Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

POTENSI LIMBAH PADAT INDUSTRI KULIT SEBAGAI PEMBENAH TANAH Rizka Novembrianto; Munawar Ali
Prosiding ESEC Vol. 1 No. 1 (2020): Seminar Nasional (ESEC) 2020
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.615 KB)

Abstract

Industri kerajinan kulit di kabupaten Magetan yang merupakan gabungan dari beberapa pengrajin penyamak kulit dan perusahaan. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah, salah satunya limbah padat. Limbah padat hasil produk samping dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Komunal yang telah tersedia sangatlah besar. Pada penelitian ini akan mencoba potensi dari limbah padat untuk dijadikan sebagai bahan pembenah tanah dan pembuatan pupuk. Lumpur yang dihasilkan dari proses pengolahan limbah cari industri kulit merupakan kategori limbah B3. Dengan adanya percobaan ini diharapkan sludge dapat dimanfaatkan kembali dengan persyaratan yang telah ditentukan pemerintah. Tahapan yang dilakukan terhadap sludge adalah mengetahui kandungan setelah itu proses penghalusan, pengayaan, dan penambahan pada tanah kemudian ditaburkan pada tanaman. Dari kegiatan yang telah dilakukan didapatkan hasil uji laboratorium laboratorium sludge berada di bawah baku mutu persyaratan teknis minimal pupuk organik Kepmentan RI No 261/KPTS/SR.310/M/4/2019 dan setelah di perlakukan pada tanaman juga didapatkan hasil uji SEM-EDX EDX sludge yang telah ditanamkan tidak terdapat kandungan senyawa beracun dan dapat dijadikan sebagai pembenah tanaman
PENGOLAHAN AIR LIMBAH LAUNDRY MENGGUNAKAN PROSES BIOREAKTOR DOWN-FLOW HANGING SPONGE Aulia Ulfah Faradiba; Kyky Fadhila Cindya Putri; Munawar Ali
Prosiding ESEC Vol. 2 No. 1 (2021): Seminar Nasional (ESEC) 2021
Publisher : Prosiding ESEC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.362 KB)

Abstract

Melihat banyaknya usaha laundry di surabaya yang kebanyakan dari mereka membuang air hasil olahannya langsung ke badan air. Hal tersebut membuat dampak negatif terhadap perairan yang ada di surabaya. Hal tersebut berdampak negatif terhadap perairan. Untuk mengurangi dampak tersebut, perlu dilakukan pengolahan air limbah laundry terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air. Salah satu pengolahan yang cocok bagi pengusaha laundry yaitu downflow hanging sponge (DHS). Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas pengolahan limbah laundry dalam menurunkan kadar pencemar menggunakan DHS sehingga memenuhi baku mutu. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media spons selulosa paling optimum dengan variasi HRT 3 jam dalam menurunkan COD dengan kisaran 62-90%, BOD dengan kisaran 56-82%, TSS dengan kisaran 80-92%, Fosfat dengan kisaran 21-72%, lalu MBAS dengan kisaran 27-76%.
PENURUNAN KONSENTRASI DETERGEN PADA LIMBAH INDUSTRI LAUNDRY MENGGUNAKAN METODE SETTLEMENT Ca(OH)2 Munawar Ali; Dwi Sukma Donoriyanto; Nur Rahmawati
Journal of Scientech Research and Development Vol 5 No 1 (2023): JSRD, June 2023
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v5i1.104

Abstract

Limbah laundry sering dikeluhkan sebagai salah satu penyebab rusaknya ekosistem sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan Ca(OH)2 dalam menurunkan konsentrasi detergen pada limbah laundry. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengendapan dengan menggunakan Ca(OH)2 , dengan cara sebagai berikut: 500 ml sampel dimasukkan ke dalam beaker glass, kemudian dimasukkan ke dalam test jar. Lakukan pengukuran pH dan suhu sebelum proses dilakukan. Setiap sampel dalam beaker glass diberi Ca(OH)2 yang telah dibuat dari 3, 6, 9, 12, dan 15 gr CaO dengan penambahan H2O sesuai perhitungan. Kemudian dilakukan pengadukan dengan kecepatan 80 rpm selama 15, 30, 45, 60, dan 75 menit. Setelah diaduk, campuran dimasukkan ke dalam inhoff cone untuk mengukur jumlah endapan. Lakukan pemeriksaan terakhir pada pH, tingkat deterjen, dan suhu. Dari penelitian ini diperoleh hasil terbaik yaitu pada waktu pengadukan 45 menit dengan kecepatan pengadukan 80 rpm, penurunan kadar deterjen sebesar 98,03%.
IMPROVEMENT OF CLEAN WATER PRODUCT QUALITY THROUGH DESINFECTION PROCESS Munawar Ali; Dwi Sukma Donoriyanto; Nur Rahmawati
Journal of Scientech Research and Development Vol 4 No 2 (2022): JSRD, December 2022
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v4i2.105

Abstract

In the process of treating raw water into clean water, the pathogenic bacteria must be eliminated. The process of eliminating pathogenic bacteria which then cause an unpleasant odor can be carried out by disinfection. The thing that needs to be considered in the context of disinfection is how to prevent the transfer of germs to the human body through clean water by breaking the chain between the two by means of disinfection. This research begins with a laboratory test of the total coliform content in water treated by Biofilter without disinfection. The laboratory test results showed that the content of Fecal Coli was 1880/100 ml and the bacteria in the Coli group were 2060/100 ml. This parameter must be reduced to the limit according to the Environmental Quality Standard (BML) using a disinfection treatment. From the observations made on the coagulation process from raw water it can be informed that in the range of observed variables, with an increase in the dose of Calcium Hypochlorite (Ca (OCl) 2) from 1 mg / lt to 3 mg / l in the disinfection process, the number of E. coli bacteria which is being lowered more and more. At a dose of Calcium Hypochlorite Ca (OCl) 2 2.5 mg in 1 liter of raw water for the Kebon Agung Canal Drainage Channel with a stirring time of 30 minutes was able to reduce the number of E. Coli bacteria by 99, 40%.
Waste Treatment Design at Sugar Factory Munawar Ali; M. T. Safirin
International Journal of Science and Society Vol 4 No 4 (2022): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ijsoc.v4i4.674

Abstract

Waste is a by-product resulting from a process. Waste if disposed of freely without prior processing can harm the surrounding environment. Proper waste management makes waste more friendly to the environment. There are even several categories of waste that can be reused. A sugar factory is a company that processes sugar cane into crystal sugar that can be used for cooking. At the sugar factory, there are problems that occur, namely the absence of waste processing that is produced as a by-product of the production process. Therefore, in this research, the design of by-products of the sugar production process is carried out. after the waste treatment design was made in the sugar factory, parameters such as pH, BOD, COD, TSS, Oil and Fat, Sulfide, which was previously harmful to the environment, has met quality standards after processing.
BIOKONVERSI BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL Aerani Arifani Widodo; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mengandung bahan organik dengan konsentrasi tinggi, padatan tersuspensi, serta bahan koloid seperti lemak, protein, dan selulosa. Bahan organik ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan jika dibuang langsung ke badan air. Oleh karena itu, pengolahan limbah cair RPH perlu dilakukan untuk meminimasi potensi pencemaran lingkungan. Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu alternatif pengolahan air limbah dan penghasil bioenergi listrik yang dapat terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kuat arus listrik dan power density yang dihasilkan oleh MFC dan menurunkan kadar COD pada limbah cair RPH. Pada penelitian ini digunakan reaktor dual-chamber MFC dengan variasi jenis elektroda dan lama waktu inkubasi substrat selama 120 jam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC menghasilkan kuat arus listrik maksimum sebesar 2,14 mA dan power density maksimum sebesar 4738,55 mW/m2 oleh reaktor C. Reaktor MFC mampu menurunkan kadar COD limbah cair RPH hingga 71% dengan lama waktu inkubasi substrat 10 hari.
Sustainability Index of Benoa Bay Beach Reclamation Against National Resistance Munawar Ali
INFLUENCE: INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENCE REVIEW Vol. 5 No. 2 (2023): INFLUENCE: International Journal of Science Review
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/influencejournal.v5i2.135

Abstract

This study aims to analyze systematically and thoroughly about how the impact of coastal reclamation on National Resilience. The activity starts from a thorough understanding of the system that occurs in the reclamation and variable processes that affect national security. The research method used analysis Multi-Dimensional Scaling Method. The Benoa Bay reclamation activity plan, multi-dimensional analysis is not or less sustainable, with an index of 42.93 %. The most sensitive attribute influences the dimensions of the environment, is the attribute of potential sedimentation is the most sensitive attribute with a value of 0.13. The most sensitive attribute affecting the economic dimension is an increase in regional revenue. In the sensitivity test of the socio-cultural dimension, the most sensitive and influential attribute obtained is the perception of the community shop. The most sensitive attribute influencing the legal dimension is the formal rules, there must be formal rules, indeed administratively the formal rules are legal products that are approved by the institutions governed by the law, but usually what is forgotten is the process of realizing formal rules.
Ampas Bubuk Kopi sebagai Karbon Aktif untuk Menurunkan Kadar COD dan TSS dalam Limbah Cair Industri Tempe Rafa Diah Kirani; Munawar Ali
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i4.6824

Abstract

Dewasa ini, kualitas air sungai, salah satu sumber air penting, semakin terancam oleh pencemaran akibat berbagai aktivitas industri, termasuk industri tempe. Industri tempe adalah industri yang umum di Indonesia dan menggunakan air dalam berbagai tahap produksinya. Namun, limbah cair dari industri tempe sering mengandung polutan berbahaya, meliputi COD, BOD, dan TSS, yang seringkali dibuang tanpa pengolahan yang memadai. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji efektivitas karbon aktif yang berasal dari ampas bubuk kopi sebagai adsorben terhadap penurunan kadar COD dan TSS di dalam limbah cair industri tempe. Penelitian ini juga mencakup analisis kualitas karbon aktif ampas bubuk kopi dan penentuan dosis optimum karbon aktif. Dalam uji kualitas karbon aktif, karbon aktif ampas bubuk kopi memenuhi syarat dalam hal kadar air dan daya serap terhadap iodin, meskipun kadar abunya melebihi batas baku mutu. Penelitian ini menemukan bahwa dosis optimum karbon aktif adalah 8 gr/250 ml dengan waktu kontak selama 40 menit. Dalam penurunan kadar COD, karbon aktif ampas bubuk kopi mampu mengurangi kadar sebesar 60%, sementara penurunan kadar TSS mencapai 78%. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan karbon aktif ampas bubuk kopi adalah alternatif yang efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam mengatasi masalah pencemaran limbah tempe.
BIOKONVERSI BAHAN ORGANIK PADA LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN HEWAN MENJADI ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN MICROBIAL FUEL CELL Aerani Arifani Widodo; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 11 No. 2 (2019): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v11i2.4

Abstract

Limbah cair Rumah Pemotongan Hewan (RPH) mengandung bahan organik dengan konsentrasi tinggi, padatan tersuspensi, serta bahan koloid seperti lemak, protein, dan selulosa. Bahan organik ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan jika dibuang langsung ke badan air. Oleh karena itu, pengolahan limbah cair RPH perlu dilakukan untuk meminimasi potensi pencemaran lingkungan. Microbial Fuel Cell (MFC) adalah salah satu alternatif pengolahan air limbah dan penghasil bioenergi listrik yang dapat terbarukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kuat arus listrik dan power density yang dihasilkan oleh MFC dan menurunkan kadar COD pada limbah cair RPH. Pada penelitian ini digunakan reaktor dual-chamber MFC dengan variasi jenis elektroda dan lama waktu inkubasi substrat selama 120 jam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MFC menghasilkan kuat arus listrik maksimum sebesar 2,14 mA dan power density maksimum sebesar 4738,55 mW/m2 oleh reaktor C. Reaktor MFC mampu menurunkan kadar COD limbah cair RPH hingga 71% dengan lama waktu inkubasi substrat 10 hari.
BIOMONITORING MAKROZOOBENTOS SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI Hilmi Irham Rosyadi; Munawar Ali
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 1 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i1.43

Abstract

Penelitian telah dilakukan pada bulan September-Oktober 2018 sampel diambil dari 5 stasiun penelitian dan dilakukan 1 kali sampling/Minggunya sampai 4 Minggu. Titik pengambilan sampel ditentukan dengan metode Purposive Random Sampling, sampel diambil dengan menggunakan Bottom Grab.Dari hasil penelitian didapatkan prosentase sebanyak famili Unionidae 1%, famili Corbiculidae 3%, famili Buccinidae 6%, famili Viviparidae 15%, famili Thiaridae 75%. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) pada kelima stasiun per Minggunya mempunyai Nilai Indeks Keanekaragaman tinggi-rendah (1,735- 0,234), Nilai Dominansi (C) pada kelima stasiun per Minggunya mempunyai Nilai Indeks Dominansi tinggi-rendah (0,88-0,088), Nilai Keseragaman (E) pada kelima stasiun per Minggunya mempunyai Nilai baik-buruk (0,924-0,16). Dari Hasil analisis statistik PCA didapatkan nilai Eigenvalue kedua komponen utama mewakili 51,48%, 22,89% dari seluruh variabilitas. Bila diakumulasikan, kedua komponen utama menyatakan 74,37% dari total variabilitas. Ini berarti apabila kelima variabel (pH, Suhu, DO, COD, Indeks H’) direduksi menjadi 2 variabel, maka kedua variabel baru dapat menjelaskan 74,37% dari total variabilitas kelima variabel.