women. Observation in the form of extracting core data is obtained from literature studies or relevant previous scientific articles, and secondary data retrieval as a complement to core data comes from websites that have high credibility for information on the artist Edouard Manet, to information on relevant artworks. The results of the research on the representation of nude female figures by Manet in his painting entitled “Olympia” are influenced by several things. The use of art objects in the form of nude female figures has its own meaning for Manet in conveying messages and criticism related to gender issues, especially women. Manet criticizes women's freedom, which is in line with the application of feminism theory in this research. The conclusion of this research is that men tend to exploit women in economic and social terms. Men argue that women do not deserve to be equal to them, because women are objects that must submit to the stronger and dominant. Edouard Manet in painting “Olympia” succeeded in providing social criticism related to feminism through the meaning of the painting which was considered negative by art lovers who saw it.
Analisis Makna Simbolik pada Poster "Toxic Masculinity is The Silent Killer of Men" Menggunakan Teori Semiotika Charles S. Pierce Mega Julyartha; Dyanningrum Pradhikta, M.Ds.
Imajinasi: Jurnal Seni Vol. 19 No. 1 (2025): Imajinasi: Jurnal Seni
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/imajinasi.v19i1.19465

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna simbolik yang terdapat di dalam poster "Toxic Masculinity is The Silent Killer of Men" dengan menggunakan pendekatan semiotika dari Charles S. Pierce. Poster tersebut merupakan representasi visual dari sebuah fenomena di tengah kita yaitu toxic masculinity yang sering kali lebih merujuk kepada gender. Fenomena tersebut membuat sebagian besar laki-laki menanggung beban ekspektasi sosial yang berlebihan di pundaknya. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji simbol visual yang ada di dalam poster yang memuat ikon, interpretasi, dan objek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai simbol di dalam poster mewakili dan merepresentasikan fenomena dari toxic masculinity. Melalui penelitian ini mengangkat dalam poster dengan menekankan akan pentingnya kesadaran dari masyarakat terhadap fenomena tersebut sekaligus mendukung kesetaraan gender. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Pierce, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif terhadap seni visual.
Mengubah Limbah Tanaman Apel Menjadi Pewarna Alami Bernilai Tinggi di Madiredo Zurinani, Siti; Pradhikta, Dyanningrum; Fatmawati; Wahyu Utama, Aji Prasetya; Setiawan, Romy
Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Gramaswara: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Faculty of Cultural Studies, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.gramaswara.2024.004.01.05

Abstract

The utilization of apple plant waste as a natural dye extract is important for the development of creative products using safer dye materials. Madiredo, as an apple cultivation economic zone, produces waste from the apple processing process. This apple plant waste can be utilized as a high-value dye extract using ecoprint techniques or combined with batik. This initiative is expected to foster the creativity of women in the Madiredo village PKK (Family Welfare Movement) to achieve economic independence. In further development, it will also be innovated with Madiredo's distinctive motifs while highlighting the cultural potential of Madiredo. Additionally, the use of natural dyes in textile products can address the issues arising from the use of synthetic dyes, which, unbeknownst to many, have the potential to cause environmental pollution. Furthermore, this serves as a means of cultural promotion and branding for Madiredo Village. The outcomes of this partnership program include the utilization and processing of apple plant waste and Madiredo Village's natural resources, as well as the development of environmentally friendly textile product designs to enhance the economic well-being of the partner community. Additionally, the results of this community service program are presented not only in the form of a final report but also as scientific publications in national journals or proceedings. Keywords: natural dyes; products; branding; waste; motifs; women