Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Penelusuran Banjir Menggunakan Pendekatan Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) (Studi Kasus : Sub Das Siak) Febrian, Anggi; Fauzi, Manyuk; Suprayogi, Imam
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 2, No 2 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is predict the height of water level of the Siak Sub-watershed Pantai Cermin Station in 2012 by using water level data recorded by Tandun Station and Pantai Cermin Station in the same year. The approach itself uses softcomputing method. Softcomputing method has been widely used as hydrological analysis model, one of them for flood routing forecasting. ANFIS model is one of the softcomputing method that can predict the height of water level. ANFIS models need to be tested reliability of the Siak sub-watershed given the importance of streamflow information to generate management, planning, and early warning system of flood. In this research, ANFIS model which built using AWLR water level data Station Tandun and Station Pantai Cermin for 4 years (2009-2012). ANFIS model was conducted by network model configuration is 2 input and 1 output. The result of water level forecasting by using ANFIS models show that the results of the training, testing and validation that excellent results with value the test statistic parameters of the correlation coefficient (R) is 0,9314 that is in category of very strong correlation, statistic parameters of RMSE (root mean square error) 0,4866 meter, and the test parameters of the average valuation relative error by 14,1439 %.Keywords: Flood Routing, Water Level, Softcomputing, ANFIS.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DAN EATING DISORDER DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA AKHIR Br Said, Nurhazizah; Sari, Inda Puspitasari; Lauchan, Agil Maritho; Sheillawany, Anggun; Resita, Amelia; Elvina, Elvina; Febrian, Anggi; Wijaya, Arini Aisyahfira
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37853

Abstract

Stres merupakan faktor psikologis yang dapat mempengaruhi pola makan seseorang, yang berisiko menyebabkan gangguan makan (eating disorder). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan gangguan makan serta status gizi pada responden. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres, gangguan makan, dan status gizi pada 80 responden yang dipilih secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres dengan kategori sedang (88%), diikuti oleh stres ringan (5%) dan stres berat (6,2%). Selain itu, 93,8% responden mengalami gangguan makan, sementara 6,2% lainnya tidak mengalaminya. Dalam hal status gizi, 45% responden memiliki status gizi normal, 45% underweight, 15% overweight, dan 17,5% obesitas. Uji statistik menggunakan uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara tingkat stres dengan gangguan makan, dengan p-value 0,038 (p < 0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara gangguan makan dan status gizi dengan p-value 0,313 (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah stres memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan makan, sementara gangguan makan tidak berhubungan dengan status gizi pada responden.