Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Keterampilan Ibu untuk Deteksi Perkembangan Anak Prasekolah Menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Siti Yulaidah; Ayesha Hendriana Ngestiningrum; Tutiek Herlina; Astin Nur Hanifah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk341

Abstract

Monitoring the development of pre-school children during the Covid-19 pandemic cannot take place optimally, so parents can be trained to do this. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of the “Bulan Si Kembang” (Smart Mothers in Development Detection) training to improve mothers' skills in early detection of child development using KPSP (Child Development Pre Screening Questionnaire). The research design was one group pre-test and post-test. The samples were 42 guardians of pre-school children, who were selected by simple random sampling technique. The independent variable was the "Bulan Si Kembang" training, while the dependent variable is the mother's skill in detecting child development. Data collection was carried out using KPSP. Then an analysis of the differences in the skills of the mothers between before and after the training was carried out, using a paired sample t-test, because they were normally distributed. The results showed that the average skill before training = 66.07, while after training = 81.14. The p value of the t test results = 0.000, so it was interpreted that there is a significant difference in the skills of the mothers before and after the training. It was further concluded that the "Month of the Flower" training was effective in increasing mothers' skills in detecting child developmentKeywords: preschoolers; progress detection; mother; training ABSTRAK Pemantauan perkembangan anak pra sekolah selama masa pandemi Covid-19 tidak dapat berlangsung dengan optimal, maka orang tua dapat dilatih untuk melakukannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas pelatihan “Bulan Si Kembang” (Ibu Lancar Deteksi Perkembangan) untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam deteksi dini perkembangan anak menggunakan KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan Anak). Rancangan penelitian ini adalah one group pre-test and post-test. Sampel adalah 42 ibu wali murid anak pra sekolah, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel bebas adalah pelatihan “Bulan Si Kembang”, sedangkan variabel terikat adalah keterampilan ibu dalam melakukan deteksi perkembangan anak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan KPSP. Selanjutnya dilakukan analisis perbedaan keterampilan ibu antara sebelum dan sesudah pelatihan, menggunakan paired sample t-test, karena berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rerata keterampilan sebelum pelatihan = 66,07, sedangkan sesudah pelatihan = 81,14. Nilai p dari hasil uji t = 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan keterampilan ibu secara signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pelatihan “Bulan Si Kembang” efektif untuk meningkatkan keterampilan ibu dalam deteksi perkembangan anakKata kunci: anak prasekolah; deteksi perkembangan; ibu; pelatihan
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Kelas Ibu Balita Di Desa Krowe Lembeyan Magetan Tahun 2020 Tutiek Herlina; Nurweningtyas Wisnu; Nuryani
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan.
Trend Determinan Penyebab Kematian Bayi di Kabupaten Magetan tahun 2020-2022 Wahyu Fitri Yuliasih; Nani Surtinah; Tutiek Herlina; Tinuk Esti Handayani
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8203

Abstract

Angka kematian bayi adalah masalah yang krusial, faktual, dan esensial. Kematian Bayi yang tidak teratasi akan menjadi ancaman bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia. Angka Kematian Bayi di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui trend determinan penyebab kematian bayi di Kabupaten Magetan tahun 2020-2022. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah data seluruh kematian bayi tahun 2020-2022 di Kabupaten Magetan. Sample berjumlah 193. Variabel penelitian adalah umur ibu, umur kehamilan ibu, paritas, umur bayi, berat badan lahir bayi, jenis kelamin, dan jenis persalinan. Instrumen. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitu aplikasi Maternal Neonatal Death Notification. Analisa menggunakan statistik sederhana distribusi frekuensi. Penyajian data dalam bentuk grafik. Trend faktor penyebab kematian bayi terbanyak adalah umur ibu tidak beresiko, umur kehamilan ibu prematur, ibu multipara, neonatus dini, berat badan lahir rendah, jenis kelamin laki-laki, dan jenis persalinan normal. Trend kenaikan dari tahun 2021 ke tahun 2022 meliputi faktor umur ibu tidak berisiko, umur kehamilan normal, umur kehamilan postterm, ibu multipara, neonatus dini, neonatus lanjutan, berat badan lahir rendah, berat badan lahir normal, bayi dengan jenis kelamin perempuan, persalinan induksi, persalinan Seksio Secaria. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa determinan penyebab trend kenaikan kematian bayi meliputi faktor umur ibu tidak berisiko, umur kehamilan normal, umur kehamilan postterm, ibu multipara, neonatus dini, neonatus lanjutan, berat badan lahir rendah, berat badan lahir normal, bayi dengan jenis kelamin perempuan, persalinan induksi, persalinan Seksio Secaria. Oleh karena itu dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan bidan diharapkan bekerjasama dalam pelayanan ibu hamil, ibu bersalin dan bayi baru lahir dengan peningkatan kualitas pelayanan sesuai regulasi dan memperbaiki sistem rujukan terintegrasi sehingga trend penyebab kematian bayi bisa diturunkan. Kata kunci: kematian bayi; determinan; kecenderungan
Effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) Method to Increase Students' Knowledge and Attitudes About Early Marriage Sri Ayomi; Ayesha Hendriana Ngestiningrum; Tutiek Herlina
Health Dynamics Vol 1, No 1 (2024): January 2024
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd10103

Abstract

Background: High number of teenage marriages is a very worrying phenomenon because it causes various negative impacts on both reproductive health and social life. Indonesia is ranked second in ASEAN and eighth in the world for cases of early marriage. In the Mlarak sub-district, Ponorogo Regency, 8% of marriages were under 19 years of age. The purpose of the study was to determine the effectiveness of the Problem Based Learning (PBL) method to increased students' knowledge and attitudes about early marriage. Method: Research design was pre- experimental with a pretest - post test one group design. The sample was class VIII SMP Negeri 1 Mlarak, Ponorogo Regency, taken by proportional random sampling technique followed by Simple Random Sampling as many as 60 students. Collecting data using a questionnaire instrument. The independent variable is the PBL method while the dependent variable is knowledge and attitudes about early marriage. Data analysis used Paired Sample T Test with 0.05. Results: The results showed there is increase in the average knowledge of student by 14.08 and student attitudes by 12.2 after using the Problem Based Learning method. The results of the Paired Sample T Test 0.000 for the knowledge variable and 0.000 for the attitude variable, which means Ho is rejected and Ha is accepted. Conclusion: PBL method is effective in increasing knowledge about early marriage. The PBL method is effective in increasing attitudes about early marriage. Suggestions for teenagers to increase their knowledge about early marriage so that students' attitudes about early marriage can increase.