Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGANGATAN DAN PEMBERENTIAN PERANGKAT DESA Nurpadlan, Nurpadlan; Khalik, Abd.; Hamdan, Hamdan
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 2 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.2, Nopember 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v3i2.2399

Abstract

Pemeriksaan ini bermaksud untuk memutuskan bagaimana Pelaksanaan Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa. Eksplorasi semacam ini merupakan pengujian subjektif dengan menggunakan strategi yang menarik. Informasi dalam penyelidikan ini adalah alasan dan pengaturan otoritas kota sesuai pedoman lingkungan. Sumber informasi memanfaatkan esensial dan opsional. Metode pengumpulan informasi dalam penelitian ini adalah wawancara, persepsi. Hasil Eksplorasi 1) Komunikasi. Strategi korespondensi dari pemerintah kota Kenje telah memenuhi model dan memberikan penghiburan kepada daerah setempat, namun kadang-kadang pemerintah kota Kenje lebih khawatir tentang keluarga. 2) Sumber Daya Manusia. Aset-aset yang ada di Desa Kenje saat ini telah memenuhi pedoman yang mampu untuk kemajuan Desa Kenje di masa depan. 3) Menerapkan Sumber Daya Sikap. Praktisi tidak hanya menyadari apa yang harus dilakukan dan dapat melaksanakan pengaturan, tetapi mereka juga harus memiliki kemauan untuk melaksanakan strategi tersebut. 4) Struktur Birokrasi. SOP mungkin akan menjadi penghalang bagi pelaksanaan baru yang membutuhkan pendekatan yang lebih baik untuk bekerja atau jenis fakultas baru untuk melakukan pengaturan 
ANALISIS TOTAL SUSPENDED SOLID, BAHAN ORGANIK TOTAL DAN ALKALINITAS PADA AKUARIUM PEMBESARAN UDANG VANAME BERBASIS PAKAN MAGGOT Khalik, Abd.; Masrah, Masrah; Patang, Patang; Fahrur, Mat
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44887

Abstract

Air dengan kualitas baik merupakan air yang mampu menunjang serta mengoptimalkan pertumbuhan dari organisme perairan yang dibudidayakan. Pakan yang diberikan selama pemeliharaan udang vaname akan berpengaruh terhadap nilai dari kualitas air pemeliharaan udang vaname. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis total suspended solid, bahan organik total dan alkalinitas pada akuarium pembesaran udang vaname dengan pemberian pakan maggot selama pemeliharaan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap dengan unit percobaan 1 kontrol (pakan komersil) dan 1 perlakuan (pakan maggot), selanjutnya masing-masing unit percobaan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 6 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai total padatan tersuspensi sebesar 68 - 143 mg/L, nilai total padatan tersuspensi tersebut terlalu tinggi, sedangkan nilai konsentrasi yang optimal untuk budidaya udang sebesar 25 mg/L. Nilai bahan organik total sebesar 63,29 – 75,10 mg/L, kisaran tersebut dapat dikatakan tidak  optimal untuk budidaya udang vaname, dikarenakan kisaran optimal bahan organik total pada budidaya udang vaname adalah < 55 mg/L. Nilai alkalinitas 81,20 – 197,59 mg/L tingkat alkalinitas sudah sesuai denhan nilai optimal alkalinitas yang berkisar 90-150 mg/L.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH UNTUK PERUBAHAN LUAS HUTAN MANGROVE DAN KEANEKARAGAMAN MANGROVE DI DESA NISOMBALIA, KABUPATEN MAROS Meilya, Anaz Illyanti; Lahming, Lahming; Kaseng, Ernawati Syahruddin; Khalik, Abd.
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34367

Abstract

Perkembangan teknologi penginderaan jauh baik dari resolusi spasial dan temporal mampu digunakan mendeteksi keberadaan hutan mangrove baik dari luasan dan pola sebaran mangrove. Semakin rusaknya kondisi mangrove, maka data dan informasi mengenai kondisi mangrove di berbagai kawasan di Indonesia perlu dikaji untuk keperluan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan, sehingga fungsi ekologisnya dapat tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan luas, kerapatan vegetasi serta jenis vegetasi hutan mangrove di Desa Nisombalia Kab. Maros. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder citra digital Landsat 7 ETM+ dan Landsat 8-LDCM. Tahap identifikasi mangrove dilakukan dengan menggunakan komposit band RGB 234, kemudian analisis kerapatan vegetasi mangrove dengan menggunakan formula NDVI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan luasan mangrove dari tahun 2010-2021 di Desa Nisombalia, Maros. Luas lahan mangrove pada tahun 2010 sebesar 109,13 ha, tahun 2015 sebesar 119,45 ha dan tahun 2021 sebesar 114,47 ha. Hasil analisis kerapatan mangrove menunjukkan bahwa mangrove di Desa Nisombalia, Maros tahun 2010 kategori sedang sebesar 38.12%, tahun 2015 kategori sedang sebesar 37.47 dan tahun 2021 kategori sedang sebesar 41.19%. Komposisi jenis mangrove yang ditemukan di Desa Nisombalia, Maros yaitu Sonneratia alba, Rhizophora mucronate, Avicennia alba, Bruguiera cylindrical dan Aegiceras corcinulatum.
Usage of Repetitive Methods to Improve Students' Understanding of Zakat Material in Grade 5 at UPTD SD Negeri 57 Parepare Anugrah, Anugrah; Saleh, Muhammad; Khalik, Abd.
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 3 No. 9 (2025): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v3i9.548

Abstract

This research was motivated by the low comprehension of Zakat Fitrah among fifth-grade students at UPTD SD Negeri 57 Parepare. Initial observations indicated that 70% struggled with core concepts, while only 20% could apply the knowledge practically, largely due to reliance on traditional lecture methods. The aim of this research was to improve students’ understanding of Zakat Fitrah through implementation of the Repetitive Method. Utilizing a Classroom Action Research (CAR) approach based on the Kurt Lewin model, this study employed a qualitative, interpretive method and was conducted in two cycles. Data were collected through observation (of teacher and student performance), comprehension tests, and analysis of learning artifacts. Data validation was carried out through triangulation to ensure the credibility of the findings. The results showed significant improvement in students’ understanding. The mastery learning rate increased dramatically from 30% in the pre-cycle phase to 70% at the end of Cycle I and reached 100% by the end of Cycle II. This improvement covered the cognitive (conceptual and procedural understanding), affective (internalization of philanthropic values and social awareness), and psychomotor (practical application skills) domains. Teacher performance also showed notable improvements in adaptive and reflective classroom management. The conclusion of this study affirms that the Repetitive Method is effective in facilitating holistic understanding, active participation, and independent learning among students on the Zakat Fitrah material. This method successfully transformed rote learning into deep, applicable meaning-making, in line with constructivist and contextual learning principles
KOMPETENSI KOMUNIKASI DAI DUTA PEMINANGAN DALAM PROSESI NEDUTA DAN NESURO PADA SUKU KAILI DI KOTA PALU Yusuf, Moh; Said, Nurhidayat Muh.; Khalik, Abd.
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Program Pascasarjana, UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9650

Abstract

Tulisan ini menganalisis secara singkat tentang kompetensi komunikasi para dai baik yang telah berhasil atau gagal ketika diutus keluarga calon mempelai laki-laki mengawal prosesi neduta dan nesuro. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Lokasi penelitian yang dipilih adalah wilayah Provinsi Sulawesi-Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, fenomenologis, komunikatif serta teori-teori yang relevan dengan kajian kompetensi dai dalam proses peminangan. Sumber data penelitian ini dikategorikan menjadi tiga bagian, data tertulis, data lapangan dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen ada tiga: Panduan observasi; pedoman wawancara dan data dokumentasi adalah catatan peristiwa dalam bentuk tulisan lansung, instrumen penilaian, foto kegiatan pada saat penelitian. Data diolah dengan mengklasifikasi materi data transkrip wawancara, catatan lapangan (hasil wawancara/observasi), data primer dan sekunder dan berdasarkan keterkaitan antar komponen dalam konteks fokus permasalahan penelitian. Data dianalisi dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi tekni dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dai yang mendapat amanah untuk prosesi meminang harus memiliki kompetensi yang kompleks, mencakup kompetensi komunikasi, kompetensi spriritual, kompetensi intelektual, kompetensi sosial budaya, kompetensi strata sosial (posisi dai yang harus lebih tinggi dari mad’unya). Secara empiris tanpa lima kompetensi yang telah dijelaskan di atas, akan sulit peminangan berhasil dengan penerimaan. Dapat dibayangkan seseorang yang tidak saling kenal atau tidak ada perasaan suka, secara tiba-tiba di atur dalam sebuah perjodohan, hal ini tentu tidak akan berhasil tanpa ditunjang kompetensi dan dukungan strategi komunikasi yang mumpuni dari seorang dai peduta dan pesuro. Dalam hal ini tingkat kesulitan neduta lebih tinggi dari nesuro karena neduta merupakan tradisi perjodohan bagi suku kaili yang berusaha merapatkan kembali hubungan darah atau kerabat yang sudah jauh. Tradisi ini berlaku bagi suku kaili, sejak ratusan tahun lalu, karena mereka hidup berpencar di lembah Palu, sehingga dengan menjodohkan anak-anak mereka garis keturunan mereka tetap bertahan. Sedangkan nesuro merupakan model peminangan yang saling suka atau telah ada kesepakatan untuk melanjutkan kehidupan berumah tangga, sehingga prosesnya tidak terlalu memaksa. Oleh karena itu baik neduta maupun nesuro dai harus memiliki kompetensi yang kompleks, dalam situasi ini kompetensi komunikasi (mencakup kemampuan komunikasi bathiniah, kemampuan membaca gestur, kemampuan dalam memberi penjelasan secara komunikatif persuasif verbal dan non verbal), kompetensi spriritual (menguasai fikih khitbah, kemampuan ini mencakup pemahaman dai dalam menjelaksan tentang perintah Allah dalam al-Quran tentang perintah menikah dan menikahkan, bagaimana nabi Muhammad saw meminang hingga ke proses pernikahan dan tahapan yang beliau lakukan dalam menikahkan para sahabatnya), kompetensi intelektual (kemampaun dai menjelaskan berbagai hal mencakup wawasan kekinian dai, dampak negatif pergaulan bebas, meliputi wawasan managemen, wawasan ekonomis, wawasan empiris atau dampak memaksakan pesta terlalu besar), kompetensi sosial budaya (hal ini mencakup pemahaman dai terhadap budaya-budaya, pemahaman dai tentang pengaruh akulturasi, pengaruh tradisi etnis setempat dan sekitarnya), kompetensi strata sosial atau menyandang jabatan (hal ini mencakup posisi dai yang harus lebih tinggi dari mad’unya), sehingga ada rasa patuh yang muncul dari kehadiran dai yang memiliki strata yang lebih tinggi dari mad’unya, apabila  kompetensi ini dimiliki seorang dai duta peminangan orang tua calon mempelai bisa di arahkan kemana saja. Kompetensi sosiolingustik (Kemampuan memahami bahasa setempat atau minimal istilah-istilah setempat). Kemampuan atau kompetensi yang telah dijelaskan diatas menjadi modal kekayaan materi dai dalam berdakwah pada saat meminang sehingga benar-benar mad’u mendapat pencerahan serta terhindar dari perselisihan.