Articles
Analisis Model Pembelajaran SAVI pada Era Society 5.0 di Madrasah Tsanawiyah
Suri, Farida;
Saragi, Daulat;
Perangin-angin, Reh Bungana Br
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3588
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran savi pada era society 5.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil belajar ini merupakan permasalahan utama yang harus diselesaikan karena pembelajaran PPKn sangat penting untuk menumbuhkan sikap kewarganegaraan generasi penerus bangsa. Tentunya studi ini sangat mendukung untuk membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi mental yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Berangkat dari permasalahan tersebut, diperlukan model dan media pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran SAVI (somatic, auditory, visual, intellectual) dengan bantuan media yang inovatif. Pada era society 5.0. perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, namun yang terpenting adalah perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum untuk saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan peserta didik dalam dimensi pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis dan kreatif. Mengembangkan soft skill dan transversal skill, serta keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja seperti keterampilan interpersonal, hidup bersama, kemampuan menjadi warga negara yang berpikiran global, serta literasi media dan informasi.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar
Bukit, Servista;
Perangin-Angin, Reh Bungana Br;
Murad, Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3633
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Strategi guru adalah pendekatan yang dilakukan oleh guru terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dalam rentang waktu tertentu. Guru perlu menerapkan  strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa selama  proses pembelajaran berlangsung. Bahkan dengan adanya suatu strategi pembelajaran, guru memiliki pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal. Dengan adanya kemandirian belajar dalam diri siswa akan membangun rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, memiliki rasa percaya diri dalam bertanya, memiliki sikap kerja keras dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru bahkan siswa tidak bergantung kepada orang lain untuk mengerjakan tugas. Untuk menentukan strategi pembelajaran dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa, guru perlu memahami indikator-indikator kemandirian belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa.
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar
Sitepu, Tisa Enika;
Perangin-angin, Reh Bungana Br;
Nasriah, Nasriah
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4248
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN 106790 Sei Mencirem pada materi nilai-nilai Pancasila. Sehingga melalui penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) melalaui pendekatan kontekstual. Adapun metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan PTK melalui empat tahapan kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi, yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan temuan data di lapangan bahwa strategi pembelajaran PPKn yang selama ini dilaksanakan oleh guru masih cenderung bersifat konvensional, pemaparan materi sulit untuk dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak dan teoritis. Sehingga saaat diukur hasil belajar PPKn siswa pada kondisi awal secara klasikal sebesar 45,62% (belum tuntas). Namun setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran PPKn di siklus 1 hasil belajar PPKn siswa meningkat menjadi 66,86% (belum tuntas) dan semakin meningkat oada siklus 2 menjadi 86,54% (tuntas). Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran PPKn berlangsung terlihat siswa mulai aktif untuk bertanya untuk mengkonstruksi pengetahuannya terkait nilai-nilai Pancasila. Bahkan dalam kegiatan belajar kelompok, siswa sudah bisa memberikan pendapat terkati pengalaman siswa lain tentang nilai-nilai pancasila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.  Â
Analisis Model Pembelajaran SAVI pada Era Society 5.0 di Madrasah Tsanawiyah
Suri, Farida;
Saragi, Daulat;
Perangin-angin, Reh Bungana Br
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3588
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran savi pada era society 5.0. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil belajar ini merupakan permasalahan utama yang harus diselesaikan karena pembelajaran PPKn sangat penting untuk menumbuhkan sikap kewarganegaraan generasi penerus bangsa. Tentunya studi ini sangat mendukung untuk membentuk mental dan kepribadian siswa menjadi mental yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Berangkat dari permasalahan tersebut, diperlukan model dan media pembelajaran yang tepat. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran SAVI (somatic, auditory, visual, intellectual) dengan bantuan media yang inovatif. Pada era society 5.0. perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, namun yang terpenting adalah perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum untuk saat ini dan masa depan harus melengkapi kemampuan peserta didik dalam dimensi pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan untuk hidup bersama (kolaborasi) dan berpikir kritis dan kreatif. Mengembangkan soft skill dan transversal skill, serta keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja seperti keterampilan interpersonal, hidup bersama, kemampuan menjadi warga negara yang berpikiran global, serta literasi media dan informasi.
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Kemandirian Belajar Siswa Sekolah Dasar
Bukit, Servista;
Perangin-Angin, Reh Bungana Br;
Murad, Abdul
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 5 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3633
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi guru dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa sekolah dasar. Strategi guru adalah pendekatan yang dilakukan oleh guru terkait perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap proses pembelajaran dalam rentang waktu tertentu. Guru perlu menerapkan  strategi pembelajaran yang efektif untuk menumbuhkan kemandirian belajar siswa selama  proses pembelajaran berlangsung. Bahkan dengan adanya suatu strategi pembelajaran, guru memiliki pedoman pelaksanaan pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan maksimal. Dengan adanya kemandirian belajar dalam diri siswa akan membangun rasa ingin tahu terhadap materi pembelajaran, memiliki rasa percaya diri dalam bertanya, memiliki sikap kerja keras dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru bahkan siswa tidak bergantung kepada orang lain untuk mengerjakan tugas. Untuk menentukan strategi pembelajaran dalam menumbuhkan kemandirian belajar siswa, guru perlu memahami indikator-indikator kemandirian belajar siswa dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian belajar siswa.
Pendekatan Kontekstual dalam Meningkatkan Pembelajaran PPKn di Sekolah Dasar
Sitepu, Tisa Enika;
Perangin-angin, Reh Bungana Br;
Nasriah, Nasriah
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4248
Latar belakang penelitian ini adalah masih rendahnya hasil belajar PPKn siswa kelas IV SDN 106790 Sei Mencirem pada materi nilai-nilai Pancasila. Sehingga melalui penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) melalaui pendekatan kontekstual. Adapun metode penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Pelaksanaan PTK melalui empat tahapan kegiatan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi, yang dilakukan sebanyak dua siklus. Berdasarkan temuan data di lapangan bahwa strategi pembelajaran PPKn yang selama ini dilaksanakan oleh guru masih cenderung bersifat konvensional, pemaparan materi sulit untuk dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak dan teoritis. Sehingga saaat diukur hasil belajar PPKn siswa pada kondisi awal secara klasikal sebesar 45,62% (belum tuntas). Namun setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada pembelajaran PPKn di siklus 1 hasil belajar PPKn siswa meningkat menjadi 66,86% (belum tuntas) dan semakin meningkat oada siklus 2 menjadi 86,54% (tuntas). Berdasarkan pengamatan selama pembelajaran PPKn berlangsung terlihat siswa mulai aktif untuk bertanya untuk mengkonstruksi pengetahuannya terkait nilai-nilai Pancasila. Bahkan dalam kegiatan belajar kelompok, siswa sudah bisa memberikan pendapat terkati pengalaman siswa lain tentang nilai-nilai pancasila. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.  Â
Partisipasi Pemilih Pemula pada Pemilihan Kepala Desa Tahun 2022 di Desa Kolam Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang
Ramadani, Agung Pratama;
Harahap, Angle Pitaloka;
Perangin-angin, Reh Bungana Br
Journal of Law & Policy Review Vol 3, No 1 (2025): Journal of Law & Policy Review, June 2025
Publisher : Mahesa Research Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34007/jlpr.v3i1.257
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat partisipasi politik pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tahun 2022 di Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, data diperoleh dari dokumentasi resmi Panitia Pemilihan Kepala Desa, khususnya mengenai jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT), suara sah, dan tidak sah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah pemilih pemula dari 860 orang pada tahun 2019 menjadi 1.251 orang pada tahun 2022, namun tingkat partisipasi menurun dari 83,48% menjadi 77,12%. Variasi partisipasi antar Tempat Pemungutan Suara (TPS) menunjukkan pengaruh faktor lokal seperti sosialisasi, akses informasi, mobilitas geografis, dan pengaruh sosial. Temuan ini mengindikasikan perlunya strategi yang lebih efektif dan berbasis komunitas untuk mendorong keterlibatan politik generasi muda di tingkat desa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami perilaku politik pemilih pemula dan pentingnya pendidikan politik dalam membangun demokrasi partisipatif di wilayah pedesaan.
IMPLEMENTASI NILAI DEMOKRASI DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR UNTUK MEMBENTUK CIVIC SKILLS
Satria, Liza;
Auji, Nurizam;
Sianturi, Christin Angelita;
Siregar, Suhaila;
Yunita, Sri;
Perangin-angin, Reh Bungana Br
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.504
Implementasi nilai demokrasi dalam pembelajaran sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk civic skills siswa sebagai bagian dari penguatan pendidikan kewarganegaraan sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi nilai demokrasi dalam pembelajaran sekolah dasar serta relevansinya terhadap pembentukan civic skills siswa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi terhadap berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai demokrasi melalui pembelajaran partisipatif, musyawarah, diskusi, kerja sama dan pembelajaran berbasis masalah berkontribusi terhadap berkembangnya keterampilan intelektual dan partisipatoris siswa seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, pengambilan keputusan dan tanggung jawab sosial. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi nilai demokrasi dipengaruhi oleh kompetensi guru, budaya sekolah yang demokratis serta strategi pembelajaran yang mendukung partisipasi aktif siswa, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan dalam praktiknya. Penelitian ini berimplikasi bahwa pembelajaran demokratis perlu diposisikan sebagai strategi pedagogis yang integratif dalam penguatan civic skills serta pembentukan warga negara yang aktif, kritis, partisipatif dan bertanggung jawab sejak pendidikan dasar.
ANALISIS KONSEPTUAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR
Shabrina, Anisa Ruhi;
Damanik, Julia;
Zega, Ribka Sang Putri;
Maghfirah, Yumna;
Yunita, Sri;
Perangin-angin, Reh Bungana Br
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.505
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual peran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai upaya pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya penguatan karakter sejak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga memiliki integritas moral dan sosial. Pendidikan Kewarganegaraan dipandang sebagai mata pelajaran yang strategis karena memuat nilai-nilai kebangsaan, norma dan etika yang relevan dengan pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis konseptual, di mana data diperoleh melalui studi kepustakaan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menghasilkan sintesis konsep yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran signifikan dalam membentuk karakter siswa melalui integrasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi dan cinta tanah air dalam proses pembelajaran. Selain itu, efektivitas pembentukan karakter sangat dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang digunakan, di mana pembelajaran yang kontekstual, partisipatif dan berbasis pengalaman lebih mampu menginternalisasikan nilai dibandingkan dengan pendekatan yang bersifat kognitif semata. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan dapat menjadi sarana yang efektif dalam pembentukan karakter siswa sekolah dasar apabila dilaksanakan secara sistematis, konsisten dan didukung oleh peran aktif pendidik serta lingkungan pendidikan yang kondusif.
IMPLIKASI PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KEWARGANEGARAAN SISWA SEKOLAH DASAR
Pratiwi, Cindy;
Akbar, Nina;
Nainggolan, Guido;
Yunita, Sri;
Perangin-angin, Reh Bungana Br
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.506
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam proses pembentukan karakter kewarganegaraan siswa sekolah dasar, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi perkembangan teknologi digital terhadap pembentukan karakter kewarganegaraan siswa dalam konteks pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan melalui pengumpulan data dari berbagai jurnal, buku dan penelitian relevan, yang dianalisis menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital memiliki implikasi ganda, yaitu sebagai peluang dalam memperkuat karakter kewarganegaraan melalui pengembangan tanggung jawab, berpikir kritis, literasi digital dan etika bermedia serta sebagai tantangan yang dapat memengaruhi perilaku sosial, etika digital dan nilai kewarganegaraan siswa apabila tidak disertai pendampingan yang tepat. Temuan penelitian juga menegaskan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam mengintegrasikan nilai karakter dengan budaya digital melalui penguatan digital citizenship di sekolah dasar. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya adaptasi pendidikan kewarganegaraan yang responsif terhadap perkembangan teknologi digital untuk membentuk warga negara muda yang berkarakter, beretika dan bertanggung jawab di era digital.