Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PERSEPSI DAN PREFERENSI WARNA DALAM LANSKAP Wasissa Titi; Andi Gunawan
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 3 No. 2 (2011): Jurnal Lanskap Indonesia (JLI)
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.2011.3.2.%p

Abstract

Color is one of important elements in our life, everything will be easier to seeing something with it. Color is element which make power of attraction in design, because color have emotional component that emerge when people see it. A beautiful landscape also have element of interesting colors. For this reason, people can enjoy all element in landscape.Every people has different perception and preference when they see color. As each colors have different characteristic. They influence the preference for landscape. Research has shown that personal preference is not only influenced by color. Landscapewill be more interesting when is the embedded color is in harmonious combination with other elements.
PENGARUH JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK PADA TANAMAN PADI SAWAH Wasissa Titi Ilhami
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7464.182 KB) | DOI: 10.51852/jaa.v1i2.163

Abstract

AbstrakPEnelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik dengan dosis dan jenis yang berbeda terhadap komponen pertumbuhan dan hasil tanaman padi sawah serta produktivitas padi yang dihasilkan, penelitian dilaksanakan di desa cibungbulang. kegiatan ini berlangsung pada bulan juni hingga desember 2016. penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) sederhana satu faktor dengan kombinasi perlakuan jenis pupuk organik dan dosis pupuk organik yang berbeda.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT PETANI NELAYAN DAN PEMERINTAH DALAM PENGEMBANGAN LANSKAP AGROWISATA DI KAWASAN PESISIR (KASUS : PESISIR TELUK PACITAN - JAWA TIMUR) Wasissa Titi Ilhami; Yoyon Haryanto
Jurnal Penyuluhan Pertanian Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.436 KB) | DOI: 10.51852/jpp.v8i2.308

Abstract

Indonesia is the largest archipelago in the world surrounded by large marine. In consequence, we could find many coastal region (so-called ecoton area) in this country. Ecoton area has specific character which is dynamic and susceptible, therefore it should be planned very well. Developing coastal region through tourism with appropriate and suitable planning, will bring about tourism in Pacitan Bay to be sustainable. This study aims to identify community and stakeholder perception and participation in supporting the agrotourism Landscape plan in Pacitan Bay. Community and stakeholder approach is carried out through stakeholder analysis obtained from questionnaire data, interview and literature through AHP tools. Study result shows that base on community acceptability in Pacitan Bay is potential to be a agrotourism region. The research was conducted in the gulf coast region in Pacitan. This study used descriptive quantitative approach is to do the weighting, scoring and ranking of each factor and the categories assessed. Analysis data used the AHP software Expert Choice 2000. Public perception of fisherman and the goverment in supporting the development of coastal landscape has been well proven by the value of Consistency Ratio (CR) of 0.03 which means that the perception of the development of coastal areas taking into account the social aspects of culture, ecology and the local economy.
PENGARUH BERBAGAI MACAM VARIETAS TERHADAP PRODUKTIVITAS CABAI MERAH (Capsicum Annuum L.) PADA BUDIDAYA DI ATAS ATAP DI BOGOR, JAWA BARAT Neni Musyarofah; Wasissa Titi Ilhami; Soesilo Wibowo
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 15 No. 1 (2016): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.496 KB) | DOI: 10.34145/agriekstensia.v15i1.443

Abstract

Budidaya tanaman yang tidak dilakukan pada media tanah secara langsung, diperkirakan mempunyai respon yang berbeda terhadap varietas cabai merah tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produktivitas beberapa varietas cabai merah yang ditanam di atap bangunan. Lokasi penelitian adalah di atas atap bangunan di Kampus STPP Bogor, Jawa Barat. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAK) satu faktor dengan perlakuan 6 (enam) jenis varietas cabai merah keriting. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak ada beda nyata antara berbagai varietas cabai merah yang diusahakan diatas atap, baik tingginya maupun jumlah cabang produktifnya. Kecenderungan varietas yang performance-nya terbaik dari aspek tinggi tanaman dan jumlah cabang produktifnya adalah Varietas Hellboy. Adapun produktivitas beberapa varietas terlihat beda nyata satu sama lain, dimana varietas dengan produktivitas tertinggi adalah Varietas Priyayi.
Perencanaan Lanskap bagi Pengembangan Agrowisata CV Wanda Strawberry di Kabupaten Bandung Barat: Landscape Planning for Agrotourism Development CV Wanda Strawberry in West Bandung Regency Faizi, Muhammad Dendy; Saridewi, Tri Ratna; Ilhami, Wasissa Titi
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/jaa.v8i2.543

Abstract

Tata ruang lanskap pada agrowisata di CV Wanda Strawberry masih belum optimal karena perencanaan lanskap agrowisata belum dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lanskap tata ruang agrowisata yang telah diterapkan, melakukan analisis pasar pada pengembangan lanskap tata ruang agrowisata, membuat perencanaan lanskap tata ruang agrowisata, dan menganalisis penerimaan pendapatan agrowisata. Penelitian dilaksanakan pada tanggal April hingga Juli 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, pengisian kuesioner, dan pengumpulan data sekunder. Responden berasal dari pengelola dan pengunjung agrowisata yang dipilih secara acak sebanyak 30 orang. Analisis secara deskriptif yang digunakan adalah analisis kondisi umum, analisis pasar dan analisis penerimaan. Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan lanskap tata ruang agrowisata yang ada pada saat ini masih belum optimal. Berdasarkan hasil analisis pasar menunjukkan kepentingan dan prioritas pengembangan fasilitas yang diinginkan oleh pengunjung, perlu penambahan fasilitas luas jalan masuk, luas lahan parkir, tempat bersantai (gazebo dan tempat duduk), tempat beribadah (musala), tempat bermalam (homestay), kantin/kafe, tempat sampah, toilet/WC, tempat berfoto, dan wifi area. Hasil perencanaan lanskap berupa peta layout agrowisata, block plan agrowisata, dan gambaran fasilitas agrowisata. Penerimaan perusahaan pada kegiatan agrowisata saat ini layak untuk dikembangkan dan masih berpotensi untuk dikembangkan lebih luas lagi.
Prospek Pengembangan Hortikultura (Studi Kasus: Subang, Jawa Barat) Saridewi, Tri Ratna; Ilhami, Wasissa Titi; Syafaruddin
Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis
Publisher : Politeknik Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51852/za6kj569

Abstract

The Government of Subang Regency acknowledges the strategic role of horticultural production in supporting regional development financing. However, the recent decline in pineapple production, which has long been the region’s flagship commodity, highlights the need to identify alternative horticultural products with strong economic potential. This study aims to explore the added value of selected commodities through the development of derivative products that can enhance competitiveness and sustainability. A descriptive approach was employed, using two stages of Focus Group Discussions (FGDs). The first stage served to verify and validate preliminary findings, while the second stage focused on designing development strategies. Twenty respondents participated, representing the Department of Agriculture, agribusiness entrepreneurs, banking institutions, and millennial farmers. The results show that pineapple, mangosteen, and mango are the most promising commodities for agribusiness expansion. Processing these fruits into derivative products reduces the risk of post-harvest losses, extends shelf life, ensures year-round availability, creates new product varieties, and offers potential health and cultural value. These innovations provide higher economic returns, increase farmers’ income, strengthen business sustainability, and diversify market opportunities. To achieve these outcomes, continuous promotion is needed to improve consumer awareness, alongside the development of commercial seed production using certified superior seeds. The findings suggest that value-added horticultural products can significantly enhance the contribution of the agricultural sector to regional economic development in Subang.
Sustainable Scientific Tourism Development Planning Using Micmac-Mactor In Bogor City Ilhami, Wasissa Titi; Arifin, Hadi Susilo; Pramudya, Bambang; Kosmaryandi, Nandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.757

Abstract

Bogor merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki beragam potensi objek wisata ilmiah, seperti bangunan bersejarah, lembaga pendidikan, dan lembaga penelitian. Meskipun keberadaannya selalu dibutuhkan oleh berbagai pihak sebagai referensi pembelajaran, namun objek tersebut belum dikelola secara optimal dalam sebuah sistem yang terintegrasi, sehingga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kegiatan pariwisata di Kota Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel apa saja yang mempengaruhi perencanaan pariwisata dan pola hubungan antar aktor untuk membangun strategi keberlanjutan wisata ilmiah di Kota Bogor. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Micmac dan Mactor. Hasil penelitian menunjukkan enam variabel penting untuk mengembangkan pariwisata ilmiah berkelanjutan di Kota Bogor, yaitu infrastruktur, sumber daya pariwisata, promosi, investasi, regulasi dan kebijakan, kemudian lembaga penelitian dan pendidikan. Sementara itu, Pemerintah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) merupakan lembaga/aktor penting dalam pengembangan wisata ilmiah berkelanjutan. Penelitian ini telah memberikan gambaran mengenai variabel kunci dan peran aktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan wisata ini di masa depan dan memberikan dasar bagi para pengambil kebijakan untuk menjadikannya sebagai prioritas dalam menyusun strategi pengembangan wisata ilmiah di Kota Bogor.
DESAIN LANSKAP MANGROVE TERPADU DAN MITIGASI RISIKO BENCANA PESISIR Ilhami, Wasissa Titi; Christian, Yoppie; Affandy, Andy
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 5 No 1 (2021): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.619 KB) | DOI: 10.29244/COJ.5.1.28-36

Abstract

Paper ini menghasilkan sebuah konsep keterpaduan antara upaya rehabilitasi mangrove dengan wisataedukasi sebagai solusi inovatif dalam mitigasi bencana di Sei Pakning dalam kacamata arsitektur lanskap.Lokasi yang diambil dalam penelitian ini adalah di Pangkalan Jambi yang kondisinya sudah terdapat“Mangrove Education Center (MEC)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pengelolaan lanskap yangterintegrasi dengan memperhatikan tiga kepentingan yakni perlindungan ekologis, pelestariankeanekaragaman hayati dan pemanfaatan ekonomi. Melalui tahapan inventarisasi, analisis, sintesis,konseptualisasi dan perencanaan wisata berbasis sumber daya tempatan, ketiga kepentingan dalampemanfaatan hutan mangrove dapat diwujudkan. Aspek perlindungan ekologi dilakukan dengan penetapanbatas-batas kelola. Aspek pelestarian keanekaragaman hayati dilakukan dengan pengayaaan jenis melaluipembibitan mangrove serta pendidikan lingkungan kepada publik. Sementara itu, pada aspek pemanfaatanekonomi, dilakukan ujicobabudidaya ikan nila salin dengan pola wanamina. Aspek lain yang diintegrasikanadalah upaya mitigasi bencana pesisir dengan pembuatan “Hybrid Engineering” atau modifikasi strukturAlat Pemecah Ombak (APO) sederhana. Aspek pemberdayaan institusional juga tidak dilepaskan daridesain agar tingkat kemanfaatan bagi masyarakat dapat tercapai. Sebagai kesimpulan, desain lanskap hutanmangrove Pangkalan Jambi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam penataan kawasansecara berkelanjutan karena telah memadukan banyak kepentingan tanpa harus saling mengganggu.Kata Kunci: desain lanskap, Pengelolaan lanskap terpadu, Mitigasi bencana, Mangrove, Pesisir