WARDHANI, FATIMAH SETIA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peranan Audit Internal Dalam Meningkatkan Efektivitas Kegiatan Pembiayaan Pada BPRS Haji Miskin Pandai Sikek Elfadhli, Elfadhli; Mulya, Nofri Riski; Wardhani, Fatimah Setia
Al-bank: Journal of Islamic Banking and Finance Vol 1 No 1 (2021): January - June 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/ab.v1i1.2703

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Audit Internal dalam meningkatkan Efektifitas Kegiataan Pembiayaan dan menjelaskan pelaksanaan Audit internal yang dilakukan begitu juga dengan pelaksanaan pembiayaan pada PT.BPRS Haji Miskin Pandai Sikek. Penelitian ini menggunakan metode mixed method atau penelitian kombinasi. Teknik dalam pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini ialah dengan cara observasi, wawancara, quisioner, dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dengan cara uji normalitas, uji regresi linear sederhana, uji signifikan parsial (uji t), dan uji koefisien determinan (R2).Hasil penelitian bahwa pernan Audit internal dalalam meningkatkan efektifitas kegiataan pembiayaan pada PT.BPRS Haji Miskin Pandai Sikek berdasarkan wawancara pelaksanaan audit internal terhadap pembiayaan telah dilakukan dan sesuai dengan SPFAIB yang berlaku. Pelaksanaan pemberian pembiayaan pda PT.BPRS Haji Miskin Pandai Sikek sudah efektif, hal ini di dukung oleh pemberian pembiayaan yang dilakukan secara konsisten didasarkan pada prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral and Condition of economy,). Pelaksanaan Audit Internal pada PT.BPRS Haji Miskin berperan dalam meningkatkan efektivitas kegiatan pembiayaan yang di jalankan PT.BPRS Haji Miskin Pandai Sikek yang dapat di lihat dari persentase nilai NPF pembiayaan ditahun 2017 sebesar 4,7% menjadi 3,7% ditahun 2019. Berdasarkan data quisioner yang diolah dengan menggunakan program SPSS menunjukkan nilai uji Koefisien Determinasi diketahui nilai Adjust R2 =0,041.  Artinya variabel Peranan audit internal mempengaruhi variabel Efektivitas kegiatan pembiayaan sebesar 4,1%. Sisanya 95,9 dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimaksukan dalam penelitian ini
Public Policy Design and Decentralized Zakat Governance from the ABS–SBK Adat Perspective in Minangkabau Jasri Waldi; Wardhani, Fatimah Setia; Hospi Burda; Fitri Yenti
ZAWA: Management of Zakat and Waqf Journal Vol. 5 No. 2 (2025): ZAWA: MANAGEMENT OF ZAKAT AND WAQF JOURNAL
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/zawa.v5i2.16108

Abstract

This study examines a zakat governance model that aligns with the socio-cultural context of Minangkabau by integrating ABS–SBK values, traditional nagari institutions, and the state’s administrative framework. Although Indonesia’s zakat system is centralized and emphasizes formal accountability, this approach often fails to accommodate the strong social capital and adat-based deliberative traditions that characterize Minangkabau society. Through a literature review and analysis of documented ethnographic studies, the research identifies key mismatches between formal zakat mechanisms and nagari-based practices, particularly in terms of social legitimacy, the accuracy of mustahik identification, and the administrative capacity of local institutions. The findings indicate that nagari institutions possess cultural legitimacy and deep community knowledge, yet require state support to strengthen administrative procedures and reporting systems. Synthesizing governance, decentralization, ABS–SBK, and social capital theories, this study proposes a hybrid zakat governance model that includes formal recognition of nagari roles, establishment of Nagari Zakat Offices, coordination through Regional Zakat Forums, adaptive accountability, and digital transparency tools. This model is expected to enhance the effectiveness, legitimacy, and sustainability of zakat governance in Minangkabau