Muhamad, Gunawan
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS YURIDIS TERHADAP BAB AL-QAWA’ID KERAJAAN SIAK SRI INDRAPURA SEBAGAI KONSTITUSI SERTA KEDUDUKANNYA DALAM SISTEM HUKUM TATA NEGARA INDONESIA Muhamad, Gunawan
Jurnal Panji Keadilan : Jurnal Ilmiah Nasional Mahasiswa Hukum Vol 4, No 2 (2021): PANJI KEADILAN Jurnal Ilmiah Nasional Mahasiswa Hukum
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpk.v4i2.2391

Abstract

ABSTRAKBab Al-Qawa’id sering kali disebut-sebut sebagai sebuah konstitusi diberbagai tulisan makalah, jurnal, artikel, media dan lain sebagainya. Yang menjadi pertanyaan ialah apakah Bab Al-Qawa’id Kerajaan Siak Sri Indrapura dapat dikategorikan sebagai konstitusi, padahal Kerajaan Siak Sri Indrapura telah berdiri sejak tahun 1723 oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecik) selaku Sultan pertama. Sedangkan Bab Al-Qawa’id baru dibentuk dan dicetak pada tahun 1901 dibawah kepemimpinan Sultan Kerajaan Siak Sri Indrapura yang ke 11. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut untuk menelusuri Bab Al-Qawa’id sebagai konstitusi perlu ditinjau lebih lanjut melalui berbagai pendekatan teori-teori hukum konstitusi dan sumber-sumber sejarah. Selain itu, pasca Kerajaan Siak Sri Indrapura melebur menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia lewat ikrar Sultan Syarif Kasim II untuk turut serta memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1945. Posisi keberlakuannya Bab Al-Qawa’id sebagai produk hukum Kerajaan Siak Sri Indrapura didalam sistem hukum ketatanegaraan Indonesia menjadi pertanyaan dan ditelusuri lewat pendekatan sejarah hukum. Jenis penelitian tesis ini menggunakan metode penelitian hukum normatif atau penelitian hukum kepustakaan yang terkait dengan penelitian terhadap Sejarah Hukum. Dalam mengumpulkan data menggunakan menggunakan metode studi dokumen/bahan pustaka (library research) yang meliputi pengumpulan bahan-bahan hukum yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan memperhatikan validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, persoalan tersebut dianalisis secara rinci dengan teori mazhab hukum sejarah dan teori konstitusi.Kata kunci: bab al-qawa’id; konstitusi; hukum adat tata negara.ABSTRACTBab Al-Qawa’id is often mentioned as a constitution in various written papers, journals, articles, media and so on. The question is whether the Bab Al-Qawa'id Kingdom of Siak Sri Indrapura can be categorized as a constitution, even though the Siak Sri Indrapura Kingdom has been established since 1723 by Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah (Raja Kecik) as the first Sultan. Meanwhile, Bab Al-Qawa'id was only formed and printed in 1901 under the leadership of the 11th Sultan of the Siak Sri Indrapura Kingdom. Therefore, further research to explore Bab Al-Qawa’id as a constitution needs to be further examined through various theoretical approaches, constitutional law theories and historical sources. In addition, after the Siak Sri Indrapura Kingdom merged into part of the Unitary State of the Republic of Indonesia through the pledge of Sultan Syarif Kasim II to participate in fighting for the independence of the Republic of Indonesia in 1945. The position of the application of Bab Al-Qawa'id as a legal product of the Siak Sri Indrapura Kingdom in the system Indonesian constitutional law becomes a question and is traced through a historical legal approach. This type of thesis research uses normative legal research methods or literature law research related to research on legal history. In collecting data using the method of document study / library materials (library research) which includes the collection of legal materials consisting of primary, secondary and tertiary legal materials with due regard to their validity and reliability. Furthermore, this problem is analyzed in detail with historical law schools of theory and constitutional theory.Keywords: bab al-qawa'id; constitution; customary constitutional law.
Analisis Resepsi Gen Z Terhadap Komentar Stigma Curanmor di Surabaya Muhamad, Gunawan; Arimbi, Diah Ariani; Meyrasyawati, Dewi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2425

Abstract

The criminal cases of motorcycle theft in Surabaya in 2024 are becoming increasingly rampant and worrying. Throughout 2024, 444 cases of motorcycle theft were recorded in Surabaya. The increasing cases of motorcycle theft in Surabaya have an impact on the many news reports about motorcycle theft cases in Surabaya, one of which is on Instagram. One of the Instagram accounts that always reports on motorcycle theft cases is Suara Surabaya, recorded in 2024, the Suara Surabaya Instagram account reported 94 motorcycle theft cases. In the uploads of these motorcycle theft cases, they are always followed by various comments from netizens. One of the comment patterns that is often found in the motorcycle theft news uploads is the stigma of the perpetrators of motorcycle theft which is directed at the Madurese ethnic group. This study tries to analyze the impact of comments on the stigma of motorcycle theft on Gen Z's reception. This study uses Stuart Hall's reception theory as a basis with a random sampling method on Gen Z in Surabaya who actively use Instagram social media with observation and interview data collection techniques. This study states that educational background and audience experience factors play an important role in the process of decoding a text. The higher the level of education of the audience, the more rationality is shown in interpreting a text. Good and bad experiences of a phenomenon also play an important role in the audience's perspective in interpreting a text. Abstrak Kasus kriminal curanmor di Surabaya tahun 2024 menjadi semakin marak dan mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2024 tercatat 444 kasus curanmor di Surabaya. Meningkatnya kasus curanmor di Surabaya berdampak pada banyaknya pemberitaan tentang pemberitaan kasus curanmor di Surabaya, salah satunya di Instagram. Salah satu akun instagram yang selalu memberitakan tentang kasus curanmor adalah Suara Surabaya, tercatat pada tahun 2024, akun instagram Suara Surabaya memberitakan kasus curanmor sebanyak 94 unggahan. Pada unggahan kasus curanmor tersebut, selalu diikuti dengan berbagai komentar dari warganet. Salah satunya pola komentar yang sering dijumpai pada unggahan berita curanmor tersebut adalah adanya stigma pelaku curanmor yang tertuju pada etnis Madura. Penelitian ini mencoba menganalisis dampak dari komentar stigma curanmor terhadap resepsi Gen Z. Penelitian ini menggunakan landasan teori resepsi karya Stuart Hall dengan metode random sampling terhadap gen Z di Surabaya yang aktif menggunakan sosial media Instagram dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Pada penelitian ini mengemukakan bahwa faktor latar belakang pendidikan dan pengalaman audiens berperan penting terhadap proses decoding sebuah teks. Semakin tinggi latar belakang pendidikan audiens, maka semakin menunjukkan rasionalitas dalam memaknai sebuah teks. Pengalaman baik dan buruk terhadap sebuah fenomena juga berperan penting terhadap sudut pandang audiens dalam memaknai sebuah teks.
Analisis Resepsi Gen Z Terhadap Komentar Stigma Curanmor di Surabaya Muhamad, Gunawan; Arimbi, Diah Ariani; Meyrasyawati, Dewi
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 7 No 2 (2025)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v7i2.2425

Abstract

The criminal cases of motorcycle theft in Surabaya in 2024 are becoming increasingly rampant and worrying. Throughout 2024, 444 cases of motorcycle theft were recorded in Surabaya. The increasing cases of motorcycle theft in Surabaya have an impact on the many news reports about motorcycle theft cases in Surabaya, one of which is on Instagram. One of the Instagram accounts that always reports on motorcycle theft cases is Suara Surabaya, recorded in 2024, the Suara Surabaya Instagram account reported 94 motorcycle theft cases. In the uploads of these motorcycle theft cases, they are always followed by various comments from netizens. One of the comment patterns that is often found in the motorcycle theft news uploads is the stigma of the perpetrators of motorcycle theft which is directed at the Madurese ethnic group. This study tries to analyze the impact of comments on the stigma of motorcycle theft on Gen Z's reception. This study uses Stuart Hall's reception theory as a basis with a random sampling method on Gen Z in Surabaya who actively use Instagram social media with observation and interview data collection techniques. This study states that educational background and audience experience factors play an important role in the process of decoding a text. The higher the level of education of the audience, the more rationality is shown in interpreting a text. Good and bad experiences of a phenomenon also play an important role in the audience's perspective in interpreting a text. Abstrak Kasus kriminal curanmor di Surabaya tahun 2024 menjadi semakin marak dan mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2024 tercatat 444 kasus curanmor di Surabaya. Meningkatnya kasus curanmor di Surabaya berdampak pada banyaknya pemberitaan tentang pemberitaan kasus curanmor di Surabaya, salah satunya di Instagram. Salah satu akun instagram yang selalu memberitakan tentang kasus curanmor adalah Suara Surabaya, tercatat pada tahun 2024, akun instagram Suara Surabaya memberitakan kasus curanmor sebanyak 94 unggahan. Pada unggahan kasus curanmor tersebut, selalu diikuti dengan berbagai komentar dari warganet. Salah satunya pola komentar yang sering dijumpai pada unggahan berita curanmor tersebut adalah adanya stigma pelaku curanmor yang tertuju pada etnis Madura. Penelitian ini mencoba menganalisis dampak dari komentar stigma curanmor terhadap resepsi Gen Z. Penelitian ini menggunakan landasan teori resepsi karya Stuart Hall dengan metode random sampling terhadap gen Z di Surabaya yang aktif menggunakan sosial media Instagram dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Pada penelitian ini mengemukakan bahwa faktor latar belakang pendidikan dan pengalaman audiens berperan penting terhadap proses decoding sebuah teks. Semakin tinggi latar belakang pendidikan audiens, maka semakin menunjukkan rasionalitas dalam memaknai sebuah teks. Pengalaman baik dan buruk terhadap sebuah fenomena juga berperan penting terhadap sudut pandang audiens dalam memaknai sebuah teks.