Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penyuluhan Pemanfaatan Kopi Sebagai Tanaman Obat Untuk Kesehatan Kulit Pada Masyarakat Sumberagung Dewi, Novia Ariani; Kurniawati, Endah; Saputra, Diky Permana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 2 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v2i1.591

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses fisiologis yang normal terjadi, yang ditandai dengan menurunnya sawar kulit, menurunnya produksi sebum, dan melambatnya regenerasi sel epidermis. Kondisi tersebut akan menimbulkan manifestasi penuaan kulit seperti hiperpigmentasi, kulit kering, berkurangnya elastisitas, berkurangnya kekencangan, dan berkurangnya kehalusan kulit. Manusia, khususnya wanita, ingin tampil menarik dan awet muda. Banyak faktor yang mempengaruhi penuaan kulit, salah satunya adalah gaya hidup. Gaya hidup dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya yaitu paparan sinar ultraviolet (UV). Kafein merupakan salah satu kandungan dari tanaman obat kopi yang saat ini semakin banyak digunakan dalam kosmetik karena aktivitas biologisnya yang tinggi dan kemampuannya menembus penghalang kulit. Kafein juga memiliki sifat antioksidan yang kuat yang membantu melindungi sel terhadap radiasi UV dan memperlambat proses photoaging pada kulit serta dapat mempengaruhi sel-sel kulit manusia yang rusak akibat sinar UV. Tujuan diberikan penyuluhan yaitu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan kopi sebagai bahan alami yang ada disekitar untuk menjaga kesehatan kulit. Mitra pada pengabdian ini adalah Dusun Turi, Kelurahan Sumberagung, Jetis, Bantul. Metode dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan penyuluhan, diskusi, tanya jawab dan mengerjakan pre-test dan pos-test yang diikuti oleh 33 peserta. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Dusun Turi dengan jumlah peserta sebanyak 33 orang. Hasil pre-test yang dilakukan pada 33 peserta penyuluhan diperoleh rata-rata nilai yaitu 6,94 dan rata-rata nilai post-test yaitu 7,85. Terlihat dari rata-rata nilai evaluasi penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta setelah dilakukan penyuluhan tentang manfaat kopi untuk kesehatan kulit.
Hubungan Potensi Interaksi Obat Antihipertensi terhadap Luaran Klinis Pasien Lansia Waningsih , Ayu; Hidiyaningtyas, Lutfi; Dewi, Novia Ariani
JOURNAL OF PHARMACEUTICAL (JOP) Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Pharmaceutical (JOP)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30989/jop.v3i2.1673

Abstract

Background: The prevalence of hypertension increases with advancing age. Data from the 2018 Indonesian Basic Health Research (Riskesdas) indicates that hypertension is a common condition among the elderly. Physiological changes, along with alterations in pharmacokinetics, pharmacodynamics, and a higher likelihood of comorbidities, contribute to an increased number of medications consumed by elderly patients. This condition may raise the risk of drug interactions, potentially affecting clinical outcomes. Objective: To determine the association between the potential for antihypertensive drug interactions and clinical outcomes in elderly patients. Methods: This study was an analytical observational study with a retrospective design and purposive sampling technique. A total of 92 patients were included in the study. The research was conducted in the outpatient department of a hospital in Yogyakarta using medical record data from elderly hypertensive outpatients. Drug interactions were analyzed using the drugs.com application, and the association between potential antihypertensive drug interactions and clinical outcomes was analyzed using the chi-square test. Results: Most elderly hypertensive patients were female (65.2%) and had comorbidities or complications (78.3%). The majority of patients received combination therapy (65.2%). Potential drug interactions were identified in 78.3% of patients, with 80.5% classified as moderate in severity and 80.5% involving pharmacodynamic mechanisms. The chi-square test showed a p-value of 0.445, indicating no significant association between the potential for antihypertensive drug interactions and clinical outcomes. Conclusion: There is no significant association between the potential for antihypertensive drug interactions and clinical outcomes in elderly patients
Evaluasi Kesesuaian Terapi Terhadap Pedoman Terapi pada Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewi, Novia Ariani; Anjani, Windi; Putri, Vera Dian Apsella; Hidiyaningtyas, Lutfi
SOCIAL CLINICAL PHARMACY INDONESIA JOURNAL Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/scpij.v11i1.9349

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia atau peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Penderita DM rawat jalan di Kabupaten Sleman pada tahun 2022 menduduki peringkat kedua setelah hipertensi yaitu sebesar 5,39%. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi pada pasien DM adalah faktor terapi pasien (jumlah obat, frekuensi minum obat, dan produk obat). Dalam faktor ini, penting untuk menyesuaikan pemberian obat pada pasien dengan pedoman terapi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian terapi yang diresepkan dokter dengan pedoman terapi yaitu PERKENI (2019) pada pasien rawat jalan DM tipe 2 di salah satu rumah sakit pada kabupaten Sleman. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM tipe 2 rawat jalan pada bulan April – November 2023 yang memenuhi kriteria inklusi diperoleh 99 sampel. Jenis penelitian observasional analitik dengan metode pengambilan data secara retrospektif dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Hasil evaluasi kesesuaian penggunaan obat 100%, kesesuaian frekuensi penggunaan obat 97,98%, dosis obat 80,81%, jumlah obat 100%, kesesuaian golongan/nama obat 100 %. Pasien DM tipe 2 terbanyak adalah laki-laki, usia 45-59 tahun, komorbiditas pasien tertinggi adalah hipertensi, terdapat kesesuaian dibawah 100% yaitu kesesuaian frekuensi dan dosis obat.